Miftahudin, Arsitek yang Sulap Bambu Jadi Produk Kerajinan

Bandung - Dalam kesehariannya, Miftahudin adalah seorang arsitek. Ia sudah menjalani profesi itu sejak 1990-an. Area kerjanya lebih banyak melingkupi kawasan Jakarta. Yang menarik dari sosok Miftahudin adalah kecintaannya pada bambu. Simak ceritanya yuk TemanBaik!

Ia memandang bambu sebagai sesuatu yang menarik. Bahkan, dalam dua tahun terakhir ia benar-benar mendalami bambu. Berbagai hal ia pelajari. Hingga akhirnya, ia justru terpikir untuk membuat produk fesyen berbahan bambu.

"Background saya sebenarnya arsitek. Cuma karena senang bambu, ya coba-coba mengolah bambu," ujar Miftahudin kepada BeritaBaik.id.

Ia ingin orang menyadari bahwa bambu punya sisi eksotis yang bisa dipadukan dengan produk fesyen. Selain itu, ia ingin membuat bambu menjadi naik kelas dan punya nilai jual tinggi.

"Saya berpikir bagaimana caranya bambu itu punya nilai plus, makanya dari situ saya coba terjun menjadikan bambu ini sebagai komponen dari fesyen," ungkapnya.

Beberapa produk kemudian berhasil ia ciptakan setelah berkali-kali bereksperimen. Awalnya, produk itu dibuat untuk dipakainya sendiri, mulai dari tas hingga kacamata. Tapi, teman-temannya justru menyukai karya Miftahudin. Sehingga, cukup banyak yang tertarik dan ingin memiliki produk buatannya.

Baca Ini Juga Yuk: Alan Makarim Produksi Mangkok Cantik dari Pelepah Pinang

Miftahudin pun kini melebarkan sayap. Setelah menciptakan lebih dari 40 produk, belum lama ini ia meluncurkan brand Nexotism. Produknya mulai dari tas, sepatu, hingga kacamata. Keunikannya, tentu setiap produk memiliki unsur bambu. Serat bambunya pun terlihat begitu jelas dan eksotis karena dipadukan dengan kulit.

Jangan tanya soal kualitas ya TemanBaik. Sebab, selama dua tahun ia benar-benar berkutat agar produk berbahan bambu yang dibuatnya benar-benar layak jual dan tentunya berkualitas tinggi. "Dia punya ketahanan yang setara dengan kulit setelah diolah," jelas Miftahudin.

Karena punya ketahanan serta tentu produknya unik, harganya dibanderol cukup mahal, yaitu di kisaran Rp1-6 jutaan. Apalagi produknya dibuat secara handmade alias buatan tangan. Selain itu, ingin mengangkat pamor bambu sebagai sesuatu yang berkelas juga jadi alasan di baliknya.

"Yang jelas, saya ingin bambu ini yang tadinya dianggap enggak berharga, biasa-biasa, jadi sesuatu yang bernilai dan sangat berharga," tutur Miftahudin.

Ia pun berharap produknya bisa disukai warga. Sebagai tahap awal, beberapa hari lalu ia memamerkan produknya di Festival Bambu Vaganza di Gedung Sate, Kota Bandung. Dipamerkannya produk Nexotism itu sekaligus sebagai launching dengan cara sederhana.

Dalam waktu dekat, produk Nexotism akan dijual secara online. Sebab, jumlah pekerja yang membantunya masih terbatas. Sehingga, ia belum bisa membuat produk dalam jumlah banyak secara singkat.

Dengan cara itu, ia berharap secara perlahan produknya bisa dikenal publik. Yang paling penting, warga diharapkan memiliki kecintaan lebih terhadap bambu.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler