Melcyana Wulandari, Perempuan di Balik Kerajinan Wayang Pamulihan

Sumedang - Bertahun-tahun menjalani hari-hari sebagai anak kantoran, Melcyana Wulandari kemudian melirik potensi di wilayah tempat tinggalnya. Ia kemudian meninggalkan rutinitasnya dan menekuni kegemaran barunya berbisnis wayang golek.

Bisnis itu digelutinya sekitar 6 tahun silam. Pada suatu hari di tahun 2014, ia melihat potensi di tempat tinggalnya, di wilayah Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Ya, wilayah ini pada dekade 1990-an hingga 2000-an menjadi salah satu sentra perajin wayang golek di Kabupaten Sumedang. Ia kemudian tertarik untuk menggeluti usaha produksi wayang golek. Bermitra dengan perajin, wanita yang merupakan mantan karyawan bank ini kemudian menjual produk wayang golek melalui Melcyana Art – Suvenir Wayang Golek.

Kami berkesempatan untuk datang langsung ke galeri Melcyana Art – Suvenir Wayang Golek di kawasan Pamulihan. Di sana, kami ngobrol banyak hal tentang bisnis yang digeluti oleh wanita 34 tahun ini. Nyaris secara keseluruhan, ia menjalankan bisnis ini sendirian. Namun, ia juga banyak menggaet teman-teman dan orang di sekelilingnya untuk membantu bisnisnya.

Simak obrolan kami bareng Melcyana, yuk!

Halo, Melcy. Lagi sibuk apa sekarang?
"Halo. Makasih loh udah jauh-jauh datang. He he he. Sekarang sih saya lagi ngerjain ini aja beberapa wayang pesanan. Ya, sibuk sama bisnis si wayang ini sendirilah.”

Sebelum akhirnya jadi bisnis wayang, emang sebelumnya ngantor ya?
"Iya. Dulu kerja di Bandung. Sebenernya sih biasa aja perjalanannya. Umumnya kebanyakan temen-temen yang resign aja. Keluar kerja, nganggur, terus jalan-jalan ke kampung sebelah. Ternyata di sebelah ada penjual wayang golek. Waktu itu sih masih ada toko gitu satu dua, masih ada. Saya fotoin deh si wayang-wayangnya, dan upload di media sosial. Dan enggak nyangka, ternyata si wayang golek ini ada peminatnya juga.”

Berarti Melcy ngeliat ada potensi nih ya di tempat tinggalnya?
"Betul. Setelah itu, saya ngejalin kerja sama deh dengan si mamangnya (perajin). Kalau sekarang sih total ada 4 perajin yang kebagian orderan dari kita. Si empat orang ini punya keahlian yang beda-bedalah satu sama lain.”

Apa sih yang bedain karakter wayang di Melcyana Art ini sama perajin wayang lain?
"Di sini mah kita jual wayang tradisional dan wayang karakter. Kalau wayang tradisional sih mungkin tokoh-tokohnya sama aja, hanya pendekatan kita pas bikin wayang ini berbeda. Nah, ada juga wayang karakter nih. Misalnya karakter wajah seseorang, atau superhero. Bisa kustom di kita.”

Apa sih yang bikin mantap buat ninggalin kerjaan lama dan akhirnya berbisnis?
"Awalnya sih sempet cari kerjaan baru, setelah resign dari bank itu. Hanya kebetulan nih, bisnis daring ini lebih dulu maju. Jadi, daripada nyari pekerjaan baru, mendingan saya terusin aja deh ini si bisnisnya.”

Keberanian Melcyana saat itu berbuah hasil. Ya, di tahun  keenam, usahanya telah banyak meraup segmen pembeli. Keunikan karakter wayang golek dan wayang karakter ini yang menjadi daya tarik. Selain itu, Melcyana juga melek teknologi. Ia memanfaatkan berbagai platform media sosial sebagai sarana promosi.

Enggak tanggung-tanggung, ia sampai membeli satu set lampu untuk sesi foto dan video produk barunya. Konten digital tersebut kemudian ia unggah ke media sosial sebagai konten jualan.

Canggih banget nih lighting-nya. Sengaja beli untuk bikin konten?
"He he he. Iya. Sebetulnya enggak serius banget juga sih. Masih kayak sekadar ngasih tau kalau ada produk baru. Buat kayak gitu aja.”

Ada tantangan enggak sih, waktu pertama kali membuka bisnis? Karena kan sebelumnya Melcy kerja kantoran?
"Awal-awal cukup kerasa sih. Karena pas kerja kantoran kan kita dapat uang sekian itu kayak udah jelas lah. Tapi pas bisnis, enggak se-pasti waktu ngantor. Kalau waktu kerja sih sama aja sebenarnya. Karena kan di kantor itu saya masuk pagi, pulangnya malam. Kebetulan di tempat saya kerja dulu, hari Sabtu dan Minggu tetap masuk. Si rajin pokoknya mah.”

Baca Ini Juga Yuk:

Terus gimana adaptasinya tuh?
"Lebih ke belajar promosi. Memperbanyak relasi, dan terus promosi aja dan tentunya sambil mikir, kegiatan apa ya yang bisa kita jadikan penghasilan? Intinya tetap memutar otak aja gitu.”

Sekarang kan lagi banyak tuh orang yang keluar kerja, terus kepengin bisnis atau kerja sendiri. Pandangan Melcy gimana?
"Ya bagus sih. Cuma ya catatannya, begitu keluar kerja, simpan uangnya baik-baik. Biar bisa kita jadiin modal buat bikin usaha.”

Kalau buka usaha ini, modal yang Melcy keluarin berapa?
"Enggak pakai modal sih. Cuma kuota internet aja. Karena awalnya kan motretin wayang yang dijual sama perajin.”

Wah, hebat juga ya. Sekarang bisa ngambil untung berapa tiap bulannya?
"Enggak nentu. Tapi yang jelas, dalam sebulan itu kita bisa keluar 20 wayang. Sedikit memang. Tapi, wayang yang kita bikin ini dari harga aja udah beda dengan wayang-wayang yang temen-temen bisa temuin di pinggir jalan.”

Jauh enggak perbandingannya? Dan kenapa bisa mahal?
"Kalau wayang tradisional itu mulai dari Rp250 ribu harga termurahnya. Kalau wayang karakter mulai dari Rp1,1 juta. Itu harga dasar. Harganya bisa lebih mahal kalau pemesan kepengin di-custom lagi pesanannya.”

Pesanan khusus apa aja sih yang dilayanin?
"Custom baju biasanya. Jadi, saya juga ambil peran nih kalau lagi bikin baju-bajunya. Bagian baju dan detail tampilan wayang ini saya yang garap. Kalau pembuatan wayang sih sama perajin. Atau kalau enggak baju, khususnya di wayang karakter, ini kepingin pake kacamata atau topi, bisa, tapi nambah budget lagi.”

Kreativitas mengolah wayang ini yang pada akhirnya melambungkan nama Melcyana Art. Pernah suatu ketika, ia dengan ringan tangannya menghubungi tim kreatif salah satu acara televisi dan bilang kalau dirinya punya tokoh wayang karakter sang pembawa acara tersebut.

Enggak disangka, upaya Melcy mendapat respons dari tim kreatif dan ia menjadi bintang tamu di acara tersebut.

Pernah masuk TV bareng Andre Taulany segala nih. Gimana ceritanya, Melcy?
"Oh. Itu aku pernah ngontak ke medsosnya acara Pagi-Pagi, yang di NET TV itu. Ternyata dibales, dan diminta datang tiga hari kemudian. Pas ngontak, saya bilang nih saya punya wayangnya Andre. Eh, disuruh ke sana tiga hari kemudian. Padahal wayangnya belum jadi. Ha ha ha.”

Tapi akhirnya tetap syuting?
"Ya iyalah. Saya minta pengerjaan ke perajinnya dipercepat. Dari situ jadi banyak pesanan deh. Dari TV, atau lembaga lainnya, yang mungkin mereka mau bikin kado kali ya buat yang ulang tahun atau yang mau keluar kerja.”

Sebesar apa nih perubahannya setelah syuting di TV?
"Ya jadi banyak yang pesen aja sih, dan sekarang sih udah sampai ke luar negeri si pembelinya tuh.”

Ke mana aja tuh?
"Belakangan, saya baru kirim buat dibawa ke Jerman nih wayang-wayang karakter. Intinya sih saya jadi belajar bahasa asing lagi. Karena mereka biasanya banyak ingin tahu seputar produknya.

Selain itu, pernah ngirim ke New York, Texas, Korea, Jepang dan banyak lagi sih. Tapi biasanya mereka beli satuan, enggak se-kontainer gitu ha ha ha. Ya, biasanya pembelinya tuh kolektor yang memang tau wayang, pernah ke Indonesiam tapi enggak sempat beli wayang.”

Cara Melcy ngeraih pembeli dari luar negeri gimana?
"Dari YouTube sama Instagram. Padahal sebenarnya lebih ke biasa-biasa aja. Belum ada konten khusus. Tapi ajaibnya, itu sangat berguna untuk promosi. Jadi buat orang-orang yang mau pesan itu, kayaknya bisa jad etalase yang mumpuni.”

Selera pembeli luar negeri sama dalam negeri beda enggak sih?
"Bisa jadi. Soalnya biasanya ya ini sih, pembeli dari luar negeri tuh kalau beli wayang senangnya milih warna yang lebih soft. Kalau di kita kan biasanya warna yang nge-jreng. He he he.”

Ada kendala enggak sih selama jualan?
"Berhadapan sama pembeli tuh bisa jadi tantangan ya. Namanya pembeli ya karakternya macam-macam ya. Cuma tips dari saya sih jadilah teman yang baik buat pembeli kita.”

Selain menjalankan bisnis jualan wayang golek, Melcyana juga menjalankan bisnis sebagai perias wajah. Ia memulai bisnis ini juga awalnya karena wajahnya suka dirias oleh teman-temannya. Beberapa hal dan pengalaman baru kemudian dijajalnya selama menjadi perias wajah untuk acara nikahan dan wisuda.

Punya cerita seru enggak sih pas jadi perias wajah?
"Hmm, apa ya? Yang jelas, saya enggak nyangka loh, jadi perias wajah itu harus berangkat tengah malam. Karena zaman sekarang kan banyak orang atau klien yang kepengin dimake up di rumah.”

Jadi mendingan jualan wayang dong ya daripada jadi perias wajah?
"Iya sih. He he he. Karena kan kalau jualan wayang tinggal di rumah, kerja sama dengan perajin, terus bikin konten. Bisa di rumah lah ngerjainnya. Kalau jadi perias wajah kana duh, kayaknya lumayan juga ya.”

Lumayan juga ya, perjuangan jadi perias wajah?
"Iya. Waktu itu juga pernah sih saya dipanggil ke Majalaya. Dan saya enggak tau alamatnya di mana. Lucunya lagi, pas saya hubungi klien, ternyata orangnya belum bangun. Duh, yang begini-begini tuh kayak seni-nya gitu deh.”

Tapi kalau pesanan dan pendapatan lebih besar dari mana?
"Tetep dari wayang sih. Karena bisnis rias wajah juga baru sekarang-sekarang saya promosi di media sosial.”

Meninggalkan dunia kerja untuk kemudian berbisnis menghasilkan keseruan tersendiri bagi Melcyana. Ia merasa keluar dari zona nyaman, dan bisa lebih memaksimalkan potensinya. Selain itu, ia merasa senang karena menjalankan bisnis dari potensi di lingkungan tempat dia tinggal.

Lebih seru bisnis atau kerja kantoran sih?
"Lebih seru bisnis kalau buat aku ya. Karena aku jadi banyak belajar, ketemu orang baru, dan bisa ngajak teman-teman atau orang terdekat buat ikutan. Apalagi, wilayah sini kan memang terkenal dulunya sentra perajin wayang golek. Nah, sayang banget kalau itu sampai ditinggalin karena anak mudanya memilih kerja proyek atau jadi petani. Kayaknya, usaha saya ini bisa jadi jalan buat pemuda yang kepengin mempertahankan tradisi di sini.

Sibuk banget dong sekarang ya?
"He he he. Enggak sih, paling enggak saya jadi sering ke Bandung lah, ke kota gitu. Dan saya jadi tau tempat ngirim barang. Kejar-kejaran sama travel, dan wah, enerjik lah sekarang mah.”

Boleh enggak ngaitin profesi Melcy saat ini sama Hari Perempuan Sedunia? Kalau boleh, tanggapan Melcy terkait hal ini gimana?
"Bagus banget kalau perempuan zaman sekarang bisa usaha. Jadi, mereka punya uang buat jajan sendiri minimal. Dan di satu sisi ya, ada beberapa bisnis yang si bisnisnya tuh akan lebih bagus kalau dipegang perempuan. Ya, kayak bisnis kerajinan gini deh. Kita (perempuan) mah lebih detail kalau perihal ngedandanin produk.”

Arti perempuan mandiri buat Melcy apa?
"Waduh. Susah nih. He-he-he. Kalau buat aku sih perempuan mandiri tuh yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Ya intinya sih yang bisa mengerjakan hobinya, dan mengusahakan agar hobinya ini menghasilkan.”

Punya pesan enggak buat teman-teman perempuan di sana yang kepengin kayak Melcy gitu, menjalani hari-hari dari apa yang disukai?
"Tekuni hobinya apa, belajar lagi. Dan usahain sih ada nilai ekonomisnya. Sebisa mungkin sih hindari hobi yang menghambur-hamburkan uang.”

TemanBaik, belajar dari perjalanan Melcy, keluar dari zona nyaman memang sangat menyenangkan. Namun, perlu dipikirkan juga alokasi waktu dan tenaga yang perlu dikeluarkan. Dan intinya, sesuai pesan Melcy, kita enggak perlu takut untuk menjadi diri sendiri, dan menekuni apa yang kita sukai. Catatan penting juga nih: pikirkan caranya, agar hobi kita jadi sesuatu yang menghasilkan, bukan justru menghamburkan penghasilan.

Yuk, asah kreativitas dalam diri kita! Selamat berakhir pekan, ya.

Foto     : Djuli Pamungkas/beritabaik.id
Layout  : Agam Rachmawan/beritabaik.id 


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler