Hikmah di Balik Hari Tari dan Perayaan yang Tertunda

Bandung - TemanBaik, kemarin, Rabu 29 April 2020, adalah Hari Tari Sedunia. Ada yang baru tahu? Ya, peringatan ini diperingati secara internasional, bukan hanya di Indonesia. Peringatan Hari Tari Sedunia menjadi wadah persatuan mengingat tari adalah hal yang universal.

Menurut dosen tari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Nanu Muda, menari bukan sekadar seni olah tubuh atau sebuah gerakan. Menari adalah sebuah seni yang bisa jadi sarana penyampai pesan hingga rasa.

"Menari juga bukan sekadar hiburan," ujar Bah Nanu, sapaan akrabnya, kepada BeritaBaik.id.


                                                                              Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Menari bisa jadi sarana untuk menyampaikan sesuatu. Menari bisa menjadi hiburan, baik bagi pelaku maupun penontonnya. Menari juga bisa menghadirkan kesedihan hingga kegembiraan. Di luar itu, ada banyak hal yang bisa dilakukan melalui tarian.

Karena itu, tak heran begitu banyak jenis tarian yang lahir dan lestari. Bahkan, tarian-tarian baru juga terus bermunculan. Semuanya memiliki satu satu garis besar, yaitu gerakan penuh makna.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Alasan Kenapa di Jabar Tak Ada Tarian Perang

Kenapa Perlu Diperingati?
Di antara TemanBaik mungkin ada yang bertanya, kenapa sih Hari Tari Sedunia diperingati? Jawaban utamanya tentu untuk pelestarian tari itu sendiri. Selain itu, melalui momentum peringatan, misi yang ingin disampaikan diharapkan juga sampai dan terwujud.

"Fungsi dari kegiatan tari itu agar tari itu berkembang, fungsinya untuk tumbuh agar selalu berkembang dan terjaga kelestarian nilai-nilainya," ucap Bah Nanu.

Di Jawa Barat, kegiatan menyambut Hari Tari Sedunia harusnya digelar pada pertengahan April 2020 lalu. Tapi, pandemi virus corona membuat peringatan tersebut urung terlaksana. Padahal, Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (Masri) tadinya bakal menggelar tarian massal yang melibatkan 5.000 orang serta menari selama 24 jam di Bandung.

Rencananya, kegiatan ini akan diundur menjadi 4-5 Juli 2020, dengan mengambil tempat di Kota Bandung, tepatnya di Taman Budaya dan Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK). Sesuai konsep awal, akan ada menari massal 5.000 orang dan menari 24 jam.

"Tapi itu juga nanti akan dilihat dulu situasinya seperti apa. Karena ini kan melibatkan massa. Kalau kemungkinan Juli belum beres (pandemi virus corona dan pembatasan aktivitas), kemungkinan digeser antara Agustus atau September," jelas Bah Nanu.

Doakan saja ya TemanBaik agar pandemi ini segera berakhir. Doakan juga agar peringatan Hari Tari Sedunia yang akan digelar Masri.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler