Achmad 'Dzoel' Zulkarnain, Patahkan Stigma Lewat Fotografi

Bandung - Inspirasi dan motivasi bisa datang dari siapa saja. Salah satunya Achmad Zulkarnain. Keterbatasan fisik enggak menghalanginya untuk menjajal beberapa bidang profesi.

Ya, bahkan Dzoel, sapaan akrabnya telah menjalani setidaknya empat profesi dari masa ke masa di hidupnya. Bermula dari musik, Dzoel kemudian menjelajah dunia skateboard sebagai kreatornya. Belum habis, ia kemudian menjajal lagi duna snorkeling dan fotografi.

Bukan tanpa sebab, Dzoel ingin mematahkan stigma yang ada di kalangan penyintas disabilitas, yang mana para penyintas ini kerap dicap ‘istimewa’ oleh publik. Saat ini, Dzoel sedang fokus di bidang fotografi.

"Bukan karena ingin dipuji atau dapat penghargaan. Tujuan saya (menjajal banyak profesi) adalah untuk mematahkan stigma terhadap teman-teman," ujarnya dalam sesi Kenali Profesi yang diselenggarakan oleh DNetworks Indonesia.

Dari sekian banyak profesi yang dijajakinya itu, Dzoel ingin menyampaikan pesan yang berisi 'aku, kamu, kalian, kita itu sama'. Ia menyebut baik itu penyintas disabilitas atau orang normal, semuanya sama saja. Ya, sebab keduanya pun melakukan kegiatan yang sama.

Baca Ini Juga Yuk: Asthie Wendra, 'Jenderal' Tegas di Balik Panggung Pertunjukan

Mencoba dan menghapus rasa takut. Dua hal ini disebut sebagai kuncian bagi Dzoel dalam menjajal bidang profesi baru. Ia menyebut ketakutan kerap jadi penghambat saat seseorang hendak menjajal suatu hal baru.

"Saya kepengin disetarakan. Rasanya cukuplah saya hidup di tengah rasa takut. Cukup lah saya dirundung, terkena diskriminasi. Kemudian saya nyari titik di mana ya saya harus bangkit dan menunjukkan kalau kita bisa melakukan apapun," terangnya.

Lulusan program Bahasa Jepang dan Fakultas Hukum ini memulai karir sebagai fotografer saat dirinya bekerja di sebuah kantor hukum di Banyuwangi. Kesadaran untuk mengulik bidang fotografi ini didapatkannya saat ia merasa dirinya bukan orang kantoran, melainkan orang lapangan. Proses belajarnya kemudian berlanjut saat Dzoel mengikuti sekolah fotografi dan menjadi murid dari fotografer Darwis Triadi.

Keberuntungan seorang Dzoel enggak bisa dilepaskan dari upayanya menyadari posisi. Terkadang, enggak semua orang menyadari posisinya berada di mana. Contoh kecil saja; kita kadang enggak sadar kita ini cocoknya bekerja sebagai orang kantoran atau orang lapangan.

Terkait hal itu, Dzoel memberi kiat untuk kita selalu mencoba. Selain mencoba, Dzoel menyarankan untuk kita selalu melihat apa yang terjadi di sekitar kita, serta punya perencanaan yang banyak. Dari perencanaan yang banyak itu, kita bisa memilih, mana yang sekiranya bisa kita tekuni lebih dalam.


Gemar Berbagi
Enggak berhenti di sana, Dzoel juga punya sifat terbuka dan gemar berbagi. Pada acara ‘Kenali Profesi’ itu pula, Dzoel berbagi mengenai ilmu fotografinya dengan para peserta acara. Ia membahas berbagai hal terkait teknik memotret, pencahayaan, sudut pandang, pewarnaan, dan komposisi foto.

Ia memilih tiga foto setelah sebelumnya peserta diskusi diminta mengirimkan foto-foto karyanya untuk dibahas dalam sesi diskusi. Dari ketiga foto tersebut, Dzoel memilih satu foto makanan dan dua foto dengan tema human interest. Ia mengaku tertarik dengan gaya fotografi human interest.

Ia juga menanggapi berbagai pertanyaan dari peserta diskusi. Saat menjawab, ia juga secara enggak langsung coba memberikan motivasi agar teman-teman penyintas disabilitas supaya lebih giat lagi, khususnya dalam mengulik seluk beluk fotografi.

Dzoel juga menyarankan, khususnya buat teman-teman penyintas disabilitas agar tidak perlu takut mendalami bidang fotografi. Menurutnya, hal yang perlu dilakukan adalah mencobanya. Lebih rinci lagi, jika punya uang, alokasi yang bijak untuk menggunakan uang tersebut seimbang antara dialokasikan untuk belajar fotografi dan membeli alatnya.

"Ilmu penting, punya alat juga penting. Kalau bisa seimbang saja. Kalau sekarang belajar fotografi sumbernya sudah banyak," katanya.

Dzoel juga berharap dirinya bisa berbagi seputar fotografi dengan lebih banyak orang lagi. Ia berharap ada wadah berupa workshop fotografi, yang mana dalam workshop tersebut, ia akan berbagi kiat dan seluk beluk mengenai fotografi.

"Diskusi ini harus ada sesi dua. Karena saya ngeliat antusias teman-teman (terhadap fotografi) ini tinggi banget," tutupnya.

TemanBaik, mendengar cerita singkat Dzoel, rasanya kita bisa mendapat banyak pelajaran. Mulai dari melawan ketakutan, mematahkan stigma, hingga tetap rendah hati dan mau berbagi dengan sesama. Nilai-nilai itu pastinya akan banyak menunjang perkembangan kita untuk menjadi manusia secara utuh.

Semoga sehat selalu ya, Bang Dzoel! Dan untuk kamu: tetap semangat di manapun kamu berada ya, TemanBaik!

Foto: Dok. Pribadi/instagram.com/@bangzoel_

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler