I Made Wirawan Menembus Batas Tak Wajar di Sepak Bola

Bandung - TemanBaik, seorang pesepak bola biasanya memiliki karir profesional hingga rata-rata usia 33-35 tahun. Sebab, di usia tersebut kemampuan fisik mereka biasanya sudah menurun dan sulit kembali menemukan performa terbaik.

Ketika memasuki usia tersebut, terkadang ada juga pesepak bola profesional yang memilih turun kasta. Di Indonesia, mereka akan memilih bermain di klub yang berkompetisi di Liga 2. Sedangkan Liga 1 yang merupakan kasta teratas menjadi panggung bagi pesepak bola dengan usia lebih muda.

Namun, di Liga 1, ada beberapa pesepak bola yang tergolong tua. Mereka masih bisa bermain apik dan memiliki fisik mumpuni. Kedisiplinan dalam berbagai hal tentu jadi penunjang mereka masih bisa bersaing dengan para anak muda.

Salah seorang pesepak bola itu adalah kiper Persib Bandung I Made WIrawan. Ia kini berusia 38 tahun dan pada 1 Desember 2020 akan berusia 39 tahun. Jelas ini bukan usia muda bagi seorang pesepak bola.

Namun, pria asal Bali tersebut memberi bukti bahwa usia hanya sekedar angka. Di luar itu, ia masih memiliki kemampuan dan fisik yang bisa diandalkan tim. Selain itu, ia juga jadi panutan bagi para pemain lain karena sudah kenyang pengalaman di dunia sepak bola, baik nasional maupun internasional.

Sebab, ia pernah memperkuat beberapa tim di Indonesia, mulai dari Perseden Denpasar, Persiba Balikpapan, hingga Persib Bandung. Persib pun jadi klub yang cukup lama dibelanya, yakni sejak 2012.

Sejak pertama kali bergabung, ia menjadi tumpuan utama klub berjuluk 'Maung Bandung' di bawah mistar gawang. Penampilan apiknya pun berhasil membawa Persib menjuarai Liga 1 2014, Piala Presiden 2015, dan Piala Wali Kota Padang 2015. Ia juga beberapa kali mengantar Persib ke partai final beberapa turnamen.

Bagi Made, menjadi pesepak bola bukan sekadar jalan mencari uang. Dari sepak bola, ia bisa menemukan kebahagiaan, termasuk memberi kebahagiaan bagi orang lain, terutama suporter tim yang dibelanya. Hal itu yang membuatnya belum terpikir meninggalkan karir sepak bola profesionalnya.

"Sampai sekarang saya belum berpikir soal rencana pensiun," ujar Made.

Baca Ini Juga Yuk: Yadi Sopian, Berprestasi di Luar Negeri Usai Jadi Teman Netra

Meski begitu, akan akan melihat situasi. Setelah mencapai usia 40 tahun, ia baru akan berpikir apakah akan melanjutkan karir sebagai pesepak bola profesional atau tidak. Namun, ia berharap bisa memiliki karir lebih panjang.

Prinsipnya, selama tubuhnya dirasa masih bisa bermain sepak bola, ia akan tetap melakoninya. Apalagi kemampuannya masih dibutuhkan klub, ia akan dengan senang hati mengerahkan seluruh kemampuan dan pengabdiannya.

"Selama badan saya masih masih sanggup untuk bermain di level teratas, saya masih akan terus bermain. Tapi, setelah usia 40, saya akan melihat dulu. Kalau memang kondisi saya bagus, saya akan tetap bermain. Mudah-mudahan masih bisa main untuk beberapa tahun ke depan," tutur Made.


Foto: I Made Wirawan (Oris Riswan Budiana/beritabaik.id)

Ingin Berikan Kebahagiaan
Di karir senjanya, Made masih memiliki ambisi besar. Bahkan, ia menginginkan gelar juara lagi sebelum nantinya benar-benar pensiun. Sebab, gelar juara memberi kebahagiaan tak ternilai bagi suporter tim yang dibelanya.

"Target saya pastinya ingin juara lagi di Persib, ingin mengulang lagi momen-momen terindah kita di tahun 2014. Mudah-mudahan saya bisa meraihnya lagi," ucapnya.

Seperti diketahui, saat Persib menjuarai Liga 1 2014, ledakan kebahagiaan begitu besar. Saat itu, mayoritas warga Jawa Barat yang merupakan pecinta Persib larut dalam kebahagiaan. Sebab, dahaga gelar dirasakan selama 19 tahun. Namun, di era Made dan generasi emas Persib saat itu, gelar juara mampu diraih.

Saat itu, Stadion Gelora Sriwijaya Palembang menjadi saksi sejarah gelar juara yang diraih Persib. Saat tim tiba Bandung, mereka disambut bak pahlawan. Sepanjang perjalanan dari Bandara Husein Sastranegara hingga Stadion Persib mereka diarak ratusan ribu Bobotoh, sebutan suporter Persib.

Warga tumpah-ruah di jalan. Ada yang menangis haru, tersenyum bahagia, serta berbagai ekspresi lainnya. Hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Made sekaligus pencapaian puncak dalam karirnya.

Hal itu juga berlanjut ketika Persib menjuarai Piala Presiden 2015. Persib seolah menegaskan bahwa saat itu adalah era keemasannya. Momen itulah yang ingin kembali dirasakan Made sebelum pensiun nanti. Ia ingin membawa kesan manis sebelum menutup karir.

Sementara pensiun nanti, ia memantapkan pilihannya pada Persib sebagai pelabuhan terakhirnya. Namun, hal itu akan bergantung dari manajemen dan pelatih. Sebab, hasratnya belum tentu sejalan dengan mereka.

"Kalau seandainya saya bisa pensiun di persib, itu akan jadi hal yang sangat luar biasa buat saya," kata Made.

Alasan besarnya, tentu Persib adalah tim besar. Selain itu, ia merasakan puncak karirnya ada di Persib. Ia juga sudah hampir 10 tahun tinggal di Bandung. Bahkan, ia memiliki bisnis perlengkapan olahraga di Bandung.

Rahasia Karir Panjang
Apa yang membuat Made bisa tetap bermain di sepak bola profesional hingga usia 'tak wajar'? Jawabannya tentu adalah disiplin. Ia sangat menjaga berbagai hal agar performanya tetap terjaga.

Asupan nutrisi, pola hidup, serta latihan dengan disiplin tinggi jadi hal wajib selama karirnya. Sehingga, performa apik bisa terus ia tampilkan. Apalagi, dukungan keluarga dirasa begitu luar biasa dalam perjalanan karirnya. Mereka memberi dukungan terbatas dan mendampingi Made dalam suka-duka karirnya.

Sehingga, prestasi manis akhirnya bisa diraih Made. Ia pun pernah menjadi bagian Timnas Indonesia. Itu jadi bukti bahwa Made merupakan kiper berkualitas. Sebab, tak semua pemain bisa dipanggil untuk memperkuat Timnas. Hanya orang-orang dengan kemampuan istimewa yang bisa merasakannya.

Selain kedisiplinan, ada faktor lain yang membuat Made bisa menjalani karir gemilang. Ada satu sosok yang menjadi acuannya. Ia mengidolakan kiper Juventus Gianluigi Buffon. Pria asal Italia itu merupakan kiper hebat yang memulai karir profesional di usia 17 tahun.

Made pun tahu betul bagaimana kehebatan Buffon dari awal karir sampai sekarang. Bahkan, ia banyak belajar dari penampilan Buffon dalam menunjang kemampuannya.

Buffon bahkan kini masih bermain meski usianya sudah 42 tahun. Ia masih dikenal sebagai sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Karir Buffon yang masih bermain di usia tak wajar pun jadi acuan bagi Made. Ia bahkan ingin menirunya.

"Sampai sekarang Buffon masih bermain di level tertinggi (sepak bola Italia dan Eropa). Kalau bisa mengikuti jejak seperti itu, sangat luar biasa buat saya. Dia panutan buat saya," papar Made.

Foto: dok. Persib Official
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler