Jangan Tergesa! Kenali Tahapan Belajar Tari Tradisional

Bandung - TemanBaik, familiarkah kamu dengan tarian tradisional seperti tari jaipong, tari topeng, atau tari merak? Di balik perannya sebagai identitas Nusantara, namun ada beberapa hal yang kerap terlewatkan saat kita hendak mempelajari tarian tersebut.

Saat berbincang dengan Yosep Gunawan, seniman muda sekaligus pendiri sanggar seni Pancawijaya Art, kami mendapatkan info menarik tentang proses belajar menari. Ya, menurut Yosep, kita enggak bisa langsung belajar sebuah tarian secara sekaligus. Ada beberapa tahapan yang mesti kita ketahui dulu sebelum kita mempelajari tarian tersebut.

"Saya masih ngeliat ada aja sih, pola belajar nari itu langsung ke tarian. Kayak misalnya langsung belajar nari topeng, begitu. Nah, menurut saya itu agak terburu-buru. Soalnya tarian (khususnya tari tradisional) itu adalah sesuatu yang berat untuk dipelajari," ujar Yosep.

Pertama-tama, saat kita belajar menari tradisional itu kita harus mempelajari dasar tarian. Menurut Yosep, dalam tahap belajar dasar tarian, kita akan mengenali terlebih dulu tarian yang akan dipelajari, mulai dari filosofi tariannya, sejarah tariannya. Tentu tahap ini masih jauh dari mempraktikkan tari itu sendiri.


Hal ini perlu dilewati oleh tiap penari karena sebelum menari, sang penari ini harus tahu dulu tarian apa yang akan disajikan. Selain untuk estetika, tahap ini juga berguna agar penari bisa menyelami lebih dalam makna tarian yang akan dibawakannya.

"Jadi ibarat kamu mau berkelana nih, kamu harus punya bekal dulu untuk perjalanan nanti," ujarnya.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Tahap Perkembangan Seni Rupa Pada Anak

Setelah mempelajari dasar tarian, barulah kita mempelajari tari gerak. Di tahap ini, kita akan mempelajari lebih rinci mengenai gerakan tari yang akan dibawakan. Jangan salah kira, dalam tari tradisional banyak sekali kaidah-kaidah yang mesti dipatuhi seperti misalnya jarak tatap mata, garis bayangan dalam gerak yang dilakukan, dan banyak hal lainnya.

Saat mengajar tari di sanggarnya, Yosep juga kerap menemukan adanya murid yang sudah mengenal dasar, namun perlu penyesuaian dalam tahap belajar bentuk. Nah, di sinilah tahap yang dianggapnya menantang.

"Pernah ada anak dari sanggar luar gabung ke sini. Dia dasarnya penari jaipong. Terus di sini dia belajar tari klasik. Itu pasti ada tahap penyesuaian yang lumayan," terangnya.

Setelah dua tahap ini dilewati, baru kita bisa masuk tahap belajar tari kreasi. Di tahap ini, kita bisa mempraktikkan tarian yang dipelajari, mengombinasikan gerak, dan elemen lainnya sebelum menyajikan tarian dalam pentas.

Wah, cukup panjang juga ya perjalanan seorang penari tradisional. Jangankan untuk bisa sampai nampil di panggung besar berskala internasional. Untuk mempelajari sebuah tariannya saja, seorang penari bisa menghabiskan waktu yang cukup lama. Maka dari itu, tak ada salahnya kita acungkan jempol untuk para penari tradisional Indonesia.

Nah, bagaimana TemanBaik? Apakah kamu pernah belajar tarian tradisional? Lalu, tarian apa yang pernah kamu pelajari?

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler