Membunuh Rasa Bosan, Pria Ini Rajin Menanam Padi di Atas Kolam

Magelang - TemanBaik, lebih banyak melakukan kegiatan di rumah selama pandemi COVID-19 tentu bisa membuat seseorang bosan. Namun, rasa bosan itu bisa berubah jadi biasa saja atau justru luar biasa.

M Khoriul Soleh misalnya, warga Kebonkliwon RT 09 RW 06, Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menyulap kebosanan jadi kegiatan positif. Ia justru memiliki ide kreatif mengusir rasa bosan dengan menanam padi menggunakan sistem hidroganik.

Ia menanam padi menggunakan media paralon. Menariknya, deretan paralon untuk media tanam itu ditempatkan di atas kolam ikan nila merah miliknya. Semula, air di kolam itu dimanfaatkan untuk pengairan bibit tanaman buah.

"Awalnya hanya kubangan air buat menyiram bibit. Terus, saya beri ikan, jadi budidaya ikan nila merah. Nah, sekarang di atasnya saya bikin tanam padi," kata Khoirul di laman resmi Pemprov Jawa Tengah.

Khusus untuk tanaman padi dengan sistem hidroganik, ada alasan khusus kenapa ia membuatnya. Tidak banyak lahan dan biaya yang perlu dikeluarkan. Apalagi, kotoran ikan nila dari kolam juga secara otomatis menjadi pupuk organik yang terserap akar padi.

"Jadi, padi itu saya tanam di paralon memanjang. Untuk mengairi saya memakai pompa air akuarium berkapasitas 90 watt. Air yang tersedot saya alirkan ke pipa tanaman padi. Sehingga, kotoran ikan otomatis menjadi pupuk," jelas Khoirul.

Air sisa yang sudah digunakan untuk menyiram padi juga kembali ke kolam. Namun, air sudah bersih karena tersaing akar. Secara umum, konsep kolam dan tanaman padi ini mirip dengan akuraium.

Khoirul sendiri memang belum bisa memastikan berapa berat dan kualitas padi yang dihasilkan. Namun, secara umum sejauh ini terlihat padi di atas kolam seluas 19x5 meter itu tumbuh subur.

"Ini baru dua bulan dan ini baru pertama kali, jadi belum tahu hasilnya berapa dan kualitasnya seperti apa," ucapnya.

Ia pun mengajak warga untuk kreatif mengisi waktu luang, salah satunya bercocok tanam. Jika ingin mencontoh menanam dengan sistem hidroganik seperti yang dilakukannya, caranya juga enggak ribet kok. Bahkan, tutorialnya bisa dengan mudah didapat dengan berselancar di dunia maya.

"Bagi yang mau mencoba hidroganik, tidak harus pakai paralon, bisa juga pakai bambu. Intinya kita harus kreatif," tuturnya.

Jadi Mentor Berkat Otodidak
Khoirul sendiri sudah cukup lama lekat dengan dunia pertanian. Sebab, orang tuanya memiliki usaha jual-beli bibit tanaman buah.

Untuk keahliannya di bidang pertanian, ia lebih banyak belajar secara otodidak. Bahkan, kemampuannya membuat Khoirul sukses menjadi mentor di sejumlah daerah di Indonesia.

"Biasanya saya mengisi workshop, pelatihan sekaligus pembinaan pertanian sampai di Sumatera, Kalimantan, dan daerah lainnya. Tapi sejak pandemi, saya di rumah saja," ungkapnya.

Karena lebih banyak diam di rumah itulah daya kreatif menggarap padi secara hidroganik di atas kolam ikan. Selain itu, ia juga mengembangkan berbagai tanaman buah seperti buah tin, sawo raksasa asal Meksiko, anggur Brasil, sawo Australia, alkesa, dan buah unik lainnya.

Jika ada kemauan, enggak sulit kok untuk bercocok tanam seperti Khoirul. Modal seadanya pun bisa membuat kamu bisa menjadi petani dadakan. Kuncinya adalah kreativitas, menikmati, dan berusaha senyaman mungkin menjalaninya.

"Saya memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan. Tidak sulit, bekerja yang enak dan nyaman saja," pungkas Khoirul.


Foto: M Khoirul Soleh. (jatengprov.go.id)
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler