Ayam Ayaman Laris, Reza & Sari Jadi Inspirator Bisnis Online

Bandung - Sempat patah arang karena bisnis kulinernya sempat surut, dua sahabat Reza Firmanda dan Sri Sugiarti Purwitasari kini justru jadi inspirator bisnis berbasis digital. Laris manis dipesan online, usaha Ayam Ayaman milik keduanya dinobatkan sebagai Top 10 Go Food 2018.

Tahun lalu, Gojek Indonesia membukukan 529 juta pengiriman makanan dan minuman, dan ayam jadi salah satu favorit pemesanan loh. Tak disangka, momen hit ini juga mendatangkan keuntungan manis buat Reza dan Sari. 

"Bisnis Ayam Ayaman sih sudah dimulai sejak 2014 setelah saya dan Sari resign dari pekerjaan masing - masing. Awalnya di garasi rumah saya dengan alat masak seadanya, sampai akhirnya kami berpindah - pindah tempat dan mencapai penjualan tertinggi di kedai Tubagus Ismail Bandung," ujar Reza kepada kepada BeritaBaik belum lama ini. 

Sebelum meroket seperti saat ini, masa pahit berbisnis juga sempat dialaminya saat ia membuka kedai di kawasan LRE Martadinata. Waktu itu omzetnya sempat anjlok, dengan pendapatan per hari cuma Rp 400 ribu saja. Enggak mau menyerah, Reza dan Sari pun mengubah bidikan pasarnya ke arah mahasiswa.

"Karena di Jalan Riau makin sepi, akhirnya kami putuskan pindah ke Siliwangi. Alhamdulillah di situ Ayam Ayaman mencatatkan pendapatan tertinggi. Kedai kami juga jadi kedai favorit anak ITB, bahkan saat pindah ke Tubagus Ismail juga penjualan dine in tetap bagus," papar Reza.

Memanfaatkan booming pengiriman makanan secara online, geliat bisnis dari jobalan ITB ini juga terlihat makin moncer. Bahkan saat ini, 65 persen penikmat Ayam Ayaman berasal dari online, khususnya Go Food.


Cewek berusia 29 tahun ini mengisahkan, setiap hari kedai Ayam Ayaman miliknya disesaki anak mahasiswa mulai dari pukul 21.00 keatas hingga surut di jam 3.00 pagi. Begitu juga dengan pemesanan online, jam favorit itu selalu di pukul 23.00  sampai 24.00 malam.

"Kami sih enggak menyebutkan Ayam Ayaman sebagai kuliner malam. Tapi kebetulan buka 24 jam jadi menjelang malam justru orang - orang datang ke kedai. Untuk order online juga ramainya di pas malam," tandas Sari.

Di tahun kelima usia bisnisnya, kini Reza dan Sari bisa mengekspansi bisnisnya hingga ke Jakarta. Sementara di Bandung, kedainya ada di Tubagus Ismail dan kampus ITB. Ke depan, keduanya juga sepakat untuk terus memperkuat lini usahanya dengan platform teknologi digital.

Bagi mereka, bisnis di era digital memang harus pintar memanfaatkan Unicorn atau raksasa perusahaan sekelas Gojek. Sari berpendapat, bisnis online sangat pas dijalani para startup milenial yang punya modal terbatas tapi risikonya sangat kecil.

"Alhamdulillah Ayam Ayaman sekarang sudah bisa mencapai omzet rata rata Rp  8 juta sampai 14 juta per hari. Tapi ke depan kami akan lebih fokus menjalankan konsep jualan online, karena memang trennya sekarang digital dan risikonya kecil," tukas Sari.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler