Senyum Ramah Fanny Karmarani & Kepuasannya Berbagi Cerita Sejarah

Bandung - Ramah, memiliki pembawaan tenang, dan gaya berceritanya mudah dicerna. Itu jadi penggambaran singkat untuk menjelaskan sosok Fanny Karmarani.

Fanny adalah Marketing Communication Manager Hotel Savoy Homann. Setelah sempat bekerja di tempat lain, ia mantap dengan posisi itu sejak Januari 2021 lalu.

Bekerja di hotel bersejarah di Kota Bandung itu ibarat cinta lama yang terwujud. Sebab, jauh sebelum bekerja di sana, ia begitu mengagumi hotel yang dibangun di masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda tersebut.

"Sebelumnya juga memang saya sudah lumayan sudah tahu sejarah Savoy Homann karena memang ini salah satu hotel ikonk di Kota Bandung dan saya asli orang Bandung. Jadi, saya sudah tahu dari kecil dengan Hotel Savoy Homann," ujar Fanny kepada BeritaBaik.id.



Begitu bekerja di sana, kesenangannya pun makin bertambah. Ia banyak mendapat cerita baru dari sejarah perjalanan Hotel Savoy Homann dari waktu ke waktu. Hal itu menambah referensi pengetahuannya.

"Setelah masuk ke sini, saya makin mempelajari lebih dalam tentang sejarahnya dan malah jadi makin tertarik karena memang sejarahnya panjang dan unik sekali. Ternyata banyak yang tadinya saya enggak tahu, jadi tahu, apalagi tentang sejarah Bandung," tutur perempuan kelahiran Bandung, 31 Maret 1983.

Baca Ini Juga Yuk: Ngobrolin Hipnoterapi & Trauma Masa Lalu bareng Nabila Ghassani

Pengagum Art Deco
Ia sendiri sangat bersyukur bisa bekerja di sana. Sebab, tak semua orang bisa bekerja di tempat bersejarah dan begitu disukainya. Selain faktor sejarahnya, ada hal lain yang membuatnya begitu senang dengan hotel tempatnya bekerja.

"Kebetulan saya suka bangunan-bangunan tua yang mengandung sejarah dan secara arsitektur juga menurut saya Hotel Savoy Homann ini bagus ya. Karena art deco-nya kental sekali dan ini adalah salah satu bangunan art deco pertama di Kota Bandung. Itu yang membuat saya tertarik kerja di sini," ungkap Fanny.

Sehingga, selain bekerja, setiap kali bertugas ia bisa menikmati suasana dan keanggunan hotel tersebut. Ada rasa nyaman yang tak terbayar oleh sekadar nominal. Apalagi, ia juga menemukan rekan-rekan kerja yang membuatnya makin betah bekerja di sana.



Kepuasan Bercerita
Hal yang menarik dari sosok Fanny adalah keramahannya. Meski baru pertama kali bertemu, ia bisa langsung 'klik' dengan pengunjung. Senyum ramah pun jadi senjata meski saat pandemi ini tertutup masker. Namun, ekspresi senyum ramahnya bisa tetap terlihat.

Keramahannya pun selalu berlanjut saat bercerita seputar sejarah dan berbagai hal tentang Savoy Homann. Hal ini kerap dilakukan ketika ada tamu atau pengunjung yang ingin tahu sekelumit tempat yang berdiri sejak 1871 tersebut. Berbagai pertanyaan yang disampaikan padanya pun selalu berusaha dijawab sesuai pengetahuannya.

Sehingga, selain sebagai Marketing Communication Manager, ia secara tidak langsung juga berperan sebagai tour guide alias pemandu wisata. Sebab, banyak tamu hotel yang tak hanya sekadar menginap di sana. Banyak yang ingin tahu beragam cerita di baliknya dan Fanny adalah sosok yang akan melayani keingintahuan mereka.

Bahkan, kerap ada pengunjung yang memang datang hanya sekadar ingin tahu sejarah hotel tersebut. Misalnya rombongan para pecinta sejarah hingga wisatawan yang dibawa penyedia jasa wisata. Hal itu bukan masalah. Sebab, untuk menjelajah hotel tak perlu menjadi tamu dan menginap di sana.

Jika ada di lokasi, Fanny biasanya yang akan memandu. Ia akan mengajak tamu atau pengunjung menjelajahi setiap detail Hotel Savoy Homann dan cerita-cerita menariknya. Ia selalu berusaha bercerita sedetail mungkin dengan pembawaan yang santai.

Bagi Fanny, memandu dan bercerita itu jadi kesenangan tersendiri. Sebab, ia mengaku gemar bercerita. Apalagi ketika bertemu orang baru, terutama orang Bandung, yang belum tahu tentang sejarah Savoy Homann, hal itu semakin menambah semangatnya untuk bercerita.

"Yang menyenangkan itu karena saya bisa berbagi cerita. Saya senang cerita sih orang orangnya," ucapnya.

Di balik kegemarannya bercerita, ada misi khusus yang dibawanya. Ia ingin membuat semakin banyak orang yang tahu soal sejarah Hotel Savoy Homann dan Kota Bandung pada umumnya. Saat orang lain akhirnya tahu soal sejarah yang dipaparkannya, rasa bangga menghampirinya.

"Puas ketika akhirnya (orang lain) bisa tahu (sejarah), jadi kayak punya kebanggaan tersendiri aja, (apalagi) bisa memberitahukan kepada orang Bandung bahwa di kotanya sendiri ini ada sebuah hotel yang sejarahnya panjang, di dalamnya itu banyak sekali cerita," pungkas Fanny.

Foto: Djuli Pamungkas/Beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler