Tuli Tak Jadi Halangan bagi Bonar Simajuntak Jadi Pengemudi Ojol

Bandung - TemanBaik suka pakai transportasi online? Bagaimana reaksi kamu saat mendapati pengemudi yang memberi tahu kalau dirinya tuli?

Adalah Bonar Bangun Simanjuntak, teman tuli yang saat ini mencari nafkah dengan menjadi pengemudi transportasi online, Grab. Dalam rangka Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember ini, yuk simak kisah inspiratif dari Bonar, TemanBaik!

Bonar tahu saat ia memberitahukan kekurangan dirinya pasti akan ada tanggapan yang beragam. Hanya saja, Bonar cuma ingin bekerja dan beribadah untuk menafkahi istri dan menunjang masa depan anak perempuannya. Sejauh ini sih dia tidak pernah merasa dirugikan.

Bonar adalah teman tuli pertama di Bandung yang menjadi mitra GrabBike. Dia bergabung bersama Grab sejak April 2017. Di tengah keterbatasan yang dimilikinya, Bonar tidak pernah merasa ruang geraknya dibatasi. Ia bahkan ingin mendobrak perspektif bahwa teman tuli berbeda dengan mereka yang tidak tuli.

"Saya tidak merasa minder. Saya berani. Saya merasa percaya diri dan merasa kuat juga," ujarnya kepada BeritaBaik.

Lelaki berusia 30 tahun ini biasanya mulai bekerja sejak pukul 4 subuh hingga pukul 10 malam. Hal itu dilakukannya setiap hari untuk menafkahi anak dan istrinya di rumah. Bonar punya cita-cita ingin bisa terus membiayai pendidikan putrinya hingga jenjang paling tinggi.

"Hasil kerja ini untuk keluarga. Maka saya menabung, asuransi untuk masa depan anak saya. Saya ingin anak saya kuliah. Jadi, saya menabung dari sekarang," jelasnya.

Baca Ini Juga Yuk: Kenalan dengan Nathania Tifara, Sosok Tunarungu Pendiri Guru Bumi

Sebelum menjadi driver Grab, Bonar sempat melamar pekerjaan ke beberapa tempat. Hanya saja ia harus mendapati nasib ditolak hingga empat kali.

"Saat ditolak, saya sabar dulu. Kemudian saya terpikir untuk menjadi mitra pengemudi transportasi online dan bikin foto dengan tulisan di kertas. Saya minta agar bisa bekerja di Grab. Akhirnya foto saya viral, tahun 2017 kalau tidak salah. Saya juga kaget. Orang-orang banyak berkomentar. Akhirnya, Bos Grab dari Jakarta telepon saya, hingga akhirnya saya bisa bekerja sampai saat ini," ungkap Bonar.

Seiring berjalannya waktu, teman tuli lainnya pun mengikuti jejak Bonar. Mereka mendapatkan kesempatan yang sama menjadi mitra GrabBike. Dia mengatakan, ada lebih dari 20 teman Tuli yang sudah menjadi mitra GrabBike di Bandung. Tidak jarang mereka berkumpul dan saling mentraktir.

"Kadang-kadang sering ketemu. Kadang sudah tahu bahwa kita sama-sama teman tuli, kemudian ngobrol dengan bahasa isyarat tentunya. Terus makan bareng, saling traktir-traktiran. Kadang-kadang ada perbedaan komunikasi, saya komunikasinya bisa sedikit bicara dan isyarat, tapi yang lain beda, tapi tidak apa-apa, pelan-pelan saja," bebernya.

Bonar merasa senang karena semakin banyak teman tuli yang mendapatkan kesempatan kerja di Grab. Di sisi lain, sebagai teman tuli, dia merasa tidak kesulitan berkomunikasi dengan customer. Dia sudah terbiasa menggunakan fitur berkirim pesan untuk memberitahukan bahwa dirinya tuli sejak awal.

"Biasanya customer pada ramah ke saya ketika tahu saya tuli. Kerja di Grab juga mudah. Ketika sudah sampai di tempat menjemput, saya chat customer, terus saya konfirmasi. Setelah itu saya kasih helm dan jalan seperti biasa. Kalau mau jalan pintas, mereka bisa tepuk pundak saya, misalnya kalau mau ke kanan tepuk pundak kanan dan sebaliknya," paparnya.


Foto: Dok. Grab

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler