Aksi Dua Seniman Mural Bali Merespon Pandemi

Denpasar - Seniman mural asal Bali, Wild Drawing (WD) dan Silly In Art (Slinat) merespon pandemi Covid-19 dengan menggelar live mural untuk penggalangan dana bagi tenaga medis. Aksi tersebut disiarkan langsung melalui akun Instagram mereka dengan tajuk 'Jauh di Mata Dekat di Hati'.

Lewat siaran tersebut, duo street artists yang tergabung dalam Komunitas The Pojoks ini merefleksikan kondisi dan situasi masyarakat saat ini melalui materi visual dengan gaya mereka masing-masing. WD misalnya, yang khas dengan lukisan mural tiga dimensi.

Ia melukis seorang perempuan yang melayang keluar dengan latar tembok dan pintu yang tertutup rapat. Mural yang diberi nama 'Break Free' ini dilukis di tembok kebun milik Komang Guna Warma atau Kupit gitaris band Nosstress di kawasan Denpasar Utara.

Tubuh perempuan sengaja ia lukis sedikit blur untuk merepresentasikan jiwa yang keluar sedangkan raganya masih terkunci di dalam. "Pandemi Covid-19 telah membuat kita semua terkunci. Perempuan tersebut adalah perdambaan kita terhadap kebebasan seperti dulu," ujarnya, Minggu (17/5/2020).



Baca Ini Juga Yuk: Seniman Ogoh-ogoh di Bali Serukan Gerakan Menanam di Pekarangan

Beberapa hari sebelumnya, WD juga membuat mural berukuran lebih besar di lokasi yang sama. Mural berjudul 'Message' memperlihatkan sepasang kekasih yang terpisah oleh jarak yang digambarkan dengan ilustrasi virus. Di depan mural, dibuatkan replika tunas yang berjejer dengan bahan triplek untuk menambah kesan tiga dimensi.

Lukisan tersebut adalah representasi pandemi Covid-19 yang memaksa manusia berjarak dengan rutinitas kesehariannya dan sesamanya, bahkan dengan yang dicinta. "Pandemi ini juga tentang jeda. Jangan-jangan pandemi ini hadir untuk 'menyembuhkan' semua ini? atau hadir untuk memikirkan 'benih' kehidupan yang baru?," tanyanya.

Sementara itu, Slinat dengan ciri khasnya menggambar potrait perempuan Bali kuno lengkap dengan atributnya yang mengenakan masker gas dengan latar ilustrasi virus berukuran raksasa. Mural dengan tinggi 2 meter dan lebar 1,5 meter tersebut dilukis di kediamannya di kawasan Denpasar Timur.

Desain mural yang dominan dengan warna gelap ini disiapkan sejak dua hari sebelum siaran langsung. Sedangkan eksekusi gambarnya dimulai sebelum siaran langsung. "Jadi sebelum mulai, muralnya sudah separuh jadi. Separuhnya lagi aku kerjakan ketika siaran langsung," ucap Slinat.

Foto: Ahmad Muzakky/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler