Keren! Siswa di Prancis Belajar Gamelan, Sampai Bikin Konser

Bandung - TemanBaik, tahu kan dengan alat musik gamelan? Ya, gamelan adalah alat musik tradisional khas Jawa. Di Indonesia, gamelan ini terus diupayakan berbagai pihak untuk dilestarikan.

Tak hanya di Indonesia, loh. Gamelan ini justru berusaha dipopulerkan hingga ke luar negeri. Bahkan, baru-baru ini gamelan dipelajari sejumlah siswa sekolah dasar dan menengah di Kota Dole, Prancis. Tak hanya siswa, guru-gurunya juga turut belajar gamelan.

Pelatihan dilakukan di La Fabrique, Kota Dole, Prancis. Pesertanya berasal dari sekolah Jean Jaures de Vals di Dole dan siswa sekolah dari kota-kota sekitarnya, seperti Ucel, Aisac, Asperjoc, Entraingues, dan Labegude.

Mereka mendapatkan pelatihan seni gamelan selama tiga pekan. Pelatihan ini diprakarsai Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kota Paris, Pemerintah Kota Dole, dan Asosiasi Kotekan. Tak tanggung-tanggung, jumlah peserta dalam pelatihan ini mencapai 300 orang.

Baca Ini Juga Yuk: Pesan Penuh Makna dari "Resort Festive 2021"

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Paris, Warsito, mengatakan para peserta pelatihan sangat antusias mempelajari gamelan. Mereka juga terlihat begitu menikmati permainan dan alunan musik yang dihasilkan melalui gamelan.

Ia pun berharap melalui gamelan dan pelatihan tersebut jadi magnet tersendiri bagi warga Prancis dan dunia untuk berkunjung ke Indonesia. Harapan besarnya, gamelan akan makin dikenal warga dari berbagai negara.

"Kita lihat dari wajah siswa-siswi SD (dan peserta lainnya) yang ada di Kota Dole ini sangat antusias sekali belajar gamelan. Semoga dengan dikenalkannya alat seni gamelan ini kepada warga Prancis, kebudayaan Indonesia akan lebih dikenal oleh masyarakat dunia," kata Warsito di laman kemdikbud.go.id.

Dalam pelatihan itu, para peserta tak hanya berlatih gamelan. Mereka diajak untuk mempelajari dan mengenal budaya Indonesia, geografi, hingga bahasa Indonesia. Cara ini diharapkan makin menambah rasa penasaran warga Prancis untuk mengenal Indonesia lebih dalam.

"Mereka menjadi semakin tertarik untuk datang ke Indonesia," ungkap Warsito.

Warsito sendiri sempat berbincang dengan orang tua siswa yang jadi peserta pelatihan gamelan. Kesan positif diungkapkan orang tua tersebut. Mempelajari gamelan dinilai bukan hanya belajar musik tradisional, tapi ada makna lain yang bisa dipetik.

Gamelan dinilai dapat mempelajari arti kebersamaan. Sebab, bermain gamelan tak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Bisa sih dilakukan sendiri-sendiri, tapi tentu tak akan menghasilkan harmoni musik yang indah. Oleh karena itu, perlu kebersamaan dan harmoni yang baik di antara para pemain gamelan.

Setelah mengenalkannya, Warsito berharap gamelan bisa dipelajari lebih banyak orang di Prancis, terutama di Kota Dole. Sehingga, akan semakin banyak yang mencintai dan turut melestarikan gamelan.

"Semoga seni gamelan ini masuk kurikulum  di sekolah nantinya," harap Warsito.

Pelatihan sendiri ditutup dengan konser oleh para peserta dan profesional dari Asosiasi Kotekan. Hasilnya, usai mengikuti pelatihan singkat, harmoni gamelan bisa tersaji indah. Sementara selain dalam upaya pengenalan dan pelestarian budaya, pelatihan itu diharapkan juga mempunyai dampak lain yang tak kalah besar.

"Kegiatan ini menjadi bagian penting dari hubungan bilateral Indonesia-Prancis," ucap Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Prancis Fernando Alwi.

Foto: dok. www.kemdikbud.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler