Ini Sosok Nyata 'Oemar Bakri' Ciptaan Iwan Fals

Bandung - TemanBaik tahu enggak lagu 'Oemar Bakri' yang diciptakan dan dinyanyikan musisi legendaris Virgiawan Listanto alias Iwan Fals? Lagu ini sangat fenomenal dan masih tetap disukai banyak orang sampai sekarang.

'Tas hitam dari kulit buaya, selamat pagi, berkata Bapak Oemar Bakri. Ini hari aku rasa kopi nikmat sekali' begitu pembuka lagu Oemar Bakri.

Lagu ini menceritakan tentang sosok guru yang mengabdi sejak era kolonial Jepang hingga masa setelah Indonesia merdeka. Ia mampu melahirkan banyak orang hebat mulai insinyir hingga profesor. Tapi, ia tak mendapatkan kesejahteraan. Ke mana-mana, ia selalu menggunakan sepeda kumbang.

Sosok ini ternyata ada di dunia nyata, yaitu Landoeng yang akrab disapa Abah Landoeng. Pria asal Bandung ini kini berusia 94 tahun. Iwan Fals sendiri pernah mengungkap sosok Abah Landoeng dalam sebuah konser di Bali pada 1996. Bahkan, beberapa tahun lalu Iwan Fals juga pernah menguggah foto bersama Abah Landoeng di akun Instagram-nya.

"8 Oktober 2016, Singaraja, Bali! Bersama Abah Landoeng, guru SMP saya dan salah satu inspirasi lagu Oemar Bakri. Umur 91. Panjang umur terus bahh..," tulis IwanFals dalam keterangan fotonya.

Tak Menduga Jadi Inspirasi
Abah Landoeng sendiri mengaku sudah lama tahu bahwa lagu Oemar Bakri terinspirasi darinya. Ia tahu beberapa tahun kemudian setelah lagu itu dirilis dan terkenal. Seingatnya, ia diberi tahu langsung Iwan Fals pada tahun 1990-an.

"Abah merasa bangga banget. Lagu itu sangat berkesan," kata Abah Landoeng kepada BeritaBaik.id.

Abah Landoeng sendiri mengaku menjadi guru selama 44 tahun. Ia pensiun pada 1993. Selama menjadi guru, penampilannya sama persis dengan yang diceritakan pada lagu Oemar Bakri. Ia menggunan tas hitam dan sepeda kumbang.

"Sampai sekarang juga masih begitu penampilan Abah, ke mana-mana selalu pakai sepeda," ucapnya.

Pria kelahiran 11 Juli 1926 ini pun tetap beraktivitas usai pensiun sebagai guru. Ia aktif dalam berbagai kegiatan dan komunitas. Di antaranya jadi relawan pelestari lingkungan hingga aktivis antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Abah Landoeng sendiri mengajar Iwan Fals di SMPN 5 Bandung sejak kelas 1-3. Ia mengajar mata pelajaran fisika. Seperti apa ya sosok Iwan Fals di masa kecil, terutama saat sekolah?

"Orangnya baik, lugu, dia enggak termasuk anak nakal. Kalau bakat nyanyinya sudah kelihatan dari SMP. Tapi, kalau disuruh nyanyi ke depan suka enggak mau, malu. Kadang suaranya suka sumbang, fals waktu itu," tutur Abah Landoeng.

Yang menarik dari sosok Abah Landoeng dan Iwan Fals adalah silaturahmi keduanya yang tetap terjaga. Bahkan, Iwan Fals kerap mengundang Abah Landoeng untuk hadir dalam konsernya di berbagai tempat di Indonesia.

"Alhamdulillah silaturahmi dan komunikasi masih terjaga. Masih suka kontak-kontakan sampai sekarang," tuturnya.

Ia pun memberi pujian tinggi kepada Iwan Fals. Sebab, ia sangat menghormatinya. Bahkan, Iwan Fals tak pernah melupakannya. Di luar itu, ia punya kebanggaan besar lain terhadap Iwan Fals,

"Dia mau memperhatikan orang-orang di bawah. Selain budayawan, seniman yang tenar, dia termasuk orang yang banyak menanam pohon. Sudah banyak pohon yang dia tanam dari Sabang sampai Merauke. Ke mana-mana dia selalu menanam, terutama tanaman-tanaman pencegah banjir," pungkas Abah Landoeng.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler