Pameran Seni 'Under Eighteen', Unjuk Gigi Para Seniman Cilik

Bandung - Pameran bertajuk 'Under Eighteen' digelar di Grammars, Jl. Cihapit No. 6, Bandung. Pameran ini menampilkan karya dari seniman muda dari semAta Art School.

Dalam keterangan resminya, Wilman Hermana selaku Fasilitator di semAta Art School menyebut kalau pameran ini merupakan kesempatan bagi teman-teman semAta Art School untuk terjun bertemu dengan publik setelah melalui proses cukup panjang menghasilkan karya masing-masing.


Lewat pameran ini, kita bisa menyadari bahwa tiap anak-anak memiliki mental kreatif yang dapat terus diasah lewat kegiatan seni dan dimanfaatkan dalam keseharian. Selain itu, pameran ini menjadi pengalaman untuk teman-teman art studio yang sudah berusaha menyampaikan ide, perasaan atau pendapatnya yang tertuang dalam karya.

Proses teman-teman art studio yang dipamerkan ini mewakili proses teman-teman lain yang bergabung di semAta selama 8 tahun ini dari berbagai level. Ada 5 penampil yang disorot dalam pameran ini, yaitu Chellia, Fathi, Keiko, Kirana dan Raushan.

Baca Ini Juga Yuk: Rahasia di Balik Keindahan Wayang Golek

Pertama ada Chellia Aulia (15 tahun). Ia mengeksplorasi bunyi-bunyian yang direkam, lalu mencoba memvisualisasikan bebunyian tersebut ke dalam bentuk lukisan. Ketertarikannya terhadap musik membuat dia konsen untuk bermain dan bereksplorasi sambil berkarya.

Selanjutnya ada Fathi (12 tahun) atau dikenal dengan sebutan orchid kiddo. Ia mampu menyebutkan jenis beserta nama latin dari tanaman yang dia amati. Kecintaannya terhadap tanaman, terutama anggrek, mengantarkan Fathi ke dunia flora. Tidak hanya mendalami secara sains tapi menuangkannya dalam bentuk karya-karya gambar anggrek yang dipadukan dengan rumah, orang dan tubuh.

Ketiga, ada Keiko (11 tahun) memiliki kesenangan bermain gim daring (game online). Menurutnya, keseruan bermain gim membuatnya terus berpikir untuk tetap selalu menang. Dalam karya-karyanya Keiko menggambarkan karakter imajinatif pada gim-nya, yaitu 10 karakter yang masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan.

Lalu ada Kirana (12 tahun) yang menggemari dunia anime. Kegemarannya itu membuatnya dia selalu ingin mencoba hal-hal baru. Pada semester ini, Kirana membuat animenya sendiri lewat bantuan pen tablet digital. Karya digitalnya menceritakan Kirana yang hidup dalam dunia khayalan ciptaannya. 

Terakhir, ada Raushan (12 tahun) yang memiliki hobi menonton film dan makan. Ia mendapatkan ide untuk mengolah dan membuat karya makanan yang digabungkan dengan karakter-karakter dari film, karya ini dibuat menggunakan cat air. Menurutnya makanan sangatlah penting, perang akan tercipta hanya karena merebutkan makanan.

"Chellia, Fathi, Keiko, Kirana dan Raushan adalah sekelompok kecil teman-teman art studio tahun ini yang menemukan kesenangan dalam berkesenian untuk memaknai maupun menyampaikan pendapat lewat karya seni," ujar Wilman.

Menyaksikan pameran ini seolah membuat kita merasa kembali ke masa kanak-kanak. Dari segi visual, media yang sederhana, serta perkakas gambar seperti krayon dan pensil warna, seluruhnya membangkitkan kenangan lawas semasa indah dulu.

TemanBaik, masih ada waktu untuk bernostalgia dengan sajian visual di masa kecil dengan mampir ke pameran ini. Sebab, pamerannya masih bisa kamu saksikan hingga tanggal 1 April 2021 mendatang. Jangan sampai kelewatan ya!

Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler