Bertemu Aneka Hewan dalam Pameran Lukis 'Fauna'

Bandung - TemanBaik, ada pameran lukis keren nih. Judulnya pameran lukis 'Fauna'. Digelar di Galeri Komunitas Hegarmanah, Gg. Cikapundung No. 34 Bandung, pameran ini menampilkan ragam satwa dari berbagai ukuran, periode, dan tempat hidup mulai darat, laut, hingga udara.

Beritabaik.id punya kesempatan untuk mengunjungi pameran ini pada Kamis (28/1/2020). Di tiap sudut ruang-ruang di sepanjang Galeri Komunitas Hegarmanah telah nampil karya dari 16 pameris, antara lain: Abun Adira, Andi Yudha Asfandiyar, Andry Kusnadjadja, Farida Wahyu, Ho Se Chen, Ida Farida, Ie Lie Yong, Paramita, Pega Gunawan, Ratman DS, Rendra Santana, Setiyono Wibowo, Sipin Lim, Yoris Tenza, Yoyo Hartanto, dan Zhang Ting Ie.

Mereka menuangkan karya dengan medium kanvas, kertas, dengan memanfaatkan beragam material mulai dari cat minyak, pastels, akrilik, hingga bolpoin.


Kami juga berjumpa dengan dua pameris pada pameran tersebut. Pertama, Yoris Tenza, yang kebetulan merupakan pemilik Galeri Komunitas Hegarmanah. Kepada kami, Yoris menyebut kalau pameran ini merupakan upaya pelepasan ekspresi dari ke-16 pameris. Kendati tidak seluruhnya pameris ini tertarik dengan fauna, namun mereka melampiaskan ekspresinya dalam wujud fauna.

"Arahnya sih lebih kepada menunjukkan teknik melukis dan keindahan dari satwa atau fauna itu sendiri. Enggak ada pesan khusus sebetulnya. Bentuk ekspresi yang dituangkan sebagai lukisan fauna," ujar Yoris.

Secara visual, ragam fauna tersebut disajikan dalam bentuk yang bervariasi. Mulai dari visual yang sungguh realis alias mendekati bentuk aslinya, hingga pendekatan gambar konsep alias sketsa, seperti yang dilakukan Andi Yudha Asfandiyar pada karyanya bertajuk 'Orangutan' dan 'Love'.

Dalam karya ini, Andi menggunakan medium kertas dan bolpoin. Ia mencoba menceritakan bahwa tidak ada yang mampu menggantikan sifat penyayang dari hewan eksotis khas Indonesia, yaitu Orangutan. Sedangkan pada karya bertajuk 'Love', ia juga mencoba mengangkat perihal kasih sayang, yang bahkan ada dalam diri Harimau Sumatra yang identik dengan karakter pemangsa.

Masih dalam kesempatan yang sama, kami juga berbincang dengan pameris lainnya, Rendra Santana. Ia melukis karya 'Kopi dan Rembulan', yang terinspirasi dari pemandangan yang dilihatnya sewaktu malam. Rendra melakukan pendekatan personal dengan karyanya.



Baca Ini Juga Yuk: Ngobrolin 'Self Portrait' Bersama Ali Mecca

Artinya, ia melukis sesuatu yang dekat dengan dirinya. Lukisan dengan gaya ekspresif yang menggambarkan suasana malam ini dituangkan dalam medium kanvas dan cat minyak. Hasilnya adalah lukisan bak potret kucing dan suasana kota di malam hari yang romantis.

"Proses kreatifnya tiga hari. Jadi si kucing ini saya kasih nama Kopi awalnya. Orang banyak ngira kalau judulnya Kopi dan Rembulan ini ada secangkir kopi di dalam bingkainya. Tapi, saya sih mencoba menangkap apa yang dekat dengan saya saja. Dan peristiwa kucing yang tiba-tiba muncul di jendela ini begitu melekat di kepala, sehingga saya coba tuangkan ke dalam lukisan," ujar pelukis yang mentranskrip gambar dari kamera ponselnya tersebut.

Alur pameran dari mulai awal masuk hingga sudut bangunan galeri menawarkan pengalaman visual yang menyenangkan. Kita dibuat senang dan gemas dengan lukisan kucing yang sarat akan nuansa realis di lorong pertama masuk. Lalu dibuat menjelajah ke alam terbuka saat melihat lukisan kuda dengan latar belakang laut, atau lukisan harimau pemangsa dengan sentuhan sketsa, merasa hangat dengan melihat lukisan kumpulan burung dan anjing yang begitu akrab, hingga ada romantisme tersendiri saat melihat visual kucing dengan latar belakang nuansa kota pada karya 'Kopi dan Rembulan' di sudut ruang pamer.

Sebagai informasi, Galeri Komunitas Hegarmanah nampak aktif menggelar acara pameran seni. Sebelumnya, mereka menggelar pameran fotografi dengan tema self portrait atau potret diri. Ke depannya, Yoris selaku perwakilan galeri menyebut kalau pihaknya sedang mempersiapkan pameran visual dengan tema still life.

TemanBaik, jika kamu hendak berwisata visual dan ingin 'bercengkrama' dengan fauna-fauna yang ada di Indonesia, pameran ini menarik banget untuk kamu datangi. Namun, jangan lupa terapkan protokol kesehatan, ya.

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler