Menyulap Daun Kering Jadi Karya Seni

Demak - TemanBaik, bagi sebagian orang, daun kering dianggap sebagai sesuatu yang tak bermanfaat. Bahkan, kehadirannya kadang dianggap sebagai sampah semata.

Namun, di tangan Andra Fahreza (24), daun kering justru bisa diolah menjadi karya seni bernilai tinggi. Ia mengolahnya jadi aneka produk kerajinan tangan yang unik dan terkesan natural.

Bersama timnya, Andra menyulap daun kering menjadi buket, dekorasi rumah dan kamar, hingga frame atau bingkai foto. Daun yang dimanfaatkan adalah daun jagung dan daun palem.

Selain berbahan dasar daun kering, ia juga memanfaatkan 'sampah' dan tanaman lain, seperti biji pinus, gandum, padi, dan cantel. Semua bahan baku untuk produk kerajinannya dibeli langsung dari petani.

Tak hanya dari petani lokal, Andra juga mendapatkan suplai bahan dari para petani di luar Demak. Misalnya dari Kabupaten Karanganyar, Lawu, Jepara, hingga Surakarta.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Simak, Ada Keseruan Apa Saja di Festival KEMBALI 2020

Pundi-pundi rupiah pun berhasil didapat berkat ketekunan dalam mengolah bahan-bahan tersebut. Meski saat ini cukup terkendala mencari bahan baku karena adanya pembatasan kegiatan di beberapa wilayah, Andra tetap menjalankan usahanya.

Ia melakoni usaha kerajinan tangan tersebut sejak enam bulan lalu. Ia menyediakan produk jadi. Sehingga, konsumen yang menginginkan produknya bisa langsung membeli tanpa harus menunggu lama. Namun, ia melayani pemesanan custom alias sesuai keinginan konsumen.

"Customer bisa request pesanan yang diinginkan. Sehingga, ada rasa kepuasan badi yang memesan," kata Andra di laman resmi Pemprov Jawa Tengah.

Untuk harga, yang ditawarkan pun cukup beragam. Harganya mulai dari Rp30 ribu hingga ratusan ribu. Tentu ini akan disesuaikan dengan kerajinan apa yang dibuat. Tingkat kerumitan dan kesulitan mendapatkan bahan baku juga jadi salah satu penentu harga.

"Tergantung kesulitan dalam proses pengerjaannya juga dan berapa banyak bahan yang dibutuhkan," jelas Andra.

Meski tergolong masih baru, usaha yang dijalankan Andra ini sudah memiliki pangsa pasar cukup luas. Sebab, selain menjual secara fisik, ia juga menjual dengan mengandalkan pemasaran daring. Sehingga, pesanan datang dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Bogor.

"Pemasaran kita lakukan melalui media online seperti Instagram, Facebook, Whatsapp, dan berbagai marketplace lainnya," tutur Andra.

TemanBaik, terinspirasi dari apa yang dilakukan Andra? Kamu juga bisa kok melakukannya. Jika kamu jeli, banyak usaha yang bisa dilakukan meski di tengah pandemi. Bahkan, usaha yang dilakukan bisa memanfaatkan barang bekas atau bahan lainnya yang justru dianggap orang lain sebagai sampah.

Foto: dok. Diskominfo Demak/www.jatengprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler