Kisah Pin Sudiraharti, Kepala Sekolah SLB Terbaik di Jawa Barat

Bandung - Pin Sudiraharti atau biasa disebut Pipin telah mendedikasikan dirinya sejak 40 tahun terakhir mendidik anak berketerbutuhan khusus. Berbekal ilmu sebagai lulusan pendidikan luar biasa, Ia memulai kariernya dengan mengajar di sebuah sekolah luar biasa (SLB) khusus anak-anak tunarungu di Wonosobo.

Kemampuannya dalam mendidik anak tunarungu menjadi cakap bicara terus terasah seiring dengan perjalanan kariernya di SLB tersebut. Namun siapa sangka nasib berkata lain, suaminya memboyongnya untuk pindah ke Kota Bandung lantaran alasan pekerjaan.

Pekerjaannya sebagai guru pendidikan luar biasa di salah satu SLB di Wonosobo pun terpaksa terhenti. Sejak di Bandung, wanita yang kini berusia 59 tahun ini mencoba hal baru dengan mengasah keahlian lain di bidang kecantikan.

"Semenjak di Bandung, saya belajar seputar tata kecantikan. Terus dari situ saya dapat sertifikat-sertifikat kompetensi lain dan membuka salon" tuturnya pada BeritaBaik, Senin (13/1/2020).

Meskipun sejak di Bandung berprofesi sebagai MUA, Pipin tidak benar-benar meninggalkan kemampuannya dalam mengajar anak tunarungu. "Semula saya tuh buka les privat untuk anak tunarungu, muridnya cuman satu. Lalu dia berhasil bisa ngomong. Dari situ murid saya nambah jadi lima, terus sukses lagi mereka bisa bicara lalu bertambah lagi sampe 20 orang" ungkapnya.

Berawal dari les privat kecil-kecilan tersebut dan omongan orang dari mulut ke mulut tentang kemampuan yang dimiliki Pipin, jasanya semakin dicari oleh orang-orang. "Ya semenjak dari situ, para orang tua murid yang anaknya sudah cakap berbicara pada menyarankan dan minta ke saya untuk buka Sekolah" kenang Pipin.

Semenjak itu Pipin berdiskusi dengan suaminya seputar permintaan orang tua murid les privatnya. Suaminya menyetujui dan terus mendukung pembangunan sekolah SLB yang diprakarsai Pipin.

Baca Ini Juga Yuk: Anton Taufik, Sosok Pengajar Tuli Serba Bisa di SLBN Cicendo

Bermodal dari tabungan suaminya dan hasil bekerja sebagai pemilik salon, Pipin membeli tanah dan mendirikan yayasan SLB-B Prima Bakti Mulya. Perjuangannya membangun sekolah luar biasa ternyata tidak sebatas itu. Ia masih harus terus berjuang mencari guru yang sevisi dengannya.

"Yang sulit itu dulu mencari guru yang sevisi dengan saya dan kurikulum yang saya adaptasi. Selain itu juga ketakutan pribadi saya yang merasa takut gagal dalam mentransfer ilmu yang saya punya kepada para guru lain," paparnya.

Pipin mengaku sempat ingin menyerah pada tahun 2003 dengan apa yang telah dibangunnya. Namun, Pipin terus belajar dan menambah semangat untuk semakin kuat dalam membangun sekolah tersebut.

Bahkan dalam beberapa tahun awal berdiri, biaya operasional SLB miliknya harus ditopang dari uang pendapatan salon miliknya. "Dukungan terbesar untuk bertahan datang dari suami saya sih, kan dia bilang sayang kalau saya menyerah gitu aja dengan apa yang sudah saya bangun. Juga melihat orang tua murid dan anak-anaknya yang semangat sekolah juga bisa menguatkan saya pada masa-masa sulit membangun sekolah ini," ujarnya.

Kegigihan dan kesabarannya untuk terus berjuang mendirikan SLB-B Prima Bakti mendorongnya untuk mendapat penghargaan Gubernur sebagai sosok wanita inspiratif dan kepala sekolah inspiratif se-Jawa Barat.

Kini setelah 20 tahun berdiri, SLB-B Prima Bakti Mulia telah memiliki 23 staf sekolah termasuk dirinya dan memiliki 98 siswa yang terdiri dari TK, SD dan SMP. Pipin juga bercerita bahwa alumni dari SLBnya juga beberapa sudah lancar berkomunikasi dan sudah berkuliah di beberapa perguruan tinggi yang ada di Kota Bandung.

Saat BeritaBaik bertanya antara mendedikasikan dirinya sebagai seorang pengajar anak bekerbutuhan khusus atau menjadi seorang pengusaha salon, Pipin tersenyum dan memberikan jawaban.

"Kalau milih sih saya mending jadi pengajar dan kepala sekolah SLB aja ya. Cuman saya juga tetep akan milih bisnis salon saya sebagai profesi freelance lah, karena dari situ juga saya bisa membangun sekolah ini" tutupnya sambil terkekeh.


Foto: Youris Marcelina/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler