Habibah Tulillah, Sediakan Buku Buat Anak Desa di 'Rumah Tumbuh'

Jember - Membaca adalah salah satu cara yang dapat menjadikan seseorang menjadi cerdas dan bijak. Sayangnya, keterbatasan akses literasi juga masih menjadi pekerjaan rumah besar di tanah air.

Kondisi inilah yang kemudian membuat Habibah Tulillah mulai bergerak. Bersama dengan seorang kawan dengan visi sama, Siti Nurbadriyah, Habibah mendirikan Rumah Tumbuh.

"Rumah Tumbuh adalah sebuah perpustakaan rumahan. Tujuan didirikannya adalah ingin memberi tahu ke anak-anak terutama di daerah sekitar tempat asalku bahwa dunia ini luas dan penuh dengan banyak hal. Melalui buku dan membaca, harapannya nalar mereka jadi lebih berkembang dan pola pikirnya jadi lebih baik sehingga setiap pilihan yang mereka ambil dalam hidup berdasarkan pengalaman dan pengetahuan," jelas wanita lulusan S1 Biologi ITB ini.

Habibah menuturkan bahwa di daerah asalnya di Desa Jatisari, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember--akses literasi masih sangat minim. Jika harus ke toko buku, mereka harus menempuh jarak sekitar 47 km dan menghabiskan waktu hingga 1,5 jam. Kurangnya kebiasaan membaca ini juga berdampak terhadap pola pikir dan budaya masyarakat. Alih-alih melihat dunia dengan lebih luas dan terus belajar untuk memperbaiki kualitas hidup, pola hidup yang diwariskan dalam masyarakat tersebut pun sangat sederhana: lulus SMA, bekerja apa adanya, dan menikah.

"Keadaan ini sih, yang membuat aku resah dan memicuku untuk mendirikan Rumah Tumbuh. Aku ingat betul dan mengamini salah satu kutipan dari Karl Max: 'ketidaktahuan tidak pernah menolong siapa pun.' Selain itu, Karl Max juga mengatakan bahwa dalam hidup kita harus memiliki cara pandang yang luas, yang tidak hanya berurusan dengan isi perut mereka saja, tetapi menyentuh semua aspek kehidupan: seni, sastra, kebudayaan, sejarah, filsafat, agama, dan sebagainya. Karenanya, aku jadi makin tergerak untuk mengajak masyarakat khususnya anak-anak di daerahku untuk bergerak maju, salah satunya dengan membaca di Rumah Tumbuh."

Seperti namanya, Rumah Tumbuh diproyeksikan Habibah sebagai tempat tumbuh bagi siapa saja yang ingin menumbuhkan dirinya lewat berbagai kegiatan. Selain membaca, mereka juga dapat menikmati berbagai bentukan seni atau mengetahui cara-cara berkebun secara mandiri.

Khusus untuk dua yang terakhir, Habibah mengakui bahwa belum dapat terakomodasi. Nantinya, dia ingin menjadikan Rumah Tumbuh lebih berkembang menjadi artspace yang memungkinkan pengunjung dapat mengenal dan terlibat dalam berbagai kegiatan seni dan berkebun.

Kendati demikian, Rumah Tumbuh kini juga telah menghadirkan aktivitas lain di luar perpustakaan rumah. Sejak didirikan pada 28 Oktober 2018 lalu, Rumah Tumbuh juga telah mendonasikan buku-buku ke berbagai pelosok seperti di Sokola Rimba di Jember dan pedalaman Kalimantan. Yang terbaru, Rumah Tumbuh juga sedang menyiapkan pengiriman buku ke salah satu SD di kawasan Nusa Tenggara Timur.

"Setiap orang berhak dan harus mengenal dunia serta alam semesta sebagai tempat menjalani hidup. Karena itu, melalui membaca buku, kita pun dapat menjelajahi dunia sekalipun belum berkesempatan untuk melakukannya secara langsung melalui pengalaman empiris."

Sumber gambar: dokumentasi pribadi


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler