ARTJOG 2020 'Resilience' Resmi Dibuka

Yogyakarta - Meskipun sedang berada dalam masa pandemi akibat dari COVID-19, para seniman tak pernah berhenti berkarya. Pemanfaatan teknologi semakin dioptimalkan dan kreativitas terus lahir. Hal ini menegaskan karakter para pekerja seni Indonesia yang lentur, gigih, dan kreatif.

Festival seni kontemporer ARTJOG 2020: 'RESILIENCE' telah resmi dibuka, sebuah peristiwa seni yang tidak sekadar menawarkan refleksi artistik para seniman atas kondisi mutakhir seni di Indonesia pada masa pandemi COVID- 19, tetapi juga ingin memaksimalkan semua potensi yang dimiliki oleh ekosistem seni rupa di Indonesia.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pembukaan ARTJOG kali ini digelar secara daring melalui berbagai laman resmi sosial media ARTJOG (kanal Youtube, Instagram Live, dan Facebook Page) mengingat dampak pandemi COVID-19 yang masih terjadi di seluruh dunia hingga saat ini.

"Sayang sekali kita tidak bisa bertatap muka, menyapa atau menyalami langsung kepada anda sekalian seperti pada malam-malam pembukaan ARTJOG tahun-tahun sebelumnya. Kali ini kita hanya bisa berjumpa melalui perantara layar monitor. Tapi, semoga kehangatan dan keguyuban yang selalu menjadi tujuan dari ARTJOG bisa tetap terjaga di tengah situasi yang serba terbatas ini," ujar Heri Pemad selaku direktur ARTJOG pada Sabtu (8/8) malam saat pembukaan via daring.

Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku Gubernur DIY turut memberikan sambutan di malam pembukaan ARTJOG: 'RESILIENCE'. Ia berujar bahwa seni kreatif tidak ada matinya di masa seperti saat ini, meski pandemi COVID-19 telah meniadakan ruang ekspresi seni akibat hilangnya event yang mewadahi kreativitas pelaku seni. Banyak komunitas seniman yang berkolaborasi mencari solusi dari rintangan tersebut hingga akhirnya muncul gagasan-gagasan baru yang akan membentuk ekosistem seni kreatif dengan cara dan bentuk baru pula.



Baca Ini Juga Yuk: semAta Gallery, Peka dengan Sekitar Melalui Pendidikan Seni

Mengingat ARTJOG 2020 ini menawarkan tema 'Resilience', Sri Sultan Hamengkubuwono X berpendapat bahwa seniman harus memiliki daya tahan dan daya lentik agar memiliki daya tawar dan daya saing, sehingga mampu berdialog dengan masterpiece seni rupa tingkat dunia. Maka dari itu, ia berujar bahwa seniman pun harus sadar perlunya manajemen pemasaran, eksebisi, dan festival.

"Saya mengapresiasi ARTJOG 2020 ini sebagai rintisan membangun pariwisata dan seni kreatif di era kebiasaan baru ini, di mana perannya diposisikan sebagai bagian dari pemulihan gerakan ekonomi kreatif yang menjadi sumber inspirasi Yogyakarta kota kreatif. Akhir kata, saya ucapkan selamat dalam melakukan kegiatan berkesenian yang sarat estetika dan etika kebaruan karena dihidupi oleh kecintaan pada seni sebagai profesi dan panggilan jiwa," pungkas Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutannya.

Perhelatan ARTJOG 2020 kali ini akan disuguhkan dengan presentasi gabungan antara daring dan luring. Acaranya sendiri berlangsung dari 8 Agustus hingga 10 Oktober 2020 di situs web www.artjog.co.id  dan Jogja National Museum. Dengan mengusung tema 'Resilience', ARTJOG menawarkan semangat untuk terus bergerak dan menguji ketahanan ARTJOG sebagai sebuah festival yang telah berlangsung selama 12 tahun.

Publik akan diajak menyaksikan presentasi audio visual yang akan memberikan pengalaman baru dalam menikmati pameran seni. Selain itu, pameran secara fisik juga masih dapat disaksikan secara langsung dengan pembatasan jumlah pengunjung dan dengan prosedur kesehatan yang sesuai dengan arahan pemerintah.

Program pameran juga akan terus diiringi oleh kehadiran program-program edukasi seperti Curatorial Tour dan Meet the Artist yang akan dilangsungkan secara daring. Selain program pameran, akan hadir pula program ARTCARE yang ditujukan sebagai salah satu wujud kepedulian seniman dan pegiat seni untuk turut berkontribusi kepada seniman Indonesia dan masyarakat luas yang terdampak oleh pandemi COVID-19.

'Murakabi Movement' akan hadir sebagai program baru. Murakabi merupakan sebuah gerakan lintas disiplin yang diusung oleh seniman, arsitek, intelektual dan aktivis gerakan sosial. Dengan mengusung semangat lokal (indigenous) dan kelestarian alam, kali ini Murakabi mencoba menyuguhkan gabungan unsur material dan spiritual yang terwujud dalam unsur sandang, pangan, papan, dan puisi.

TemanBaik, pastikan kalian selalu pantau informasi lebih lanjut tentang ARTJOG di web www.artjog.co.id atau juga melalui laman sosial media mereka ya!

Foto: dok. ARTJOG/@artjog.id 

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler