Rahasia di Balik Keindahan Wayang Golek

Bandung - TemanBaik, kamu tentu sudah enggak asing kan dengan wayang golek? Wayang ini terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa hingga membentuk tokoh pewayangan. Warna-warni pun disematkan, termasuk pakaian yang semakin merepresentasikan tokoh pewayangan.

Di baik keindahan bentuknya, tahu enggak jika ternyata wayang golek ini terbuat dari kayu khusus? Artinya, enggak sembarangan kayu bisa dipakai menjadi bahan baku pembuatan wayang golek.

Kayu yang digunakan untuk membuat wayang golek berasal dari jenis pulai atau lame. Pohon ini memiliki nama ilmiah Alstonia scholaris. Kenapa sih pembuat wayang golek memilih kayu dari pohon ini?

Sebab, kayu dari pohon pulai punya tekstur dan warna menarik sebagai bahan dasar. Selain itu, kayu pulai juga mudah dipadat. Alasan lainnya, kayu pulai tahan terhadap perubahan cuaca, baik dingin maupun panas. Jadi, enggak heran jika kayu ini dipakai untuk pembuatan wayang golek.

Apalagi, pertunjukkan wayang golek bisa digelar di mana saja dengan kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Sehingga, wayang golek yang ada akan tetap awet meski lingkungannya mengalami perubahan.



Baca Ini Juga Yuk: Kolaborasi Seni Ciamik dalam Pagelaran 'Natas Nitis Netes'

Dilansir dari laman Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI Kebun Raya Bogor, pohon pulai merupakan jenis pohon yang tingginya bisa mencapai 40 meter. Pohon yang sudah tua memiliki batang dengan alur yang sangat jelas, memiliki sayatan berwarna krem, dan mengeluarkan getah berwarna putih.

Diameter pohon pulai bisa mencapai 125 cm dengan daun tersusun melingkar dan berbentuk lonjong. Buah pohon pulai berbentuk lonjong dengan panjang 15-32 sentimeter berwarna hijau muda hingga kecoklatan, mengering dan merekah.

Pohon pulai juga memiliki bunga banci berbilangan lima, panjang bunga lebih dari 1 sentimeter berwarna hijau atau krem pada percabangannya, kelopak berbagi, daun mahkota berlekatan membentuk buluh yang relatif panjang, serta perhiasan bunga tersusun spiral.

Pohon pulai ini tersebar luas di Asia Pasifik, mulai dari India dan Srilanka, daratan Asia Tenggara dan Cina Selatan, serta di seluruh Malaysia hingga Australia utara dan kepulauan Solomon. Di tempat alaminya, pohon pulai tidak dapat tumbuh pada tempat dengan temperatur udara kurang dari 8 derajat celcius.

Pohon ini juga banyak dijumpai di dataran rendah dan pesisir dengan curah hujan tahunan 1.000-3.800 milimeter. Namun, pohon pulai juga dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian kurang dari 1.000 mdpl.

Foto: Ilustrasi/Djuli Pamungkas
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler