Begini Seru dan Mudahnya Membuat Kaos Tie Dye Sendiri

Bandung - TemanBaik, tak hanya keren dan diminati banyak orang saja, motif ikat celup atau tie dye juga tergolong mudah diaplikasikan di pakaianmu. Seperti apa sih caranya?

Perajin tie dye sekaligus pemilik merek 'Outfit of Tie Dye', Aryadi Maulana Putra menyebut, proses pembuatan tie dye selain relatif mudah, murah, juga menyenangkan. Bahkan, hanya bermodalkan menonton tutorial di YouTube, ia yang awalnya enggak tahu sama sekali tentang cara pembuatan kaos tie dye, kini sudah jadi perajin tie dye.

Untuk membuat pola tie dye, tentu kamu harus punya kaos polos terlebih dahulu. Kaos polos yang kamu miliki idealnya berwarna putih. Menurut Aryadi, kaos putih akan membuat warna kaos tie dye mu akan lebih cerah. Meski begitu, kaos dengan warna lain pun sah-sah saja bila hendak kamu aplikasikan menjadi tie dye.

Selain kaos polos, kamu juga perlu membeli beberapa properti lain seperti benang dan pewarna. Oh ya, kamu juga memerlukan wadah seperti ember yang dapat digunakan saat proses pewarnaan.

Pada dasarnya, untuk membuat kaos tie dye kita perlu menjumput terlebih dulu sebagian dari kain kaos yang akan dimotif. Lalu kain yang dijumput kemudian diikat dengan tali. Ada banyak kreasi motif yang bisa kamu sesuaikan saat proses penjumputan. Setelah diikat, baru kita masuk tahap pencelupan. Nah, setelah dicelup, barulah kaos dijemur tanpa terkena sinar matahari langsung.

Baca Ini Juga Yuk: Menyulap Daun Kering Jadi Karya Seni

Karena tidak ada aturan baku dalam pembuatannya, Aryadi menyebut ada banyak metode pewarnaan yang bisa dilakukan dalam pembuatan kaos tie dye. Metode pewarnaannya bergantung pada pola atau jenis tie dye yang akan dibuat. Dan hal yang mungkin tidak diketahui sebagian orang adalah kerumitan produksi satu kaos tie dye bergantung pada pola tie dye itu sendiri.

Membuat jenis tie dye stripe atau garis menurut Aryadi punya tingkat kerumitan yang lebih tinggi ketimbang jenis tie dye yang secara visual hasilnya lebih "ramai" seperti jenis spiral. Hal ini menjadi unik, karena justru pola tie dye yang terlihat simpel malah harus melewati proses pewarnaan yang relatif rumit.

Sebetulnya ada banyak jenis pewarna yang bisa digunakan. Namun, Aryadi menggunakan dua jenis pewarna yaitu pewarna dingin seperti remasol dan pewarna panas yaitu wantex. Maksud dari pewarna dingin dan panas adalah pewarna dingin adalah pewarna yang bisa diterapkan tanpa perlu dididihkan terlebih dulu. Ada pula metode pewarnaan tie dye dengan menggunakan pemutih pakaian. Nah, metode satu ini bisa digunakan jika kaos yang dijadikan bahan adalah kaos dengan warna hitam atau warna gelap.

"Kalau pewarna dingin itu harganya lebih mahal, bisa lima kali lipat. Pewarna panas itu harganya lebih murah, tapi proses pembuatan lebih rumit. Harus dipanasin dulu," terangnya.

Selain itu, pembuatan kaos tie dye juga bisa dilakukan kapanpun. Aryadi menyebut, caranya yang simpel, dan waktu pewarnaannya yang cepat membuat ia bisa menjalankan usaha rumahan ini sambil mengerjakan hal lain. Ia biasanya melakukan pewarnaan pada malam hari. Alasannya agar kaos tie dye yang sudah diwarnai bisa didiamkan di waktu ia beristirahat.

Sebab, ia pribadi mengaku tak jarang merasa penasaran ingin membuka ikatan dari jumputan kain yang sudah diwarnai. Padahal, kalau kita sering membuka ikatan kain karena penasaran akan bentuknya, boleh jadi tie dye buatan kita akan jadi tak semaksimal rencana awal karena warna yang belum kering akan menyebar ke bagian yang boleh disebut tidak diinginkan si perajin.

"Nanti warnanya luber gitu, jadi kayak kurang maksimal aja. Makanya saya kalau bikin tie dye itu malam hari, saya tinggal tidur sambil jemur aja. Nanti pas udah kering, baru dibuka ikatan-ikatannya," ujar perajin yang juga aktif bermusik bersama Sangkuryoung Brass Band ini.

Karena prosesnya yang mudah, murah, dan menyenangkan. Ditambah lagi dengan popularitasnya yang kini sedang meningkat, terpikirkah kamu untuk menjajal pembuatan kaos tie dye ini di rumah? Lalu, motif tie dye apa yang sekiranya terbayang di benakmu?

Foto: Ilustrasi Unsplash/Sharon McCutheon

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler