Panji Ahmad Fauzan, Kurator & Biro Jodoh Satwa di Kebun Binatang

Bandung - TemanBaik pasti pernah pergi ke kebun binatang kan? Tapi, tahu enggak jika ternyata di kebun binatang ada profesi kurator? Kenalan lebih jauh yuk dengan profesi ini, termasuk salah seorang pelakunya.

Namanya adalah Panji Ahmad Fauzan. Ia sudah dua tahun menjadi kurator di Bandung Zoo Garden atau yang dulu lebih dikenal dengan sebutan Kebun Binatang Bandung. Apa sih pekerjaan kurator di kebun binatang seperti yang dijalani Panji?

Tugas Panji adalah mengkurasi setiap hewan yang ada di sana. Bukan hanya yang dipelihara, tapi juga satwa yang dikirim ke luar atau didatangkan ke Bandung Zoo Garden. Ia bahkan harus tahu sedetail mungkin data semua satwa koleksi di sana.

"Kita harus tahu ini satwanya apa saja, jumlahnya berapa, seks rasionya berapa, kita juga harus tahu proporsi umurnya dan lain-lain. Jadi kita berusaha tahu sedetail mungkin," ujar Panji kepada BeritaBaik.id.

Karena Bandung Zoo Garden adalah lembaga konservasi, ia jelas punya tanggung jawab menjaga kelestarian satwa di sana. Selain itu, ia juga bertugas untuk mengembangbiakkan satwa yang ada.

Upaya pelestarian inilah bagian paling menarik sekaligus menyenangkan bagi Panji. Sebab, ia bisa menjadi 'biro jodoh' bagi satwa di sana. "Sisi asyiknya (pekerjaan ini) adalah kita punya 'kuasa' terhadap si satwa ini, misal mau jodohin ini sama ini," ungkapnya.

Baca Ini Juga Yuk: Beruang Madu di Bandung Rayakan Ultah, Begini Kemeriahannya

Karena profesinya itu, ia berhak menentukan satwa A harus kawin dengan siapa, tapi tentunya dari jenis satwa yang sama ya! Tapi, meski menyenangkan, bukan hal mudah loh menjodohkan satwa. Sebab, ada berbagai pertimbangan dan metode agar upaya perkawinan serta pengembangbiakkan bisa berjalan lancar.

Sebagai contoh, ia harus memastikan satwa yang dikawinkan atau dipasangkan tidak memiliki ikatan darah alias bukan keluarga. Jika itu dipaksakan, risikonya akan terjadi kecacatan bayi satwa satwa yang dilahirkan kelak. Keselamatan induknya juga akan terancam. Hal seperti ini yang ia harus pastikan secara hati-hati dan detail.

"Kalau pengembangbiakkan itu harus sejauh mungkin line-nya (garis keturunannya), enggak boleh seinduk, enggak boleh adik-kakak, dan lain-lain," jelas Panji.

Kepuasan terbesarnya adalah ketika berhasil mengembangbiakkan satwa. Sebab, hal itu akan membuat koleksi satwa, terutama yang statusnya dilindungi, menjadi bertambah. Setelah bertambah, biasanya satwa akan dipelihara di lokasi atau dikirim ke tempat lain sebagai upaya pelestarian, misalnya ke lembaga konservasi lain.

"Kita senang kalau bisa menyumbangkan satu individu ke lembaga konservasi lain. Jadi kita membuat stok eksitu (hewan yang dilestarikan di luar habitat aslinya)," tutur Panji.

Tapi, meski menyenangkan, menjadi kurator memiliki risiko besar. Ia bisa sewaktu-waktu terancam keselamatannya. Sebab, selain satwa yang tergolong jinak, di Bandung Zoo Garden jelas memiliki banyak satwa liar berbahaya.

Karena itu, saat bertugas sebisa mungkin ia menjaga keselamatannya. Kewaspadaan tingkat tinggi wajib dimiliki. Ia pun harus menjalan standar operasional prosedur (SOP) dari setiap satwa yang ditanganinya.

"Risikonya di sini tentunya krja dengan satwa liar. Walaupun misalnya dia lahir di sini, dia sudah dari kecil di sini, tetap kita harus hati-hati dan kita punya SOP. Kita harus jalankan SOP, terutama untuk satwa yang potensi besar seperti gajah, kucing besar, orang utan. Kalau untuk satwa risiko rendah itu ada SOP juga, tapi enggak terlalu ketat,"pungkas Panji.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler