Cerita dan Pesan Menyentuh dari BoBoiBoy Bermasker

Bandung - TemanBaik, mungkin kamu enggak asing sama tokoh kartun BoBoiBoy kan? Bocah yang diceritakan punya kekuatan super ini cukup digandrungi anak-anak.

Nah, di masa pandemi ini, ada yang enggak biasa dari si BoBoiBoy ini. Saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, BeritaBaik.id tak sengaja melihat sosok yang memakai kostum BoBoiBoy.

Setelah ditelisik lebih seksama, penampilan BoBoiBoy ini terbilang unik. Pada bagian mulutnya terpasang masker bedah. Rasa penasaran menuntun BeritaBaik.id untuk menghampirinya dan berbincang santai.

Dengan ramah, sosok di balik kostum badut ini mau menyempatkan diri berbincang. Mau tahu perbincangan kami dengan sosok asli BoBoiBoy ini dan cerita menariknya?

Ia memperkenalkan diri dengan nama Ridwan, usianya baru 22 tahun. Pria asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, ini sudah malang melintang di Bandung sejak duduk di bangku SMA. Terakhir, ia sempat bekerja di salah satu perusahaan besar di Tangerang, Banten. Namun, hantaman pandemi COVID-19 sejak Maret 2020 seolah jadi mimpi buruk bagi Ridwan.

Terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak terpaan pandemi, Ridwan memilih banting setir. Berbagai pekerjaan serabutan ia jalani hingga akhirnya terpaksa menjalankan peran sebagai badut BoBoiBoy di pintu keluar Metro Indah Mall (MIM) di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Selain BoBoiBoy, kadang Ridwan juga memerankan badut kartun Spongebob Squarepants.

Jelas bukan hal mudah menjalani pekerjaannya saat ini. Namun, ia mematahkan semua keraguan demi mengais rezeki dan bertahan di tengah sulitnya menjalani hidup, terutama di tengah pandemi.

Baca Ini Juga Yuk: Islahul Umam dan Dedikasinya di Toko 'Amal'

Ridwan lalu bercerita soal alasannya memakai tokoh BoBoiBoy yang menggunakan masker di tengah pandemi, terutama sejak masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Bandung. Bukan sekadar aksesori semata, tapi ada misi mulia yang ingin disampaikan.

Ia berharap, dengan memakai masker pada tokoh badutnya, masyarakat yang melintasi Jalan Soekarno-Hatta sadar akan pentingnya penggunaan masker. Sebab, masker jadi salah satu upaya pencegahan tertular atau menularkan COVID-19.

"Inisiatif aja sih, badut aja pakai masker, masak kamu enggak," katanya sembari tertawa.

Berjuang di Tengah Hantaman
Ridwan lalu bercerita soal kesibukannya sehari-hari sebagai pengamen berkostum badut. Saban pagi, pukul 07.00 WIB, ia sudah bersiap menuju tempatnya mencari nafkah. Seperangkat kostum badut sudah disiapkannya.

Setelah kostum menutupi seluruh tubuhnya, ia akan bergegas menjalankan aksi. Pekerjaannya memang terlihat sederhana: menari, melambaikan tangan pada pengendara motor atau mobil, dan berharap ada remah-remah rezeki dari orang-orang baik di jalanan.

Dalam sehari, uang yang didapatkannya tak sampai Rp100 ribu. Namun, itulah usaha yang bisa dilakukannya saat ini: menyambung hidup. Cara itu jadi langkah nyata Ridwan bertahan di tengah kerasnya terpaan hidup dan situasi yang dialami.

Apalagi, di usianya yang masih tergolong belia ini, Ridwan sudah dianugerahi seorang anak. Sehingga, uang dari perannya menjadi BoBoiBoy bermasker itu ia pakai untuk keperluan pribadi dan anaknya.

"Kalau anak itu bareng sama orang tua saya tinggalnya. Nah, kalau rumah tangga saya, terus terang, ya dampak dari COVID ini juga. Panjang lah kalau harus saya ceritain mah," ungkapnya dengan suara tertahan.

Seharian ia menghabiskan waktu di jalanan. Panas terik, atau boleh jadi saat hujan, ia tetap bertahan dan menari di pinggir Jalan Soekarno-Hatta dan pintu keluar mal. Padahal, dalam masa pemberlakuan PPKM ini, jumlah pengunjung mal pun enggak seberapa. Sore hari, sekitar pukul 17.00, ia baru pulang ke rumah.

Asa Ridwan yang Menjuntai
Lewat karakter yang diperankannya, Ridwan berharap jadi secercah pengingat bagi siapapun. Sebab, di masa pandemi seperti ini, saling mengingatkan perlu dilakukan agar kasus COVID-19 tak terus melonjak tajam.

Memakai badut bermasker pun jadi cara Ridwan berkontribusi dalam mengampanyekan protokol kesehatan. Ia berusaha melakukan apa yang dilakukannya untuk berkontribusi di tengah pandemi.

Baca Ini Juga Yuk: Cerita Sunyi Junaengsih, Menyapu Jalan di Tengah Pandemi

Aksi memerankan BoBoiBoy bermasker ini juga disebut Ridwan sebagai pengharapan agar keadaan dunia kembali normal. Ia sangat menginginkan andemi berlalu dan bisa mencari pekerjaan baru yang lebih baik.

Ridwan sendiri mengaku sangat lelah dengan pandemi. Apalagi, ia merasakan dampak besar dari pandemi. Untuk mengakhiri pandemi, ia membagi pandangan sederhanya yang sebetulnya bisa dilakukan setiap orang. Caranya adalah menerapkan protokol kesehatan.

"Sudah kepengin normal lagi. Kepengin kerja lagi. Jadi, siapa tahu dengan dilihat banyak orang (pakai masker), orang jadi sadar. Kalau orang sudah sadar, kan pandeminya juga jadi cepet beres, saya bisa kerja lagi," pungkasnya.

Ungkapan Ridwan di awal tadi idealnya jadi teguran keras buat kita yang masih abai protokol kesehatan ya, TemanBaik. Badut saja pakai masker, masa kamu enggak? Jangan kendorkan protokol kesehatanmu, ya!


Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler