Anton Taufik, Sosok Pengajar Tuli Serba Bisa di SLBN Cicendo

Bandung - Mungkin beberapa dari TemanBaik mengira kalau dalam satu sekolah, guru hanya mengajar satu mata pelajaran saja kan? Tapi berbeda dengan Anton Taufik, sosok guru yang satu ini, mengajarkan beragam pelajaran dan keterampilan kepada murid-muridnya loh.

Anton Taufik atau Pak Anton adalah seorang guru penyandang tunarungu. Ia sudah dua puluh tahun mengabdikan dirinya sebagai guru di SLB Negeri Cicendo Bandung.

"Saya menjadi guru sejak tahun 1999, awalnya sebagai guru menjahit sampai tahun 2012," jelas Pak Anton kepada BeritaBaik.

Setelah menjadi guru di bagian menjahit, pada tahun 2012 ia menjadi guru di bagian otomotif sampai tahun 2016. "Dari tahun 2016 sampai sekarang jadi guru di bagian kriya kayu," ujar pria kelahiran Bandung, 14 Oktober 1967 ini.

Tak hanya itu saja loh TemanBaik, selain menjadi guru kriya kayu, pria yang hobi bermain bulutangkis dan voli ini juga mengajar pantomim. "Saya mengajar pantomim ekstrakurikuler anak-anak sekolah buat Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)," paparnya.

Pak Anton bercerita kalau anak-anak senang dengan berbagai keterampilan tersebut dan ia berusaha mengajarkan dengan baik. "Anak-anak di sekolah senang. Anak-anak bisa (mengikuti pelajaran) tapi beda-beda kesulitannya. Saya bantu sebisa saya," jelas Pak Anton.

Kegemarannya akan olahraga bulutangkis pun membawanya menjadi pengurus organisasi olahraga disabilitas National paralympic Committe Indonesia (NPCI).

Kini, ia menjadi pelatih bulutangkis bagi disabilitas. "Saya juga pelatih bulutangis disabilitas tunarungu, tunadaksa dan tunagrahita di NPCI," tutur Pak Anto.

Di antara sejumlah keterampilan yang disebutkan, Pak Anton mengatakan kalau ia paling suka mengajar otomotif. "Saya suka mengajar otomotif tapi setiap tahun saat kenaikan kelas, jadwal pelajaran guru-guru bagian ganti-ganti gitu," pungkasnya.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler