Putri Wahyuni, Sekuriti yang Sigap Layani Penumpang Disabilitas

Bandung - Kalau TemanBaik sempat ke MRT di gate MH Thamrin, pasti berpapasan dengan cewek cantik yang satu ini. Dia adalah Putri Wahyuni, sekuriti MRT Jakarta yang dikenal humanis dan ramah kepada para penumpang.

Setiap pagi, cewek cantik berusia 19 tahun ini sudah sigap dan siap membantu para penumpang sakit dan kaum disabilitas yang kesulitan menjangkau MRT. Tak hanya siaga dengan kursi rodanya, Putri juga selalu mengantar mereka ke lokasi ruang tunggu yang diinginkan.

"Setiap kali menyambut mereka, pasti saya harus senyum dan siap dengan kursi roda. Enggak hanya yang sakit atau susah jalan, tugas saya juga wajib mengantar disabilitas seperti tunanetra dan tunadaksa masuk MRT," ujar Putri kepada BeritaBaik.

Putri mengisahkan, sudah 8 bulan ia mengabdi sebagai sekuriti di moda kekinian itu. Selama rentang waktu itu juga lulusan Lembaga Pendidikan Penerbangan Garuda Indonesia ini kerap menemukan banyak pengalaman haru.

Tak hanya setia mendampingi para disabilitas, Putri pun kerap bertemu dengan penumpang yang sama untuk mengantarnya sampai depan lift. Lewat kebiasaan itu juga, akhirnya Putri memiliki banyak kedekatan dengan para penumpang.

Baca Ini Juga Yuk: Salut! Cipto Diharjo, Mengabdi Sebagai Anggota Linmas Sejak 1970

"Ada salah satu penumpang, Ibu Deti namanya yang setiap hari selalu komunikasi via WhatsApp. Jadi saat ia muncul saya pasti langsung menyambut. Saking dekatnya saya bisa curhat dan berbagi makanan. Pokoknya sudah kayak orang tua sendiri," ungkapnya.

Ia juga menceritakan, selama 8 jam waktu kerjanya ia memang ditugaskan untuk melayani penumpang dengan sapaan dan keramahannnya. Meski lelah, Putri mengaku sangat bersyukur bisa bermanfaat buat banyak orang, khususnya kaum disabilitas yang kerap membutuhkan bantuan.

Namun di sisi lain, cewek asal Bukittinggi, Sumatera Barat ini masih menyimpan mimpi besarnya di dunia penerbangan. Sebelum bergabung di MRT Jakarta, Putri memang punya niat berkarier di dunia penerbangan. Sayangnya, mimpinya belum terwujud karena kesempatan dan kompetisi yang ketat.

"Jujur sih saya senang dan bersyukur bisa bergabung di MRT. Tapi kan niat awal saya merantau dari Bukittinggi memang pengin berkarier di dunia penerbangan. Tapi sejauh ini sulit banget kesempatannya, sampai akhirnya takdir saya bergabung di MRT," ungkapnya.

Di luar rasa syukurnya yang berlimpah, Putri sih mengaku masih berharap bisa mengembangkan karier sesuai passion-nya.

"Target saya memang bisa lebih baik dari hari ini. Karena saya kan menyadari kemampuan juga, sebagai perempuan enggak selamanya bisa punya fisik yang kuat untuk berdiri selama 8 jam di gate MRT. Kalau ada yang lebih safety pasti aku mau," pungkasnya.


Foto: dok. Putri Wahyuni

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler