Festival KEMBALI2020, Hadirkan Energi Positif dengan Kreatif

Ubud - TemanBaik, sebentar lagi Festival KEMBALI 2020 segera dimulai loh. Festival KEMBALI20 merupakan perayaan sastra, kuliner, seni, dan budaya yang merupakan gabungan dari Ubud Writers & Readers Festival dan Ubud Food Festival. Sebagai bentuk adaptasi di tengah kondisi pandemi saat ini, Festival KEMBALI 2020 akan diselenggarakan dengan format digital atau daring. 

Sebelum festival ini dimulai pada 29 Oktober hingga 8 November 2020 mendatang, Beritabaik.id berkesempatan untuk menghadiri "KEMBALI 2020: A Rebuild Bali Festival Virtual Press Call" pada Senin (26/10/2020). Dalam kesempatan ini hadir pula lima pembicara yang akan turut memeriahkan KEMBALI20 nantinya, yaitu Janet DeNeefe sebagai pendiri KEMBALI20, Ben Bland sebagai penulis buku Man of Contradictions: Joko Widodo and The Struggle to Remake Indonesia, jurnalis fesyen dan pegiat keberlanjutan Bandana Tewari, penulis dan jurnalis asal bali Oka Rusmini, dan salah satu penulis perjalanan di Indonesia, Agustinus Wibowo. 

"Karena COVID-19 awalnya festival ini ditunda. Tapi walaupun ditunda, perencanaannya tetap berjalan. Situasi ini membuat kita harus berpikir keluar dari hal yang biasa," ujar Janet DeNeefe saat ditanya tanggapannya mengenai festival KEMBALI20 yang tetap berlangsung di tengah kondisi pandemi. 

Konsep ide dan nama dari KEMBALI20 sendiri diakui Janet DeNeefe berawal karena festival ini kembali hadir dengan format yang berbeda. Membawa kembali Bali pada masyarakat Indonesia dan dunia dan diharapkan dapat menghadirkan energi positif dengan cara yang kreatif. 



Baca Ini Juga Yuk: Catat! Ini Deretan Program Seru dari KEMBALI2020

Bicara soal KEMBALI20 yang diselenggarakan secara virtual, tentu saja hal tersebut merupakan dampak dari situasi pandemi saat ini yang membuat kita harus banyak diam di rumah dan tidak sebebas dulu untuk berkeliling Indonesia bahkan dunia. 

Namun, menurut salah seorang penulis perjalanan dari Indonesia, Agustinus Wibowo, sebenarnya melakukan perjalanan tidak harus selalu bicara soal perjalanan fisik, seperti kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tapi dalam kondisi saat ini kita bisa melakukan perjalanan soal kenangan dan jiwa. 

"Bisa mencari arti situasi ini bagi kita. Bagaimana dunia akan berubah. Perubahan yang mendasar sekarang kita bisa pergi dengan mudah dan situasi pandemi saat ini sangat berbeda," ujar Agustinus Wibowo. 

Tentu kondisi pandemi saat ini juga tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan dan pariwisata. Tetapi kita juga perlu tetap memperhatikan aspek lain seperti lingkungan. Membahas soal ini, festival KEMBALI20 juga menghadirkan Bandana Tewari, seorang sustainable activist

Melalui KEMBALI20 virtual press call, salah satu hal yang Bandana sampaikan adalah mengingatkan kita untuk tidak serakah dan menghargai proses dari setiap produk yang dibuat terutama dalam hal fesyen. 

Tidak hanya itu, virtual press call KEMBALI20 ini juga membahas soal buku pertama dalam bahasa Inggris yang membahas tentang presiden RI saat ini, Joko Widodo. Buku ini ditulis oleh Ben Bland, seorang Direktur Program Asia Tenggara Lowy Institute di Sydney. 

Bagaimana TemanBaik, pembicara dan topik yang dibawakan dalam festival KEMBALI20 ini sangat beragam, bukan?

Festival KEMBALI20 yang diselenggarakan secata virtual tentu  memudahkan kita sebagai khalayak untuk ikut serta didalamnya. Bagaimana tidak? Ketika festival ini diselenggarakan secara virtual, tentu setiap orang dari belahan dunia manapun bisa turut menikmatnya tanpa harus datang ke Bali. 

Selain itu, ternyata KEMBALI20 yang diselenggarakan secara virtual juga mendapat antusias yang baik dari para pengisi acaranya. 

Seperti yang disampaikan ikeh Oka Rusmini, seorang jurnalis sekaligus penulis buku asal Bali. Menurutnya, festival KEMBALI20 yang diselenggarakan secara virtual memudahkan penulis untuk bisa berkomunikasi antar negara. 

Oka yang aktif menulis soal perempuan di Indonesia ini mengaku tak lama lagi ia akan meluncurkan sebuah buku yang berisi tentang Bali dan Indonesia dari sisi politik, budaya, dan agama khususnya yang berdampak langsung pada perempuan dan masyarakat daerah. 

"Jarang ada yang menulis soal Bali langsung dari perspektif perempuan asal Bali. Saya menulis esai rentang kritik kepada pemerintah dan kebijakan yang ada di Bari dari kacamata orang Bali," terang Oka Rusmini. 

Janet Deneefe, Ben Bland, Bandana Tewani, Oka Rusmini, dan Agustinus Wibowo hanya lima dari 100 pembicara yang akan hadir dalam festival KEMBALI20. Menarik bukan, TemanBaik?

Nah, jika TemanBaik penasaran, yuk langsung saja ikuti keseruannya dan cari informasi lebih lanjut soal KEMBALI20 pada situs ubudwritersfestival.com atau diberbagai platform media sosial mereka di @ubudwritersfest ya!

Foto: dok. Yayasan Mudra Saraswati/KEMBALI2020

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler