Adinda Priyanti, Mengekspresikan Diri Lewat Tata Rias Wajah

Bandung - Setiap orang memiliki beragam cara untuk mengekspresikan diri hingga melampiaskan emosinya. Entah mendengarkan lagu, bernyanyi, olahraga, bahkan tak jarang ada orang yang memilih untuk tidur sebagai cara untuk rehat sejenak dari padatnya aktivitas.

Tapi pernahkah TemanBaik mengekspresikan diri dengan melukis wajah? Seperti yang dilakukan oleh Adinda Priyanti (19), perempuan yang disapa Dindun ini mengaku hobi dandan yang dimilikinya membuatnya memilih merias wajahnya untuk menunjukkan apa yang sedang ia rasakan.

Kepada Beritabaik.id, Dindun menceritakan awal mula perjalanannya hingga akrab dengan dunia tata rias. Awalnya, Dindun yang saat itu masih duduk di kelas 2 SMP merasakan jatuh cinta ala anak remaja. Namun sayangnya, gaya Dindun yang cenderung tomboi membuat cintanya bertepuk sebelah tangan. Belum lagi tuntutan dari orang tua yang ingin Dindun cepat menemukan keahliannya walau masih berusia muda.

Pengalaman cinta ditolak dan tuntutan orang tua itulah yang membuat Dindun ingin merubah dirinya dan mulai mempelajari dunia tata rias wajah. 

"Kebetulan kakakku juga ada yang jadi penata rias artis (MUA). Jadi aku sering ngeliatin dia, gimana cara dia dandan, gimana cara dia membagikan konten di Instagram," ujar Dindun. 

Namun untuk terjun ke dunia tata rias wajah, Dindun tidak mau sekadar tata rias biasa. Ia ingin mendalami teknik tata rias yang berbeda dari yang dikuasai kebanyakan orang. Akhirnya pilihannya jatuh kepada art makeup atau salah satu teknik rias dengan melukis pada wajah.


                                                                       Foto: Dinda Apriyanti /instagram.com/dindapriyanti

Baca Ini Juga Yuk: Yepi Findiari, Disabilitas di Balik Kemudi Mobil Tahu Bulat

Saat pertama kali belajar, Dindun yang terlanjur penasaran dengan art makeup hanya bermodalkan peralatan yang ada di rumahnya. Bahkan ia menggunakan cat akrilik dan lem kayu yang tentu saja sebenarnya dapat merusak wajah. 

"Bahkan dulu aku gak tahu kalau emang ada cat yang khusus buat muka. Terlanjur penasaran karena menarik, jadi pakai yang ada di rumah aja terus aku kulik sendiri," ujar Dindun.

Keterbatasan alat yang dimiliki Dindun justru membuat insting Dindun di dunia tata rias wajah semakin kuat. "Misal aku lihat dipanduan itu pakai bahan A, tapi aku gak punya. Kira-kira bisa diganti sama apa ya yang aku punya?" timpal Dindun.

Tak hanya itu, sejak bertekad untuk mempelajari dunia tata rias khususnya art makeup, Dindun pun mempunyai banyak sosok yang menginspirasinya. Salah satunya adalah Mimi Choi, penata rias asal Kanada yang memiliki fokus ke bidang art makeup dengan teknik ilusi. Menurut Dindun, Mimi Choi menginspirasi karena selalu berhasil mematahkan stigma soal menggambar ilusi di wajah yang terlihat tidak mungkin. 

Lalu satu tahun belakangan, Dindun mengaku inspirasinya saat melukis wajahnya adalah dirinya sendiri. Ia mulai melampiaskan apa yang dirasakannya dengan coretan seni di wajahnya. 

"Waktu itu pernah lagi sedih terus aku gambar mukaku jadi badut. Menurut aku itu mengekspresikan kalau badut kan selalu terlihat senang di depan orang lain. Padahal kita gak tahu di hatinya dia lagi merasakan apa," ujar Dindun. 

Kini, sudah lima tahun sejak pertama kali Dindun terjun ke dunia tata rias khususnya art makeup. Dindun mengaku banyak sekali pelajaran hidup yang ia dapatkan. Terutama soal sulit dan lelahnya mencari uang. 

Gerbang karier Dindun di dunia tata rias wajah ia buka sejak tahun 2017, ketika dirinya mulai menjadi pekerja lepas sebagai perias. Tidak hanya itu, Dindun pun pernah bergabung sebagai penata rias dalam beberapa proyek besar seperti YouTube rewind (2016), pameran dan live body painting LRT City (2018), serta menjadi tim tata rias di beberapa proyek film Indonesia.

Selain tergabung dalam proyek besar, Dindun mengaku tantangannya dalam bekerja juga ia dapatkan saat harus mendandani lebih dari satu klien dengan jarak yang berjauhan.

"Masih muda dan udah dapat semua kesempatan itu rasanya luar biasa banget. Merasakan langsung perjalanan karir aku, aku yang benar-benar melakukan semuanya dari awal," ujar Dindun. 


                                                                    Foto: Dinda Apriyanti /instagram.com/dindapriyanti

Saat ini Dindun juga sedang fokus kembali menghadirkan konten yang berhubungan dengan tata rias dan art makeup di akun Instagram pribadinya dilengkapi dengan tagar #makeupnyadindun. Dindun mengaku sebetulnya ia sudah senang membuat konten di Instagram sejak 2017, namun berbagai kesibukan yang dimilikinya membuatnya harus vakum selama 3 tahun.

"Sayang aja udah punya keahlian dan punya massa yang lihat juga, masa gak dikembangin. Jadi mulai dari awal sekarang. Mulai ngebalikin percaya diri lagi buat membagikan kontennya," tambah Dindun. 

Tak hanya membagikan soal tata rias wajah di akun Instagram pribadinya, saat ini Dindun juga aktif membuat konten soal ulasan barang yang dimilikinya. Konten ulasan ini ia beri nama 'Rachun Dindun'. 

'Rachun Dindun' merupakan konten dengan isi ulasan dan opini pribadi Dindun ketika mendapat atau memakai suatu barang, entah berupa alat rias, makanan, hingga pakaian. Dindun mengaku antusias para pengikutnya di Instagram untuk konten ulasan ini melampaui ekspektasinya. 

Hingga saat ini, dunia tata rias terutama art makeup masih menjadi pekerjaan yang sangat dinikmati Dindun. Apalagi, bidang yang sejak dulu tak pernah masuk dalam rencana cita-citanya ini justru menjadi sumber penghasilannya. 

"Bisa dibilang salah satu pekerjaan yang aku gak capek ngejalaninnya ya ini (tata rias). Aku pernah ambil proyek buku tahunan sekolah. Aku dandanin sekitar 51 orang dari empat kelas. Kerja dari jam 4 pagi sampai 11 malam," terang Dindun. 

Melalui art makeup, Dindun ingin terus menampilkan tentang dirinya kepada orang lain. Ia ingin dikenal sebagai Dinda Priyanti yang jujur dan menjadi diri sendiri. Karena menurutnya, hidup adalah soal memberi kepuasan kepada diri karena kita tidak bisa selalu memuaskan keinginan orang lain.

Berawal dari cinta yang tertolak hingga tekananan orang tua untuk mencari keahlian diri, kini Dindun bisa membuktikan jika apa yang dipelajarinya dari nol sejak lima tahun lalu bisa membuatnya mendapat pengalaman luar biasa dan berpenghasilan bahkan sebelum dirinya menginjak usia 20 tahun. 

Ternyata keinginan untuk berubah dan berusaha itu datang dari diri sendiri ya, TemanBaik. Coba lihat dirimu, sekarang giliran potensi apa lagi yang bisa kamu tingkatkan?

Foto: Ilustrasi Unsplash/Romina Farias

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler