Nabila Ishma, Aktivis Anak Ini Memulai Kiprahnya di Usia 10 Tahun

Bandung - Jangan tercengang ya kalau TemanBaik ketemu dengan cewek berhijab yang satu ini. Di balik wajah cantiknya yang menggemaskan, ternyata Nabila Ishma Nurhabibah seorang aktivis tangguh di bidang perlindungan anak dan perempuan. Wah keren ya!

Ya, siapa pun pasti merasa kagum loh dengan kiprah yang sudah dijalaninya. Percaya enggak sih kalau Nabila sudah aktif sebagai aktivis sejak ia berusia 10 tahun. Bahkan di saat teman sebayanya masih asyik main, si cantik ini justru sudah menyumbangkan banyak waktu dan gagasannya untuk permasalahan anak.

"Dulu banyak yang memandang sebelah mata, karena disebut anak kecil yang ikut-ikutan orang dewasa. Tapi bagi saya, yang memahami dunia anak justru ya anak-anak. Kepercayaan diri itu lah yang membuat saya aktif di bidang perlindungan anak dan perempuan," ujar Nabila kepada BeritaBaik belum lama ini di Bandung.

Gadis yang sempat menduduki jabatan Wakil Ketua Forum Anak Nasional ini menceritakan, selama 8 tahun terjun sebagai aktivitas banyak pengalaman penting yang sudah dipetik. Salah satunya saat ia menangani anak-anak bermasalah seperti terjerat Narkoba, anak jalanan hingga permasalahan psikologis.

"Ada rasa bangga sih, saat lelah saya dan Forum Anak Nasional bisa menolong anak yang bermasalah. Rasanya hidup saya kaya manfaat, saat mengubah anak yang dulu enggak sekolah dan terjerat masalah, hidupnya sekarang lebih positif. Bahkan dia lulus masuk perguruan tinggi negeri ternama," bebernya.


Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran ini mengisahkan, awal ketertarikannya sebagai aktivis juga dimulai saat ia terpilih menjadi finalis Sehari Menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Enggak sebatas memerankan, Nabila justru semakin tergerak untuk meneruskan kiprahnya di luar ajang tersebut. 

Bahkan saat lulus SMA, ia juga sepakat memilih jurusan hukum karena punya cita-cita kuat jadi hakim yang khusus menangani kasus anak. Menurutnya,  saat ini Indonesia memang belum memiliki hakim yang khusus menangani peradilan anak.

"Kenapa ambil kuliah hukum pidana, ya karena saya ada target ke depan bisa menjadi ahli hukum atau hakim yang khusus menangani peradilan anak. Bahkan penasehat hukum khusus anak juga masih jarang. Jadi saya pengin terjun ke arah sana," katanya. 

Melihat usianya yang baru menginjak 18 tahun, cara pandang Nabila memang melompat lebih jauh dari teman seusianya. Pola pikir ini juga yang membawanya ke berbagai forum dan komunitas positif di tanah air.

Meski diklaim masih remaja, dengan penuh keberaniannya Nabila rela menolong anak-anak di bawah umur yang terpuruk atau menghadapi pengalaman buruk.

"Pokoknya aku menggali banyak pengalaman saat bikin gerakan Cari tahu, Dekati, Empati Forum (CDEF). Setidaknya aku memberikan dukungan awal pada beberapa kasus sebelum akhirnya permasalahan itu ditangani secara profesional. Gerakan ini penting bamget karena kepedulian terhadap kasus anak di Indonesia terhitung masih rendah," rincinya.

Nabila berharap nih TemanBaik, lewat dedikasinya di bidang perlindungan anak dan perempuan, akan semakin banyak generasi milenial yang peduli dengan permasalahan traumatik dan kasus intimidasi yang dialami anak Indonesia.


Foto: Dini Yustiani/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler