Pameran di Rumah, Merawat Cinta untuk Bung Karno

Bandung - TemanBaik, pasti kenal kan dengan sosok Sukarno atau Bung Karno? Ya, beliau adalah Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus proklamator berdirinya negara ini.

Banyak yang mengagumi sosok Bung Karno. Jasa hingga kharismanya begitu dikenang. Sehingga, Bung Karno menjadi sosok yang begitu dicintai banyak orang. Tak hanya di Indonesia, Bung Karno juga dicintai di luar negeri.

Kecintaan itu salah satunya diperlihatkan dua seniman asal Bandung, yaitu Gatot Gunawan dan Wanggi Hoed. Dengan membawa bendera Kelompok Anak Rakyat (Lokra), mereka menggelar pameran berjudul Peringatan Bulan Bung Karno: 'Gerakan Hidup Baru'.

Pameran ini digelar di rumah Gatot di kawasan Karees, Kota Bandung, pada 15-18 Juni 2020. Pameran sengaja digelar di rumah untuk karena masih dalam suasana pandemi virus korona atau COVID-19.

Protokol kesehatan pun diberlakukan. Mereka yang datang hanya dibatasi lima orang per hari dan harus lebih dulu melakukan registrasi. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukkan di area pameran yang lokasinya di teras rumah.


Meski begitu, jika kebetulan ada pengunjung, terutama warga sekitar, mereka akan diperbolehkan melihat apa yang dipamerkan. Namun, itu baru dilakukan jika sedang tidak ada pengunjung lain. Sebab, kehadiran pameran ini cukup menyita perhatian, terutama bagi anak-anak di sana yang ingin tahu soal sosok Bung Karno.

"Kita berusaha untuk tetap produktif meski dari rumah selama pandemi ini. Makanya tercetus ide untuk membuat pameran ini. Tadinya mau kita bikin virtual, tapi karena ada kelonggaran di fase new normal untuk kegiatan kebudayaan, akhirnya kita bikin di sini dengan pengunjung yang terbatas," kata Gatot.

Sejak diumumkan beberapa waktu lalu, antusiasmenya cukup tinggi. Banyak yang mendaftar demi ingin melihat pameran tersebut. Namun, pembatasan harus dilakukan demi kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan bersama.

Melalui pameran ini, Lokra ingin mengajak warga untuk semakin mengenal sosok Bung Karno. Sehingga, berbagai hal baik tentang Bung Karno diharapkan jadi contoh, terutama bagi generasi muda.



Hadirkan Foto hingga Palu Sidang
Dalam pameran ini, yang terbanyak ditampilkan adalah foto Bung Karno dengan dipajang di area dinding. Total, ada sekitar 130 foto yang ditampilkan. Semuanya merupakan koleksi pribadi yang didapat dari hasil berburu, dicetak sendiri, hingga dokumentasi dari pihak Belanda.

Semua itu dikumpulkan Gatot selama bertahun-tahun. Sebab, ia merupakan pengagum Bung Karno sejak kecil. Sehingga, hal ini turut melandasinya untuk menyebarkan kecintaan terhadap Bung Karno pada orang lain.

Selain foto, ada lebih dari 50 buku yang berhubungan dengan Bung Karno. Ada juga artefak, mulai dari palu sidang Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipakai pada 1927, foto keluarga yang ditandatangani Bung Karno, hingga replika tempat rokok favorit Bung Karno.

Hal yang paling istimewa adalah akan dipamerkannya surat nikah Bung Karno dengan Inggit Garnasih. Surat ini untuk pertama kalinya dihadirkan ke publik setelah selama ini disimpan rapat oleh Tito Asmarahadi, cucu angkat Inggit Garnasih.

"Surat nikah yang asli ini belum pernah dikeluarkan sama Pak Tito. Awalnya memang Pak Tito khawatir jika surat ini dipamerkan. Tapi kita bisa meyakinkan Pak Tito untuk menjawab kekhawatirannya," tutur Gatot.

Surat nikah ini merasa perlu untuk dihadirkan. Sebab, setelah menikah dengan Inggit, perjuangan Bung Karno semakin terbuka lebar. Kematangan sosok Bung Karno juga hadir saat ia hidup bersama Inggit yang bisa menjalankan peran sebagai istri, sahabat, bahkan rekan seperjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Ini sesuai dengan tema pameran yang diusung, yaitu 'Gerakan Hidup Baru'. Rencananya, surat nikah akan dihadirkan saat acara puncak sekaligus penutupan pameran pada Kamis (18/6/2020).

Foto: Oris Riswan Budiana/beritaBaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler