Keajaiban Sedekah Versi Pengusaha Fesyen Feny Mustafa

Bandung - Di Indonesia, sosok Feny Mustafa dikenal sebagai seorang perempuan sukses. Ia adalah pendiri PT Shafco Multi Trading. Perusahaan ini di antaranya melahirkan merek busana muslim Shafira dan Zoya.

Selama 31 tahun ia menggeluti bisnisnya. Beragam kesuksesan mampu diraihnya. Memulai dari nol, kini ia bisa memiliki perusahaan besar dengan toko di berbagai daerah di Indonesia. Shafira misalnya sudah punya 24 showroom dan Zoya ada lebih dari 170 lokasi penujualan. Jumlah ini pun akan bertambah tahun ini. Soal omzet, jelas sangat besar TemanBaik.

Tapi, yang menarik dari perjalanan bisnisnya adalah konsistensinya dalam membagi keuntungan. Ia tak pernah ragu berzakat, sedekah, dan infaq. Hal ini sudah dilakukan sejak ia merintis usahanya dari nol.

Baca Ini Juga Yuk: Kisah Pin Sudiraharti, Kepala Sekolah SLB Terbaik di Jawa Barat

Hasilnya pun ajaib. Keuntungan demi keuntungan dari usahanya terus mengalir. Secara teori, memang pemasukannya berkurang karena sebagian diberikan kepada orang lain yang membuthkan. Tapi, faktanya, justru keuntungan yang didapat semakin lama semakin besar.

"Bukan hanya itu (keuntungan yang besar), enggak habis-habis, alhamdulillah," ujar Feny kepada BeritaBaik.id.

Ia lalu berkelakar bisa makan tujuh kali sehari. Tapi, perutnya tak mampu menampung. Karena itu, kelebihannya harus disalurkan pada yang membutuhkan. "Saya bisa pakai baju tujuh, tapi cukup pakai satu, kalau tujuh gerah. Makanya harus dibagiin," ucapnya.

Soal besaran zakat, sedekah, dan infaq, hal itu mengalami pergeseran serta nominal yang lebih besar dari waktu ke waktu. Bahkan, kini Feny bersama perusahaannya kini punya berbagai program yang bergerak di bidang sosial. Penerima manfaat pun semakin banyak.

"Dengan semakin besarnya bisnis kami, semakin besar juga kemampuan untuk membantu sesama. Sehingga kita bisa bantu bikin masjid, kalau ada apa-apa (yang membutuhkan) kita bisa gerak cepat," jelasnya.

Ia memandang rezeki yang diterimanya adalah titipan Allah SWT. Sehingga, ada sebagian yang harus diberikan untuk orang lain. Apalagi, ia sadar betul bahwa kesuksesannya di dunia bisnis bukan semata-mata karena kepintarannya.

"Menurut saya, 80 persen (kesuksesan bisnis) bukan karena kepintaran saya, tapi campur tangan Allah SWT," kata Feny.

Gemar Naik Gunung
Bagi Feny, jelas bukan hal mudah membangun bisnis. Apalagi, perusahaannya bisa bertahan hingga usia 31 tahun dan semakin besar. Ada latar belakang yang menempa mentalnya.

Sehingga, berbagai kesulitan dan rintangan dalam berbisnis mampu dihadapi. Hal itu karena di masa mudanya Feny gemar naik gunung. Kegiatan ini dirasa sebagai sesuatu yang menantang. Tak hanya itu, tantangan itu harus dituntaskan.

Terbiasa menyelesaikan tantangan naik gunung hingga tuntas ternyata membentuk pribadinya. Ia akhirnya jadi pribadi yang tangguh saat kesulitan, termasuk dalam bisnis.

"Naik gunung itu kan tertantang (untuk menyelesaikannya). Jadi, bagi saya, kalau ada masalah itu tantangan untuk dicarikan solusinya dan saya yakin Allah SWT akan membantu," tutur Feny.

Sementara soal berbagai program dan kegiatan sosial yang dilakukan Feny bersama perusahannya, ia mengaku menemukan kepuasan tersendiri. Ada sisi lain yang bisa dirasakan tapi sulit dijelasn.

"Saya bahagia kalau melihat orang lain bahagia," ucap Feny.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler