Perkembangan Fotografi dalam 'Experimental and Abstractions'

Bandung - TemanBaik, ada pameran forografi bertajuk 'Experimental and Abstractions' nih di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung. Pameran ini menghadirkan invasi mesin di tengah manusia ke dalam bentuk foto.

Kegiatan ini masih bagian dari rangkaian acara 'Road to Bandung Photo Triennale'. 'Bandung Photo Triennale' sendiri diawali dari kegiatan 'Bandung Photo Showcase' sejak 2015 silam.

Barangkali ada di antara kamu yang enggak asing dengan hajat tahunan ini? Nah, keinginan mengulang animo serta kemeriahan Bandung Photo Showcase ini terwujud, walau kini kedua hajatan fotografi ini berjalan masing-masing.

'Experimental and Abstractions' sendiri merepresentasikan abstraksi bentuk yang dihasilkan dari ornamen fotografi. Para seniman menampilkan karya yang mengadopsi elemen fotografi.

Pameran ini menampilkan karya 10 seniman Indonesia dan mancanegara. Ada nama Anh-Thuy Nguyen (Amerika Serikat), Iswanto Soerjanto (Indonesia), Lavender Chang (Singapura), Michael Binuko (Indonesia), Naraphat Sakarthornsap (Thailand), Piyatat Hemmatat (Thailand), Sabrina Asche (Jerman), Shiho Yoshida (Jepang), Sophie Chalk (Amerika Serikat), serta Yixiu Guo (Singapura).

Baca Ini Juga Yuk: Kebaruan Media Fotografi dalam 'Welcome to The Machine'

Perkembangan fotografi dari masa ke masa secara tidak langusng mengubah unsur-unsur di dalam fotografi itu sendiri. Sebut saja di masa fotografi masih menggunakan teknologi mesin dan cairan kimia. Nah, unsur-unsur tersebutlah yang dieksplorasi para seniman ini.

Dalam sesi tur bersama kami, Henrycus Napitsunargo selaku kurator pameran, menjelaskan sajian karya-karya seniman berbasis fotografi ini tidak lepas dari invasi atau kehadiran kamera di tengah kehidupan manusia.

Ia menyoroti pesatnya perkembangan invasi yang dimulai sejak pertengahan abad ke-19, salah satunya peluncuran kamera compact perdana Kodak pada akhir dekade 1880. Sejak saat itu, semua orang bisa menggunakan kamera.

Ia juga menyebut sifat dokumentatif dalam fotografi pada akhirnya memungkinkan kita mengetahui lingkungan dunia yang sebelumnya tidak kita ketahui.

Dari sana, muncul perubahan kultural dan 'tabrakan' dalam kebiasaan berfotografi yang menghasilkan etika dan estetika. 'Tabrakan' dalam kebiasaan berfotografi inilah yang coba dilebur dalam karya-karya yang dipamerkan.

Baca Ini Juga Yuk: Ketegasan Makna Hidup dalam Pameran ‘Transmutasi’

"Tanpa sadar, di sana tumbuh perilaku seseorang di depan kamera, bagaimana seseorang mencitrakan diri mereka di depan kamera. Dan menariknya, perilaku memotret di tiap wilayah itu berbeda," ujar Henry.

'Experimental and Abstraction' merupakan representasi abstraktif dari metafora personal yang dibangun kokoh para seniman. Mereka merespons terbentuknya kehidupan yang dekat dengan mesin sebagai dampak dari aneka industri saat ini.

Karya para seniman ini seakan merecah elemen-elemen dasar fotografi, lalu merekonstruksinya kembali untuk mempertanyakan, mengkritik, dan menggeser perspektif terhadap makna mesin hari ini.

TemanBaik, pameran ini sayang sekali dilewatkan begitu saja, mengingat pesan-pesan di dalam karya yang nampil begitu mendalam. Apalagi, sajian visualnya pun ciamik. Kamu bisa menikmati pameran ini sampai 10 Oktober 2021 mendatang.

Jangan lupa terapkan protokol kesehatan saat berada di luar rumah ya. Selamat mengapresiasi!


Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler