Silvia Rizka Agustina, Cinta yang Berujung Jadi Pemandu Museum

Bandung - Silvia Rizka Agustina sudah sejak 2012 menjalankan tugas sebagai tour guide alias pemandu di Museum Geologi yang ada di Kota Bandung. Perjalanan perempuan asal Garut itu cukup menarik karena awalnya ia merupakan pengunjung museum yang kini jadi tempatnya bekerja.

Riza merupakan lulusan Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ia sempat bekerja di bank selama setahun. Namun, ia merasa perlu mencari pekerjaan lain yang membuatnya lebih merasa nyaman.

Singkat cerita, ia mendengar kabar adanya lowongan menjadi pemandu di Museum Geologi. Ia pun melamar dan akhirnya diterima. Sudah jatuh cinta pada Museum Geologi sejak masih muda, membuat ia tertarik bekerja di sana. Dalam benaknya, ia memandang Museum Geologi adalah tempat yang menyenangkan.

"Kebetulan sebelum kerja di sini sering main ke sini. Museum Geologi ini saya lihat enggak pernah sepi, enggak seperti anggapan orang mengenai museum itu jadul, kuno, atau mistis. Saya lihat di sini enggak seperti itu," ujar Rizka.

Perempuan kelahiran 8 Agustus 1987 itu menilai Museum Geologi sebagai tempat yang indah dengan bangunan peninggalan kolonial Hindia-Belanda. Tempatnya pun luas. Bahkan, setiap hari ia bertemu dan berinteraksi dengan orang baru yang merupakan kesenangannya.

"Saya lihat pemandu di sini juga memberikan informasi kepada engunjung tentang ilmu geologi. Jadi, ada kaitannya juga dengan bidang pendidikan yang pernah saya pelajar, memberikan informasi, mengedukasi masyarakat," tutur Rizka.



Belajar Tanpa Henti
Dengan latar belakang Pendidikan Bahasa Jerman, ia tidak begitu paham seputar dunia kegeologian. Namun, rasa senangnya terhadap dunia geologi membuatnya semangat mempelajarinya. Dari waktu ke waktu, ia terus mencari pengetahuan seputar dunia geologi.

"Sampai saat ini pun saya masih terus belajar, belajar terus, karena ilmu pengetahuan itu selalu berkembang. Jadi, selalu ada informasi baru (yang harus dipelajari)," ungkapnya.

Di sela waktu senggangnya, Rizka kerap belajar segala hal tentang dunia geologi. Selain senang, kegiatan belajar itu jadi salah satu tuntutan dari pekerjaannya. Sebab, sebagai pemandu, ia tentu harus mengetahui berbagai hal tentang kegeologian, terutama seputar benda koleksi di Museum Geologi agar bisa dijelaskan kepada pengunjung.

"Di sela-sela kerjaan, kalau lagi kosong, lagi nunggu rombongan, ya suka baca-baca juga. Bukan hanya karena kebutuhan atau tuntutan kerja aja, tapi lama-lama karena penasaran, jadi ingin tahu juga gitu (seputar dunia geologi)," jelasnya.

Ilmu geologi yang didapatkannya pun beragam, mulai dari buku di perpustakaan, berselancar di dunia maya, hingga berbincang dengan para ahli yang bekerja di Museum Geologi.



Kepuasan dan Tantangan
Rizka sendiri nyaman dengan pekerjaannya sebagai pemandu. Apalagi, ada rasa puas tersendiri ketika ia bisa berbagi pengetahuan kepada pengunjung.

"Kepuasan yang didapatkan selama jadi pemandu di sini, ketika kita bicara atau menjelaskan kepada pengunjung, mereka mendengarkan, mengapresiasi," ucapnya.

Yang membuatnya merasa lebih senang adalah ketika menghadapi pengunjung anak-anak. Ia merasa mereka selalu penuh semangat dan antusias ketika mendengar penjelasannya saat menjelajah dan memberi tahu berbagai hal yang ada di museum.

"Saya paling senang kalau mandu anak-anak SD, biasanya mereka masih enerjik tuh, antusiasnya tinggi. Kalau saya jelaskan ini, langsung mereka antusias. Senang aja seperti itu, basic-nya mungkin saya senang anak kecil juga," tutur Rizka.

Namun, tentu ada tantangan tersendiri. Sebab, bukan hal mudah memandu, mengatur, serta mencegah pengunjung melanggar aturan selama berada di lokasi. Apalagi ketika pengunjungnya anak kecil, terkadang ada yang susah diatur.

Beruntung sepanjang pengalamannya, tak pernah ada pengunjung yang pernah melakukan tindakan negatif berlebihan dan berakibat pada rusaknya benda koleksi di sana. Semua masih bisa diatasi dan hal negatif bisa dicegah meski banyak tantangan di depan mata.

"Cuma kadang ada anak yang melewati pembatas koleksi, terus jatuh pembatas koleksinya. Itu biasanya kita warning lagi untuk tidak melewati tiang pembatas, apalagi duduk di pembatas koleksi karena selain membahayakan pengunjungnya, rentan untuk koleksinya juga," paparnya.

Tantangan lainnya adalah ketika memandu pengunjung anak-anak disabilitas. Ia harus menerapkan cara yang berbeda untuk memandu mereka. Salah satunya menggunakan nada bicara yang lebih pelan dan intim dengan mereka. Sebab, ketika anak-anak disabilitas tidak nyaman berada di lokasi, ada berbagai hal yang bisa terjadi, mulai dari berteriak histeris hingga berlari.

Ia juga pernah beberapa kali memandu pengunjung yang seolah ingin mengetes kemampuannya dengan mengajukan pertanyaan. Ada juga yang minta tolong sesuatu sambil marah-marah. Namun, hal-hal seperti itu dianggap biasa dan bukan masalah baginya.

"Untuk meng-handle orang sih setiap hari penuh tantangan karena kita meng-handle beragam orang dengan beragam background," kata Rizka.



Banyak Temukan Hal Baru
Rizka sangat bersyukur dengan profesinya saat ini. Sebab, ia tak hanya bisa bekerja di museum yang sangat disukainya. Di saat yang sama, ia juga bisa mendapatkan ragam pengetahuan baru seputar dunia kegeologian.

Sebab, ia tak hanya bertugas sebagai pemandi di museum saja. Sesekali, ia kerap dilibatkan dalam sosialisasi seputar kegeologian di masyarakat bersama pihak pengelola museum.

"Kita pemandu di sini kadang suka dilibatkan sosialisasi ke luar kota, ke tempat-tempat baru (yang belum pernah dikunjungi)," ungkap Rizka.

Tak hanya itu, ia juga bisa datang langsung ke lokasi-lokasi penting dan bersejarah. "Apalagi sekarang kan ada kegiatan Collection Talk, jadi kita mengunjungi site di mana tempat fosil itu ditemukan. Contohnya kemarin soal pembahasan fosil gigi hiu purba di Sukabumi, kita datang ke lokasi. Itu hal-hal baru buat saya. Saya juga senangnya sih yang alam-alam gitu," tuturnya.

Selain karena pekerjaan, ada hal lain yang membuatnya senang dengan profesinya saat ini. Hal itu adalah hubungan di antara sesama rekan kerja yang dirasa begitu menyenangkan.

"Yang bikin saya senang di sini, hubungan dengan rekan kerja, dengan atasan, semua di sini kekeluargaan, kayak saudara banget. Atasan pun baik banget kayak ke anak, jadi kita tuh kayak ngerasa punya orang tua di tempat kerja," pungkas Rizka.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler