Menelisik Masa Lampau Keluarga Tionghoa Era 1950-an

Bandung - Ada sajian menarik dalam rangkaian 'Bandung Photography Month 2021'. Di sini ada archive performance alias pertunjukan arsip bertajuk 'Projek/Pribumi' yang sayang banget kalau dilewatkan!

Penampilan arsip ini merupakan karya kolaborasi Agung Eko Sutrisno, Asep Saepulloh, dan Danny Lukita Tanudjadja. Ketiganya menelusur arsip lawas warga keturunan Tionghoa di Bandung pada dekade 1950-an dan coba melihat perspektif mereka di masa tersebut.

Saat memasuki ruang pamer, nampak sebuah meja dan kursi, beberapa berkas, lampu gantung, koleksi foto lawas, serta pakaian yang seolah menggambarkan nuansa ruang tengah rumah keluarga keturunan Tionghoa. Sepintas, imaji yang lumayan mendekati saat kita berada di sini adalah nuansa rumah Gie dalam film 'Soe Hok Gie' yang tayang pada 2005 silam.

Oh ya, untuk bisa menikmati pameran ini, kita perlu memutar suara yang sudah disimpan dalam sebuah alat pemutar. Kamu bisa meminta bantuan panitia untuk mengaksesnya. Suara tersebut menampilkan rekaman musik serta tutur cerita dari pameris. Bukan sembarang suara, sebab secara tanpa sadar kita seolah dibawa masuk ke dalam nuansa rumah warga keturunan Tionghoa di Indonesia pada masa itu.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Intip Karya Foto Keren di 'Bandung Photography Month'

"Berawal dari penemuan arsip surat yang dikirim seorang warga Tionghoa dari Peiking ke ayahnya di Bandung dan akta pengajuan permindahan kewarganegaraan pada 1958, kami menelusuri arsip apa saja yang kami temukan. Apa saja yang terjadi di Bandung pada tahun 1958, terutama dalam perspektif warga keturunan Tionghoa," tulis mereka mengenai pertunjukan arsip ini.

Kisah dari penampilan arsip ini dibuka lagu pop balada dengan sentuhan gitar nilon dan vokal. Menohoknya lirik sendu dibalut nada khas musik Melayu seakan membangun ambience lawas di ruang pamer.

Meski bisa saja dinikmati tanpa bantuan suara, namun, tetap file suara ini berpengaruh besar sebagai pendamping kita saat mengamati satu per satu arsip lawas, mulai dari deretan foto, surat dari kampus, akta kelahiran, perpindahan kewarganegaraan, foto keluarga, hingga pernak pernik lainnya.

Baca Ini Juga Yuk: Sketsa Urban & Cerita Menarik dalam Pameran 'Serap Tampak Tapak'

Setelah lagu berakhir, suara tetap berputar dengan menampilkan cerita tentang pertunjukkan ini. Setelah mendengarkan rekaman suara, kami menyimpulkan pameran ini adalah pencarian identitas diri warga Indonesia keturunan Tionghoa pada 1957 hingga dekade 1960-an, di mana pada saat itu Indonesia disebut sedang mengalami masa nasionalisasi. Cerita itu juga menampilkan bagaimana asal mula masuknya warga Tionghoa sebelum akhirnya menetap di Indonesia.

Menikmati pertunjukan ini seperti berwisata ke masa lampau. Agak sulit menjelaskannya kembali, tetapi kemungkinan besar kamu pun bakal merasakan sensasi yang tak jauh beda saat menikmati pertunjukkan 'Projek/Pribumi' ini.

TemanBaik, jangan sampai dilewatkan, ya! Kamu masih bisa mengunjungi pameran ini di Lantai 3 Pasar Cikapundung, Bandung. Oh ya, selain itu juga, besok, Selasa, 16 November 2021, bakal ada penutupan Bandung Photography Month yang menampilkan para pameris. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa melihatnya di Instagra @bandungphotographymonth. Jangan lewatkan keseruannya ya!


Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler