Ketegasan Makna Hidup dalam Pameran ‘Transmutasi’

Bandung - Seniman Arti Sugiarti menggelar pameran bertajuk ‘Transmutasi’ di The Huis Gallery, Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung. Lewat karya-karyanya, Arti mengeksplorasi kebebasan lewat bentuk tubuh perempuan.

Dalam pengantar pamerannya, seniman berambut gimbal ini menyebut melukis merupakan upaya baginya menemukan gambaran sekaligus membebaskan diri dari ketatnya belenggu keseharian. Guratan warna eksploratif, distraksi di setiap objek, serta keberanian yang tersirat dari bentuk tubuh manusia seolah jadi sesuatu yang melekat.

Pameran ini dibuka sejak Minggu (5/9/2021). Sebagai catatan, pameran ini menampilkan karya-karya Arti sejak 2015 hingga 2021.

“Judul transmutasi itu lahir karena saya berkarya itu enggak selalu memikirkan (hasil akhir karya) yang utuh (secara bentuk). Tetapi saya memasukkan pula hasil pemikiran lain yang menjadi potongan di dalam bentuk utuh dari karya saya,” kata Arti.

Hampir seluruh karya yang dipamerkan menampilkan objek perempuan. Perempuan ditampilkan secara utuh, maupun potret wajahnya saja. Nah, menariknya, kebanyakan objek tersebut tidak nampil secara utuh, melainkan selalu ada bagian atau potongan bentuk lain yang seolah mendistraksi keutuhan objek.

Bagi Arti, potongan-potongan yang seolah mendistraksi keutuhan objek dalam karyanya memiliki nilai tersendiri dalam proses kreatif dirinya. Potongan-potongan bentuk tersebut juga disimbolkan sebagai cerita kehidupan. Menurut Arti, kadang kehidupan tidak melulu bercerita tentang keutuhan.

“Dalam hidup, kadang apa yang kita perjuangkan tidak selalu utuh (hasil akhirnya),” sambungnya.

Baca Ini Juga Yuk: 'Menunda Kekalahan', Karya Todung Mulya Lubis di Dunia Sastra

Ketidakutuhan itu juga nampak dari eksplorasi warna yang coba ditampilkan. Kendati sepintas guratan-guratan warna yang dibentuk seolah tak beraturan dan tak berkesinambungan, akan tetapi hal tersebutlah yang membuatnya jadi menarik.

Hal itu makin kuat jika ditambah filosofi Arti mengenai ketidakutuhan itu sendiri dengan hidup manusia. Terkait bentuk tubuh perempuan sebagai objek yang dominan ditampilkan dalam pameran ini, ia menyebut itu sebagai bentuk keutuhan dan kebebasan berpikirnya sebagai seorang perempuan.

Selain mengeksplorasi kanvas dan akrilik sebagai medium dan material, Arti juga menggoreskan kuas di atas genting. Karya di atas genting ini digabungkan dengan judul ‘Genting Harapan’.

Baca Ini Juga Yuk: Feminisme dan Semangat Juang dalam Pameran Tunggal Tjutju Widjaja

Mengenai karyanya ini, Arti menggambarkan kehidupan manusia yang memerlukan perlindungan dan kenyamanan dalam hidup ke dalam guratan warna. Ia juga menyimbolkan genting dengan keadaan terburuk yang mungkin dialami manusia.

“Jadi, segenting apapun hidup, manusia harus tetap punya harapan,” tegasnya.

Oh ya, sebagai informasi, pameran ini merupakan salah satu rangkaian acara Bandung Art Month 2021. Pameran ini bisa kamu kunjungi setiap harinya di The Huis Taman Budaya Jawa Barat sampai 12 September 2021 nanti ya, TemanBaik. Tentu dengan mengikuti protokol kesehatan dan melakukan perjanjian dulu dengan pihak panitia untuk bisa mengapresiasi secara langsung.

Jangan sampai terlewatkan ya. Selamat mengapresiasi!


Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler