Sosok Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR yang Sederhana

Bandung - Basuki Hadimuljono adalah pria asal Solo yang dikenal sejak menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabinet Kerja Jokowi periode 2014-2019. Sebelumnya, Basuki juga telah sukses menjalankan perannya sebagai Direktur Jenderal Penataan Kementriaan Pekerjaan Umum hingga kemudian dinilai mumpuni untuk mengisi posisi sebagai Menteri PUPR. 

Basuki Hadimuljono lahir di Surakarta, 5 November 1954. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Geologi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, kemudian dilanjutkan Magister S2 dan menyelesaikan gelar Doktor S3 Teknik Sipil di Colorado State University, Amerika Serikat.

Dibekali sikap disiplin dari ayahnya yang berprofesi sebagai anggota TNI Angkatan Darat, Basuki sudah terbiasa dengan tanggung jawab. Selain disiplin dan bertanggung jawab, Menteri Basuki juga dikenal karena kesederhanaan dan sejumlah prestasi yang membanggakan atas kinerjanya. 

Proyek-proyek 
Pada tahun 2015, proyek-proyek Jalan Tol Cikopo-Palimanan di Jawa Barat telah selesai pembangunannya dan resmi beroperasi sejak 12 Juni 2015 yang lalu. Jembatan Ir Soekarno di Manado, Sulawesi Utara juga telah selesai dan diresmikan pada 28 Mei 2015. 

Masih di tahun yang sama, Jembatan Merah Putih di Ambon, Maluku pun telah berhasil diselesaikan. Bendungan Jatigede, Jawa Barat pun sudah mulai diisi sejak 31 Agustus 2015, disusul Bendungan Nipah di Provinsi Jawa Timur pada November 2015 serta Bendungan Bajul di Jawa Timur.

Basuki bersama Kementrian PUPR juga memastikan kalau proyek infrastruktur akan berjalan sesuai rencana. Proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan pun hampir tidak mengandung bahan-bahan impor yang tinggi. 

Rencananya pada akhir tahun 2019, Kementrian PUPR akan menambah panjang tol sekitar 68 kilometer menjadi 1850 kilometer. Selain itu, Basuki juga ingin meresmikan salah satu proyek jalan tol antara lain Tol Pejagan-Pemalang dan juga Tol Pemalang-Batang di akhir tahun 2018 ini. 

Sederhana
Mantan Dirut PT WIKA ini sudah dikenal luas sebagai pribadi sederhana. Salah satunya, ia tak malu menggunakan handphone jadul. Kala itu ia kepergok wartawan tengah membawa handphone seri lama. Walau mengaku tak malu menggunakan handphone tua untuk alat komunikasi, namun ia tak mau saat wartawan memotretnya. Sepertinya ia enggan jika disebut pencitraan karena gaya hidupnya itu.

Ia juga kerap memantau pengerjaan proyek yang dilakukan PUPR langsung ke lapangan. Bahkan ia kerap menggunakan sepeda motor dan tanpa pengawalan saat memeriksa pekerjaan proyek. Pakaiannya pun tak seperti pejabat mentereng. Pakaiannya pun tak seperti layaknya pejabat dengan jas dan kemeja, cukup dengan polo shirt dan topi saja sehingga ia kerap tak dikenali sebagai menteri.

Penghargaan 
Pada November 2016, Basuki menerima penghargaan dari Asean Federation Engineering Organization (AFEO) atau organisasi insinyur di Asean untuk kategori AFEO Distinguished Honorary Fellow pada acara 34th Conference of The Asean Federation of Engineering Organization (CAFEO) di Puerto Princessa, Palawan, Filipina.

Penghargaan tersebut Ia dapatkan berkat kontribusinya dalam bidang keinsinyuran di Asean serta proyek infrastruktur yakni pengembangan Jalan Lingkar Nagreg, Jembatan Merah Putih di Ambon dan Telkomsel Merah Putih. Proyek-proyek tersebut dianggap merupakan solusi signifikan di lingkungannya.

Menteri Basuki juga berhasil meraih penghargaan International Lifetime Contribution Award 2017 dari perhimpunan Insinyur Jepang atau Japan Society of Civil Engineers (JSCE) pada Juli 2017. Basuki menjadi tokoh Indonesia pertama yang menerima penghargaan ini karena dinilai berhasil dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia. 

Musik dan Fotografi
Selain mengurusi infrastrukstur dan proyek PUPR lainnya, Basuki juga terlibat dalam band bernama Elek Yo Band. Band ini beranggotakan sejumlah menteri, selain Basuki pada drum, ada Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf pada keyboard serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada gitar dan vokal. 

Elek Yo Band pertama kali “manggung” di resepsi pernikahan putri Praktikno di Jogja Expo Center (JEC), Bantul pada akhir tahun 2017 yang lalu. Kemudian mereka pernah juga mengisi di panggung Java Jazz 2018. 

Satu lagi hobi Basuki yang tak bisa lepas yaitu memotret. Bahkan untuk yang satu ini, Basuki tak sungkan duduk di aspal dan membaur dengan warga biasa. Pasti banyak yang tak akan mengira ia adalah seorang menteri. 



Foto: pu.go.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler