Kisah Inspiratif Sofiah, Tunanetra yang Jadi Guru SLB di Bandung

Bandung - TemanBaik, ada kisah inspiratif nih dari sosok bernama Sofiah (45). Ia merupakan guru di SLB Negeri A Kota Bandung yang sudah mengajar selama 13 tahun.

Sofiah sendiri seorang tunanetra sejak lahir. Menjadi guru merupakan cita-cita pertamanya sejak kecil. Setelah sempat beberapa kali mengubah cita-cita, ia akhirnya mantap menjadi guru.

Usai menuntaskan pendidikan sebagai guru pendidikan luar biasa (PLB), ia sempat menjalani beberapa profesi. Baru pada 2006, ia mulai menjadi guru di SLB Negeri A Kota Bandung hingga sekarang. Siswa-siswi yang diajarnya adalah para tunanetra di kelas 4.

Sebagaimana guru SD, ia mengajar beberapa mata pelajaran umum, seperti matematika, IPA, dan IPS. Tapi, bukan sekedar ngajar mata pelajaran loh. Sofiah juga menjadi motivator bagi anak didiknya.

"Selain ngasih pembelajaran, saya sering sisipkan pengalaman saya ke anak-anak," ujar Sofiah kepada BeritaBaik, Rabu (10/4/2019).

Berita Foto: Salut, Siswa di Sekolah Luar Biasa Bermain Gamelan

Kepada anak didiknya, Sofiah sering mengungkap berbagai pengalaman pahitnya. Di saat yang sama, ia juga sering mengungkap pencapaian dirinya yang kini bisa hidup mandiri tanpa tergantung pada orang lain.

"Kalian harus seperti ibu, harus bisa mandiri. Kalian harus lebih bisa, harus lebih mampu dari Bu Sofi," tutur Sofiah mencontohkan motivasi untuk siswanya.

Perempuan kelahiran Palembang, 15 September 1973 itu, mengaku banyak mengalami hal pahit. Tapi, hal itu membuatnya semakin termotivasi untuk membuktikan diri bahwa ia bisa jadi orang yang mandiri.

Ia pun cukup lama merantau. Sejak usia 9 tahun, ia belajar di salah satu SLB di Jakarta. Hingga akhirnya, ia lulus setelah kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Dengan menjadi guru, Sofiah berharap bisa memberi manfaat bagi orang lain. Ia pun merasa ada kepuasan batin saat pengajarannya dipahami oleh anak didiknya.

Tapi, bukan hal mudah loh mengajar anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka punya daya tangkap berbeda dalam menerima suatu pembelajaran. Sehingga, ia harus pintar-pintar dalam mengajar. Ia pun selalu berusaha memahami perilaku dan kemampuan anak didiknya.

Sofiah juga harus sabar saat mengajar. Sebab, tingkah siswa di sekolahnya sama seperti anak lain seusianya. Ada yang jahil, pendiam, serta berbagai perilaku lainnya. Tapi, berbagai tingkah anak-anak itu seolah memberi warna tersendiri dalam kehidupan Sofiah.

Soal mimpi besarnya, Sofiah tidak mau muluk-muluk. Baginya, yang terpenting pelajaran yang disampaikan bisa diterima dan dipahami dengan baik oleh siswa.

"Buat saya yang penting mereka bisa melebihi saya pintarnya, itu aja sudah senang. Yang penting muridnya melebihi gurunya (dalam berbagai hal)," tutur Sofiah.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler