Cerita Jajat Sudrajat Sang Pengantar Makanan Buka Puasa

Bandung - Sejak hari pertama Ramadan tahun ini, Jajat Sudrajat baru sekali merasakan buka puasa di rumah di kawasan Rancamanyar, Kabupaten Bandung, yaitu pada Rabu (14/4/2021). Di luar itu, tempatnya berbuka puasa tak menentu. Sebab, ia menjalankan tugas sebagai relawan di Masjid Lautze 2 Bandung.

Selama Ramadan ini, pria 40 tahun tersebut menjadi driver alias pengemudi yang bertugas mengantarkan makanan berbuka puasa. Makanan itu biasa disebarkan ke berbagai titik di Kota Bandung setiap harinya.

Biasanya, ia mulai bergerak sekitar pukul 16.00 WIB, selepas salat ashar dan mengikuti kajian di Masjid Lautze 2. Ia akan menuju tempat sesuai dengan yang ditugaskan. Setiap harinya, lokasi yang dituju pun berbeda-beda.

Jajat pun akan membawa puluhan makanan berbuka setiap harinya. Makanan itu berasal dari para donatur Masjid Lautze 2. Di tangan Jajat-lah makanan itu diharapkan sampai pada orang yang tepat, yaitu orang berpuasa.

Namun, diakui Jajat, terkadang enggak mudah menemukan orang yang tepat untuk diberikan makanan berbuka. Sebab, belum tentu orang yang ditemuinya sedang berpuasa.

"Kalau membutuhkan, memang banyak yang membutuhkan. Cuma yang benar-benar membutuhkan untuk buka puasa, itu susah, karena di jalan itu juga ada yang enggak puasa," ujar Jajat.
Untuk membagikan makanan, Jajat yang dalam kesehariannya bekerja menjual telur kerap menggunakan naluri atau perasaannya. Sehingga, ia yakin orang yang diberikan makanan berbuka memang membutuhkannya. Meski begitu, kadang tanpa sengaja ada juga orang tak berpuasa yang justru diberi makanan.

Saat bertugas, Jajat mengaku memang terkadang merasa lelah. Sebab, rute tempuh yang harus dilalui tak tentu setiap harinya, kadang jauh, kadang dekat. Namun, semua itu ia jalani dengan ikhlas meski tak mendapat bayaran. Sebab, ia sendiri yang mengajukan diri jadi relawan di sana.

Bagi Jajat, aktifnya ia sebagai relawan di Masjid Lautze 2 Bandung adalah tahun keduanya. Sehingga, pengalaman membagikan makanan berbuka tahun ini jelas bukan yang pertama. Ia mengaku ketagihan menjadi relawan dan mengantarkan makanan berbuka.

Ia merasa ada kepuasan tersendiri menjadi relawan. Hal itu yang membuatnya mau menjadi relawan lagi di tahun kedua. Selain itu, ia ingin memanfaatkan waktu yang ada saat Ramadan ini dengan kebaikan.

"Saya sendiri ketagihan karena membagikan makanan ini memiliki kepuasan sendiri yang pada akhirnya kita bisa merendahkan diri (bersyukur), ternyata di lapangan banyak saudara-saudara kita yang masih banyak yang membutuhkan (bantuan)," papar Jajat.

Langkah yang dilakukan Jajat pun mendapat dukungan dari keluarganya. Mereka tak pernah protes meski Jajat jarang buka puasa di rumah akibat aktivitasnya sebagai relawan. "Keluarga alhamdulillah mendukung," ucapnnya.

Ia pun merasakan berkah tersendiri dari apa yang dilakukannya sebagai relawan. Ia merasa hidupnya lebih dimudahkan. "Kadang-kadang disuruh memberi atau kita memberikan suatu kebaikan itu imbasnya atau yang saya terima luar biasa. Ibaratnya, Allah SWT memberikan kemudahan-kemudahan yang tidak saya mengerti dan itu selalu terjadi. Dalam kesulitan apapun, Allah pasti kasih solusi jalan keluar bagi saya," tandas Jajat.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler