Deri, Si Penyelamat Ratusan Gitar Patah di Bandung

Bandung - Dari gitar patah, dapat menjadi berkah. Tak salah juga menyematkan kalimat tersebut untuk Rizkiansyah Putra (30), seorang ahli reparasi gitar dan bas. Tertarik dengan anatomi gitar sejak tahun 2000, pria yang akrab disapa Deri tersebut menghabiskan hampir sepanjang umurnya sebagai luthier gitar.

Istilah luthier sendiri berasal dari Prancis yang memiliki arti; orang yang membuat atau mereparasi alat musik bersenar, seperti gitar, biola, atau lainnya. Sejak usia 11 tahun ia sudah akrab dengan dunia reparasi gitar. Semua berawal dari kegiatan Deri saat jam pulang sekolah.

"Saya mulai (membetulkan gitar) dari SMP. Dari nongkrong sih awalnya," tutur pria kelahiran Bandung, 26 Februari 1989 ini.

Ketertarikan tersebut kemudian membuatnya mendapat uang jajan tambahan sejak duduk di bangku SMP. Dan saat duduk di bangku SMA, ia sudah menjadi teknisi di bengkel gitar Aristone, Jl. Ciateul Tengah No. 15 Bandung. Sepanjang karirnya sebagai luthier gitar, Deri sudah bertemu dengan berbagai musikus yang hendak membetulkan alat musik.

"Kalau musisi 2000-an sih banyak. Kayak Kang Azis (Jamrud) atau Yuke (Dewa 19). Makin ke sini, yang betulin gitar jadi makin banyak. Enggak cuma musisi profesional aja," bebernya.

Kepada BeritaBaik, Deri menjelaskan keluhan para pelanggan yang datang biasanya untuk menyetel ulang alat musiknya. Tapi tak sedikit juga yang datang untuk mereparasi alat musik dengan kerusakan cukup berat.

"Kalau enggak setel ulang, ya benerin batang gitar yang patah," katanya.


Dalam setahun, Deri bisa membetulkan batang gitar dalam jumlah ratusan. Jumlah itu didapat dari rata-rata konsumen servis yang datang ke bengkel gitar tempat Deri bekerja. Jika dirata-rata, dalam sebulan ada 10 hingga 15 gitar patah yang masuk ke bengkel gitar tempat Deri bekerja.

"Enggak ngedoain gitar pelanggan supaya pada patah, ya. Tapi ya, kalau memang patah, kita bisa tangani," ujar lulusan SMK Jurusan otomotif ini sambil tersenyum.

Deri memaparkan, tiap batang gitar yang patah, tidak semua harus diganti dengan batang gitar yang baru. Perlu atau tidaknya penggantian batang gitar tergantung pada kondisi patah di bagian batang. Ia memaparkan, jenis patahan pada batang gitar pada umumnya ada dua, yakni jenis patah-miring dan jenis patah-lurus.

"Kalau patahnya patah lurus, itu harus ganti. Karena kalau di-lem, percuma (akan patah lagi)," ujarnya.

Sedangkan, jika jenis patah di batangnya miring, batang gitar tersebut masih bisa disambung dengan metode lem-press. Hal itu disebutkan Deri karena bagian patahan di batang gitar memiliki tumpuan untuk melekat dengan patahan yang hendak disambung. Metode lem-press ini diawali dengan mengelem bagian gitar yang patah, lalu mengikatnya dengan alat tertentu.

Setelah diendapkan sekitar 3-6 hari, ikatan pada batang gitar dilepas. Lalu, batang gitar diamplas dan dicat ulang. Secara keseluruhan, proses penyambungan kembali batang gitar yang patah memerlukan waktu 10-14 hari.



Tarif yang ditawarkan pun relatif murah, TemanBaik. Untuk menyambung batang gitar yang patah, kita hanya perlu merogoh kocek berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Dibandingkan mengganti batang gitar yang patah, tarif ini dirasa jauh lebih murah.

"Saya nawarin jasa ini, prinsipnya biar mulut ke mulut aja. Kita enggak pasang harga terlalu mahal, tapi soal kualitas kita pasti kasih yang terbaik. Nanti kan orang bakal saling kasih informasi," katanya.

Ia menambahkan, batang gitar atau bas idealnya 'disetel' secara berkala karena batangnya akan mengalami bengkok disebabkan faktor cuaca dan kelembapan. Hal ini membuat alat tersebut akan terasa tak nyaman untuk dimainkan. Frekuensi pengaturan ulang disesuaikan dengan kebutuhan TemanBaik. Tetapi akan lebih bagus jika TemanBaik mengecek 

"Kalau bisa sendiri sih, tiap ganti senar 'disetel' ulang ya bagus. Tapi kalau enggak bisa, idealnya dalam 6-8 bulan 'disetel', yang jelas dalam setahun itu pernah disetel ulang," jelasnya.

Untuk jasa pengaturan ulang alat musik, patokan harganya berkisar di angka Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Upah dari jasa membetulkan gitar tersebut digunakan Deri untuk menghidupi keluarganya. Di rumah, Deri memiliki dua orang putri. Profesinya tersebut menginspirasi nama salah satu putrinya, Melodi, yang ia dapatkan dari istilah di pekerjaannya.

"Penghasilan sih cukup banget kalo buat saya. Bonus banget karena saya suka sama kerjaan ini," kata Deri.

Ia berharap diberikan kesehatan agar bisa banyak membantu para musikus yang mengalami kendala dengan alat musiknya. TemanBaik yang hendak membetulkan alat musik gitar atau bas, tempat Deri bekerja di Aristone Guitar, Jl. Ciateul Tengah No. 15 Bandung bisa jadi alternatif pilihan.

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler