Cerita Erna Kaniawati, Pengisi Suara Buku untuk Teman Netra

Bandung - TemanBaik, pernah membayangkan bagaimana tunanetra bisa membaca buku? Ya, memang ada buku dengan huruf braille. Namun, ada cara lain untuk membacanya, yaitu dengan mendengarkan isi buku melalui compact disc alias CD.

Namun, CD itu tentu harus diisi rekaman pengisi suara yang membacakan dulu. Sehingga, teman netra bisa mengetahui isi buku cukup dengan mendengarkannya.

Salah seorang pengisi suara buku itu adalah Erna Kaniawati (55). Ia bekerja di Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) Abiyoso di Kota Bandung yang berada di bawah Ditjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial. Sedangkan menjadi pengisi suara buku dimulai sejak 2009.

Menjadi pengisi suara itu awalnya ia lakukan sendiri untuk memenuhi kebutuhan dan mempermudah teman netra agar bisa membaca buku. Ia sempat kewalahan karena begitu banyak buku yang harus ia baca untuk direkam dan menjadi CD.

Karena merasa keteteran, muncul ide untuk mengajak orang lain menjadi pembaca buku. Ia mengajak empat temannya untuk menjadi pengisi suara. Meski tak dibayar karena sifatnya sukarela, keempat temannya itu sangat antusias menerima ajakan Erna.

Lama-kelamaan, mereka mengajak temannya masing-masing untuk bergabung menjadi relawan. Hingga akhirnya, 2012 terkumpul sekitar 15 relawan.

"Sekarang sudah ada 30-an orang reader. Kita menamakan Komunitas Reader Volunteer for the Blind," kata Erna kepada BeritaBaik.id.



Baca Ini Juga Yuk: Berkenalan dengan Muhammad Iid, Sosok di Balik Prakiraan Cuaca

Salah satu kegiatan utama Erna dan rekan-rekannya tentu mengisi suara untuk buku. Setelah menjadi CD, selanjutnya buku akan disebar ke berbagai daerah di Indonesia agar bisa dinikmati teman netra. Terkadang, ada juga yang datang ke BLBI Abiyoso untuk meminta CD itu.

Beberapa buku yang dibaca para relawan ini pun beragam, mulai dari buku tentang kesehatan, motivasi, cerpen, hingga buku agama. Bahkan, jika ada permintaan dari teman netra soal buku tertentu, para relawan akan mengusahakan mengisi suaranya.

"Buku-buku best seller juga ada. Misalnya yang dibuat jadi film seperti Ayat-ayat Cinta, kita buatkan (suaranya)," tutur Erna.

45 Buku dalam Setahun
Hadirnya banyak relawan untuk menjadi pengisi suara untuk 'buku suara' itu dirasa sangat membantu. Kehadiran mereka bisa membuat BLBI Abiyoso memproduksi CD hingga 45 judul buku dalam setahun.

"Dalam satu bulan itu minimal kita menyelesaikan tiga sampai empat judul buku," ucap Erna.

Dalam proses pembuatan 'buku suara' ini, menurutnya tak butuh waktu lama untuk mengisi suara. Hanya butuh dua hingga tiga hari bagi relawan untuk membaca buku dan merekamnya.

"Proses yang lama itu ngeditnya. Kalau suara bisa beberapa hari selesai. Apalagi yang ngeditnya terbatas, jadi kalau bisa kita usahakan jangan banyak salah (saat merekam suara)," tuturnya.

Hal yang tak kalah menarik, para relawan justru mayoritas adalah ibu rumah tangga. Di sela waktu luang, mereka menyempatkan diri untuk melakukan #AksiBaik menjadi pengisi suara. Bahkan, ada yang sengaja meluangkan waktu di tengah kesibukannya.

"Kebanyakan ibu rumah tangga, kalau anak muda jarang. Malah yang tertua ada umur 75 tahun, namanya Ibu Haryati. Dia masih semangat meski rumahnya jauh dan ke sini harus pakai angkot. Tapi suaranya masih enerjik. Dia mantan guru bahasa Inggris di SMP 5. Dia jadi spesialis (pengisi suara) buku bahasa Inggris," jelas Erna.



Hikmah Jadi Pengisi Suara
Bagi Erna, menjadi pengisi suara buku memiliki kenikmatan tersendiri. Sebab, ia bisa membantu teman netra untuk mengetahui berbagai isi buku melalui suaranya.

Apalagi, Erna dan relawan lainnya tak sekadar mengisi suara untuk direkam. Mereka juga kerap membacakan buku secara langsung bagi teman netra.

"Misalnya, kalau anak-anak butuh reader untuk membacakan (soal) ujian, kita siap," ucap Erna.

Selain bisa membantu teman netra, hikmah lainnya ia bisa memiliki banyak teman, bahkan mereka seolah menjadi saudara. "Senangnya wawasan kita bertambah karena membaca buku terus. Relasi juga bertambah. Kita jadi banyak saudara, banyak kenalan. Alhamdulillah persaudaraan di antara reader ini juga kuat," paparnya.

Selain karena punya misi yang sama melalui #AksiBaik, persaudaraan di antara relawan makin kuat karena kerap berkumpul. Sebulan sekali, bisanya mereka berkumpul untuk arisan. Arisan ini sengaja dibuat sebagai magnet agar sesama relawan bisa berkumpul secara rutin.

Tak hanya itu, para relawan juga kerap melakukan aksi sosial. Misalnya membagikan sembako hingga sunatan massal. Sehingga, semakin lama persaudaraan di antara mereka semakin kuat.

Tertarik Jadi Relawan? Ini Caranya
TemanBaik, setelah membaca cerita Erna, ada yang tertarik menjadi relawan untuk mengisi suara buku? Dengan menjadi relawan, tentu kamu bisa berbuat hal positif untuk membantu teman netra meski melalui suara.

Peluang untuk menjadi relawan ini terbuka banget kok jika kamu berminat. Tinggal kamu memiliki niat, mau menyempatkan waktu, dan tentunya konsisten.

Kamu tinggal datang ke BLBI Abiyoso di Jalan Pajajaran Kota Bandung atau di Kota Cimahi. Sampaikan niatmu untuk menjadi relawan pembaca atau pengisi suara buku.

Selanjutnya, kamu harus berkomitmen jelas sejak awal, apakah ingin jadi relawan tetap atau lepas. Untuk relawan tetap, dalam setahun harus menyelesaikan sejumlah buku. Enggak banyak kok, jumlahnya antara tiga hingga lima judul.

Sedangkan untuk relawan lepas, ini biasanya relawan hanya mengisi suara untuk satu judul buku. Setelah itu, relawan tak lagi mengisi suara. Namun, mau jadi relawan tetap atau lepas, itu teserah kamu ya.

Sejauh ini, jumlah relawan tetap baru ada 15 orang. Sedangkan sisanya merupakan relawan lepas. Sehingga, masih butuh banyak relawan tetap, nih!

Foto: Avitia Nurmatari/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler