Cerita Tata, Bidan Multitalenta yang Nyambi Jadi Pengusaha Muda

Malang - TemanBaik, tak mudah menjalani profesi sebagai tenaga kesehatan di tengah pandemi seperti saat ini. Jam kerja yang padat dan tak menentu menjadi tantangan tersendiri.

Namun, ada yang beda dari salah satu tenaga medis yang bekerja Rumah Sakit Umum Daerah Kota Malang. Perempuan bernama Kalista Riski ini justru bersyukur dengan profesinya sebagai bidan di Rumah Sakit.

Perempuan yang akrab disapa Tata tersebut justru merasa sangat beruntung berprofesi sebagai tenaga medis sebab jadwal kerjanya telah ditentukan sesuai shift. Menurutnya, jam kerja seperti itu justru merupakan sebuah 'keistimewaan'.

"Kadang kami memiliki waktu luang disaat orang pada umumnya bekerja tapi tak jarang kami bekerja disaat orang biasa sedang istirahat. Keistimewaan itu yang kemudian mengawali perjalanan saya sebagai entrepreuner. Saya yang tidak bisa diam ini kemudian menggali hobi yang bisa menghasilkan," kata perempuan kelahiran 1992 tersebut

Di sela kesibukannya sebagai Bidan, Tata berjuang menjalankan beberapa bisnis yang kesemuanya berawal dari hobi, sehingga ia merasa tidak ada tuntutan atau beban.



Baca Ini Juga Yuk: Kisah Sawitri, Anak Penjaga Hutan yang Kuliah Doktoral di Jepang

Ia memiliki bisnis yang bergerak di bidang kecantikan, ketrampilan dan kuliner. Semuanya dijalani secara bersamaan, di sela waktu luangnya saat tidak bekerja sebagai Bidan.

Salah satu bisnisnya yakni sepatu pernikahan handmade, bahkan telah melanglangbuana ke beberapa negara seperti Malaysia, Nigeria, Afrika, Inggris, Korea, Italia dan Australia.

"Itu beberapa negara yang pernah memesan sepatu wedding di tempat saya. Kalau Indonesia sudah hampir semuanya pernah," ujar Tata.

Baik profesi Bidan maupun pengusaha, ia lakukan dengan senang hati. Ia berprinsip tidak sekedar mengerjakan apa yang disukai, namun juga menyukai apa yang ia kerjakan. Terbukti, ia berhasil bertahan menjalankan bisnisnya hingga 4 tahun berjalan.

Apa saja yang dilakukan Tata tersebut berangkat dari keyakinan bahwa perempuan memiliki peluang dan porsi yang sama dengan laki-laki dalam bidang pendidikan, pekerjaan dan berbisnis.


Menurutnya, meski memiliki peluang sama, hasilnya akan sesuai dengan kerja keras dan usaha masing-masing. Ia juga meyakini pilihannya untuk menjadi perempuan yang serba bisa alias multitalenta akan membawanya pada kesuksesan.

"Kenapa menjadi multitalenta dan prestasi itu pilihan bukan keharusan? karena itu pilihan untuk meningkatkan value diri kita dalam bermasyarakat," ucap anak pertama dari tiga bersaudara tersebut.

"Lekuk badan siapa yang nggak suka tapi kecerdasan bikin penasaran bukankah lebih menyenangkan dikagumi karna kecerdasan daripada karena kecantikan saja," imbuhnya.

Tata mengatakan, untuk menjadi pribadi yang multitalenta, perempuan harus bisa menentukan goals, fokus untuk mencapai, selalu konsisten dan menjadi versi terbaik untuk diri sendiri.  

"Selalu belajar dari siapapun dari apapun dan kapanpun, supaya memiliki sudut pandang yang luas, supaya lebih pandai menempatkan diri dalam berbagai situasi dan kondisi. Latihlah diri untuk selalu berbesar hati dan bersyukur karena tidak semua orang punya anugerah yang sama, tapi semua orang bisa mempelajari berbagai skill yang ada,” terang Tata.

"Anugerah tidak butuh effort, tapi skill sangat butuh. Tinggal kita, mau menyalahkan pemberi anugerah karena nggak sesuai seperti yang kita mau atau kita mau belajar untuk menaikkan skill kita. It is life," pungkasnya.

Foto: dok. Pribadi


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler