Kepala IGD RSHS Berbagi Kisah 29 Tahun Jalani Profesi Dokter

Bandung - TemanBaik pernah merasakan saat sedang asyik bersama keluarga, teman, atau melakukan kegiatan lain, lalu tiba-tiba harus pergi dan bekerja? Pasti hal tersebut bikin kesal, apalagi jika waktu bersama orang-orang terdekat sangat terbatas.

Hal ini yang sering dialami seorang dokter. Mendapat panggilan darurat jadi hal biasa bagi mereka. Bahkan, meski sedang tidur lelap, saat telepon berbunyi dan mendapat panggilan ke rumah sakit untuk menangani pasien, secepat mungkin dokter harus berangkat.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dr. Dodi Tavianto, Sp.An(K) pun sudah kenyang dengan hal seperti itu. Apalagi, ia sudah sejak tahun 1990 menjadi dokter.

Bahkan, sejak tahun 2000 ia menjadi dokter spesialis anestesi. Kehadirannya sangat dibutuhkan dalam proses operasi. Sehingga, kapan pun ia dipanggil ke rumah sakit, ia harus segera meluncur.

Sudah tak terhitung momen berharga bersama orang terdekat yang akhirnya terganggu atau hilang karena panggilan profesi. Ia memandang itu sebagai sebuah risiko profesi. Suka atau tidak suka, hal itu harus dijalani dengan ikhlas.

"Ini balik lagi ke komitmen kita sebagai dokter. Seperti saya dokter anestesi, sewaktu-waktu bisa dipanggil untuk operasi. Tapi itu sudah komitmen saya, ketika saya ambil (spesialis) anestesi, berarti kehidupan saya harus siap diganggu," ujar Dodi kepada BeritaBaik.id di RSHS, Kota Bandung, Selasa (8/10/2019).

Baca Ini Juga Yuk: Begini Metode Fakultas Kedokteran UI Cegah Skizofrenia Kambuh

Meski seringkali waktu berharganya terganggu, ia merasa tak terbebani. Apalagi, keluarganya sangat mengerti dengan profesi Dodi sebagai dokter. Di saat yang sama, ia pun menikmati profesi tersebut karena ada sebuah misi besar.

"Kalau kita bisa memberi pengertian (ke keluarga), semua bisa diminimalisir. Tapi untungnya kalau saya pribadi gampang saja (memberi pemahaman ke keluarga) dan dibawa happy saja. Kerja itu ibadah," ungkapnya.

Menurut Dodi, terganggunya waktu adalah hal lumrah bagi seorang dokter. Apa yang dialaminya pasti pernah dialami dokter-dokter lain. "Jadi dokter itu sudah berkomitmen akan melayani pasien. Kalau enggak mau (waktu) terganggu, ya jangan jadi dokter," tuturnya.

TemanBaik, masih berpikir profesi dokter itu enak? Coba deh bayangkan ada di posisi mereka. Kehilangan waktu berharga bersama orang terdekat hanya jadi contoh kecil. Di luar itu, banyak dinamika kehidupan dokter yang mungkin enggak terpikir oleh kamu.

Terbayang enggak bagaimana perasaan seorang dokter saat tak bisa merayakan ulang tahun anaknya karena harus melakukan operasi? Terbayang enggak bagaimana kesedihan dan pengorbanan istri serta anaknya?

Dokter juga manusia kok. Mereka butuh waktu bersama orang-orang terdekat dan menikmati kehidupan pribadinya. Tapi, mereka sering mengorbankan waktunya demi pasien. Salut, respek besar untuk para dokter!



Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler