Kenalan dengan Pengusaha Properti Termuda di Asia Tenggara

Bandung - Di kalangan pengusaha properti, ia disebut-sebut sebagai pengusaha properti termuda. Tak hanya di Indonesia, ia adalah yang termuda di kawasan Asia Tenggara. Usianya saat ini 24 tahun. Ya, 24 tahun TemanBaik!

Pria kelahiran Bandung pada 1995 silam ini punya cerita menarik. Abdul Madjid Alziandani atau yang akrab disapa Alziandani ini menyimpan cerita yang menarik.

Selayaknya anak-anak, ia tumbuh dengan berbagai keceriaan khas anak kecil. Tapi, bakat dan kemauannya berbisnis sudah mulai terbangun sejak SD. Ia mulai mencoba berjualan keripik.

"Dari SD saya sudah jualan, beli keripik kiloan, terus saya pecah jadi kecil-kecil. Sebelum main bola, saya jual ke teman-teman," ujar Alziandani.

Seiring berjalannya waktu, selepas lulus SMP, ia justru tidak melanjutkan jenjang pendidikan ke SMA. Ia lebih memilih mengikuti program Paket C. Bukan karena orang tua tak mampu menyekolahkan, pilihan itu justru keputusannya sendiri. Ia ingin belajar sesuatu yang memang ingin dipelajarinya, yaitu berbisnis.

Bak gayung bersambut, keputusan Alziandani tak ditentang orang tua. Bahkan, ia mengaku sejak SD sudah diberi kebebasan oleh orang tua untuk menentukan jalur dan tujuan hidupnya. Sehingga, saat ia memutuskan tak melanjutkan ke SMA, ia tak menemui kendala.

Selepas SMP itulah ia memilih magang di sebuah perusahaan IT. Di situ ia tak digaji loh TemanBaik. Tapi, ia tak mempermasalahkannya. Namanya juga magang, begitu pikiran Alziandani. Melalui magang itu, ia berharap memiliki ilmu dan pengalaman.

Setelah itu, ia kemudian magang di perusahaan properti. Gajinya pun hanya Rp 300 ribu. Tapi, dari sanalah karir Alziandani di dunia bisnis properti mulai terasah. Ia mempelajari banyak hal seputar bisnis properti. Hingga di satu titik, ia akhirnya memutuskan untuk terjun berbinis properti, bukan sekadar jadi pekerja bagi orang lain.

Ditolak 67 Kali oleh Investor
Tahun 2012 menjadi titik awal bisnis properti Alziandani. Tapi, kesuksesan yang diraih bukan hal instan. Ia puluhan kali ditolak calon investor yang diajak bekerjasama untuk bisnis propertinya.

"Saya 67 kali ditolak (calon investor). Delapan bulan saya baru dapat investor, itu tahun 2013," ucap Alziandani.

Investor ke-68 itu yang kemudian jadi pembuka jalan kesuksesan. Bermula dari hanya berbisnis dua hingga tiga unit rumah, usahanya terus berkembang. Ia sendiri tak mengingat persis berapa jumlah rumah yang sudah dijualnya. Tapi, seingatnya, sudah lebih dari 100 unit, bahkan hampir 200 unit yang dijualnya.

Tak hanya di kawasan Bandung Raya, bisnis propertinya sudah merambah ke daerah lain, salah satunya di Yogyakarta. Keuntungan yang didapat pun menggiurkan. Untuk satu unit properti, ia bisa meraup untung puluhan juga hingga ratusan juta.

Berbagai kendala pun dihadapi Alziandani dalam mengurus bisnisnya. Tapi, semuanya dijalani dan dinikmati. Baginya, berbisnis memberi kenikmatan tersendiri. Semua proses, pahit dan manis, harus dijalani tanpa dikeluhkan.

Pesan untuk Anak Muda
TemanBaik, khususnya kamu anak muda, terinspirasi dengan kisah sukses Alziandani? Ada tipsnya nih. Menantu dari KH Abdullah Gymnastiar ini mengatakan keuletan dan kemauan belajar dengan keras jadi syarat utama. Jangan pernah menyerah saat memulai bisnis.

Buktinya, ia mendapat penolakan calon investor hingga 67 kali. Tapi, hal itu tak membuatnya menyerah. Ia justru makin terpacu dari penolakan dan kegagalan yang ada. Akhirnya, ia pun bisa membuktikan diri.

Selain itu, ia mengingatkan agar generasi muda memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Sebab, masa muda tak akan terulang dua kali. Jika masa muda bisa dijadikan ajang untuk menempa diri, kenapa harus membuatnya sia-sia?

"Jangan melakukan hal yang tidak ada sangkut pautnya untuk masa depan," ungkap Alziandani.

Menurutnya, daripada melakukan hal mubazir, sebaiknya waktu dimanfaatkan untuk mencari ilmu dan pengalaman. Sebab, kelak hal itu akan bermanfaat untuk membangun masa depan yang cerah.

"Banyak yang bisa dilakukan untuk sesuatu yang produktif demi masa depan," tutur Alziandani.

Pendidikan pun dirasa hal penting. Sebab, meski ia secara formal hanya lulusan SMP, tapi ia menimba ilmu hingga kuliah. Bahkan, ia sempat mengikuti studi di pra master di London, Inggris. Semuanya dijalani demi menimba ilmu.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler