Prie Aprianto Bikin Ikan Bakar Pinggir Jalan Jadi Menu ala Resto

Bandung - Bisnis apapun butuh keseriusan untuk mencapai sukses di kemudian hari. Jatuh bangun itupun sempat dilakoni Prie Aprianto Wibowo (43), pemilik Restoran Ikan Reds Dipo Bandung.

Ia menyebut dirinya sendiri sebagai 'tukang ikan'. Karena memang sejak 16 tahun lalau ia fokus menggeluti usaha kuliner ikan goreng dan bakar. Dulu, Apri mengawali usaha dengan membuka warung tenda sederhana di bilangan Jalan Diponegoro.

Siapa sangka, kini bisnis ikannya sudah berubah jadi resto besar di lokasi yang strategis di Jalan Dipatiukur No 5 Bandung. Semula, ia hanya menjual beberapa jenis ikan laut saja hingga akhirnya bisa dikembangkan dalam konsep resto dengan 74 pilihan menarik.

"Aku sih cuma 'tukang ikan' yang tendanya punya ciri khas berwarna merah, makanya diberi nama Reds Dipo. Dulu bidikannya hanya mahasiswa dengan usia 18 sampai 25 tahun aja, makanya harganya dibuat murah, menunya simpel dengan konsep warung gaul," ujar Prie Aprianto Wibowo saat dijumpai di Resto Reds Dipo, Kamis (14/3/2019).

Apri mengisahkan, saat masih jualan di warung tenda, ikan bakarnya hanya digandrungi mahasiswa pendatang yang terbiasa melahap ikan laut. Sementara orang Bandung, kebanyakan sih enggak suka karena alasan bau amis yang kurang bersahabat di lidah.

Hingga suatu hari ia mendapatkan pengalaman dari salah satu pelanggannya yang salah order. Waktu itu yang dipesan ikan bakar, tapi pegawainya telanjur menggorengnya. Alhasil karena enggak mau menunggu lama, si customer keukeuh pengin ikan goreng saja yang selanjutnya dibakar.

Baca Ini Juga Yuk: Ayam Ayaman Laris, Reza & Sari Jadi Inspirator Bisnis Online

"Diluar perkiraan, yang tadinya salah pesan malah terkesan dengan ikan goreng yang dibakar tadi. Dia menyimpulkan rasanya jaug lebih enak. Sejak saat itu ikan goreng bakar khas Reds Dipo dikenal luas karena si pelanggan itu yang menyebarluaskannya," paparnya.

Belajar dari pengalaman baik, pengusaha yang sempat kuliah di Universitas Parahyangan ini enggak pernah mengabaikan selera pelanggannya. Misalnya saat akan menghadirkan ikan barakuda, ia sengaja memberikan gratis menunya agar dicicipi.

"Ikan bakar barakuda kan jadi menu andalan di sini. Sebelum diangkat ke list menu aku seolah bikin polling dengan ngajak pelanggan icip gratis. Ternyata cara itu lebih efektif, apalagi pecinta Reds Dipo kebanyakan para cewek. Bagi saya mereka pasar yang paling menjanjikan," bebernya.

Saat ini, ayah empat ini mengaku masih fokus menjajal bisnis ikannya yang baru saja dibuka pada Januari 2019. Ia sih berharap setiap orang jadi hobi makan ikan agar gaya hidupnya lebih sehat.

Di sisi lain, ia juga pengin menghilangkan anggapan kalau ikan itu bau amis. Baginya, ikan jenis apapun bisa jadi enak saat diracik dengan bumbu yang tepat. Ia juga optimistis, dengan konsep jualan yang menarik, pamor ikan bakal semakin melejit dan disukai banyak orang.


Foto: Dokumentasi Prie Aprianto Wibowo


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler