'The Lyrics of Self Acceptance', Cara Berdamai Lewat Seni

Jakarta - Seniman Yuki Agriardi baru saja meluncurkan buku berjudul 'The Lyrics of Self-Acceptance'. Buku ini terbit di bawah naungan penerbit Gramedia Pustaka Utama.

Dalam keterangan resminya, 'The Lyrics of Self Accteptance' coba menghadirkan seni terapeutik atau therapeutic art. Ini merupakan bidang pemulihan kesehatan mental lewat media seni. Melalui buku ini, Yuki coba mengekspresikan apa yang ia rasakan. Ia merasa memendam perasaan sendiri bukanlah cara yang tepat, apapun yang kita rasakan. Gambar dipilih sebagai cara Yuki bercerita.

Gambar-gambar yang dihasilkan Yuki pada periode 2017-2019 kemudian dikumpulkan dan disajikan berdampingan dengan sekumpulan lirik, menjadi cikal bakal 'The Lyrics of Self-Acceptance'. Terbitnya buku ini juga merupakan bagian dari seri karya terbaru milik Yuki berjudul 'Future Habitat of Happiness, yang datang dari proses menyelidiki kesejahteraan batin manusia dengan memahami dirinya sendiri dan segala kegaduhan yang ia rasakan secara internal.

Material karya Yuki secara dominan menggunakan oil pastel dan kertas. Ia menyebut keduanya bersifat langsung dan tak memiliki perantara antara dirinya dan karya yang akan dibuat.

"Oil pastel saya pilih karena sifatnya immediate atau langsung. Nggak ada perantara antara tangan kita, tubuh kita, dengan material dan kertas, jadi apa yang saya rasakan energinya langsung tersalurkan lewat goresan, gerakan tangan saya, lewat material tersebut dan akhirnya terekam di kertas tersebut," ujar Yuki.


Baca Ini Juga Yuk: Ini 10 Pemenang Program Penulis Emerging di UWRF 2021

Sebagai informasi, Yuki sebelumnya sudah lebih dulu dikenal sebagai seniman yang sering berkarya dengan warna biru dan gambar binatang. Namun, dalam buku 'The Lyrics of Self-Acceptance' ia menggunakan berbagai warna, seolah mengungkapkan bahwa setiap fase menuju penerimaan diri tidak bisa diratakan pada satu perspektif, alasan, dan masalah, seperti terlihat dengan ledakan warna dan pengalaman di dalam buku ini.

Namira Daufina selaku Editor & Content Manager Pear Press menyebut cara berkarya Yuki menarik dan juga sangat relevan dengan kebutuhan masa kini. Ia menyoroti karya ini sebagai sesuatu yang menarik. Namira juga berharap 'The Lyrics of Self-Acceptance' dapat memberikan manfaat dan dampak yang sama besar dan sama banyaknya.

"Kami percaya substansi buku ini sangat kaya, walaupun disampaikan lewat lirik-lirik yang pendek. Substansi yang sebenarnya datang dari kejujuran Yuki sendiri, sebagai manusia zaman sekarang yang memiliki multi-identitas, sebagai seniman, sebagai dosen, sebagai desainer, dan tentunya sebagai pribadi tanpa embel-embel identitas tersebut," ujar Namira.

Setelah dua kali terjual habis lewat program prapesan di lokapasar, 'The Lyric of Self-Acceptance' sudah resmi dijual di berbagai toko buku baik toko buku fisik maupun daring mulai Rabu, 30 Juni 2021 kemarin. Buku ketujuh hasil dari kolaborasi PT Simpul Aksara Grup dan Gramedia Pustaka Utama lewat label Pear Press sejak 2019 ini dicetak dengan seluruh halaman berwarna dan dibanderol dengan harga Rp98 ribu.

Jangan sampai kehabisan ya, TemanBaik!

Foto: Dok. Gramedia Pustaka Utama


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler