Memetik Hikmah Pandemi ala Pengusaha Fesyen Rini Widiati

Bandung - Setiap orang punya cara sendiri memaknai pandemi. Begitu juga dengan Rini Widiati Yuniar, pengusaha busana muslim Deenay Scarves.

Seperti yang dialami banyak pengusaha, bisnis busana muslim yang digeluti Rini cukup tersendat sejak pandemi melanda. Kondisi ini terus terjadi hingga kini karena pandemi tak kunjung berakhir.

Namun, ada rasa syukur begitu besar. Sebab, usaha yang digelutinya masih berjalan hingga kini. Meski tak selancar seperti sebelum pandemi, setidaknya usaha yang dirintisnya itu bisa tetap 'hidup'.

"Sebelum pandemi sih, alhamdulillah aja lancar. Setelah pandemi, ya, terjadi penurunan. Tapi, tetap alhamdulillah aja giu, masih jalan, yang penting masih jalan lah gitu kan," kata Rini kepada Beritabaik.id.

Tak terbersit keluhan meski usahanya tak selancar dulu. Sebab, ia tahu betul dampak luar biasa pandemi yang dirasakan banyak orang. Bahkan, ada banyak pengusaha bangkrut hingga kehilangan pekerjaan.

Di tengah sulitnya menjalankan roda bisnis, ia justru terpancing melakukan #AksiBaik membagikan nasi kotak gratis setiap jumat. Sekali pembagian, tak kurang dari 500 nasi kotak diberikan pada yang membutuhkan.

"Ya, bagaimana lagi, semua kena impact-nya kan. Kita hanya bisa bersyukur aja lah kita dikasih kesehatan, kita masih bisa berbagi," ungkap Rini.

Baca Ini Juga Yuk: Cerita Rudini Anhar sang Juru Masak Pasien Isoman

Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id

Tertantang saat Sulit
Perempuan 50 tahun itu mulai melakukan aksi bagi-bagi nasi kotak gratis sejak awal pandemi. Semula, pembagian nasi kotak ini dilakukan di kawasan Kembar, Kota Bandung, di depan store Deenay miliknya.

Namun, dalam tiga bulan terakhir, aksi bagi-bagi nasi kotak ini pindah ke kawasan Ciliwung, Kota Bandung. Sehingga, jika ditotal, sudah lebih dari 1,5 tahun ia berkutat dengan aksi sosialnya. Hal ini disyukuri betul karena aksinya memberi kenikmatan tersendiri.

Sementara selain berbagi nasi kotak, Rini juga menjalankan beberapa aksi baik lain. Ia berusaha menghadirkan manfaat bagi orang lain dengan berbagai cara.

Ia juga bekerja sama dengan beberapa pihak dalam aksi baiknya. Aksi yang dilakukan di antaranya berbagi makanan hingga vitamin.

"Karena Deenay ada Yayasan Deenay Foundation, jadi memang suka gerak sendiri, tapi juga suka dibantu beberapa lembaga kayak DT Peduli, Golden Futures, Explorer, gitu. Alhamdulillah sih kita banyak kerja samanya," papar Rini.

Baginya, berbagi tak harus dalam kondisi berlebih atau berkecukupan. Saat dilanda badai masalah, termasuk bisnis yang berjalan tersendat, kebaikan bisa tetap dilakukan.

"Pada saat sempit (berbagi), justru semoga Allah rida aja sih. Pada saat lapang dan sempit kan kita harus berbagi. Justru tantangan buat kita itu, ya, pada saat sempit justru kita yang harus berbagi," tutur Rini.

Baca Ini Juga Yuk: 'Cerita Dapur' Suka Duka Jadi Relawan JQR Bareng Reggi Munggaran

Ia sadar banyak orang merasakan berbagai kesulitan di tengah pandemi. Namun, kesulitan setiap orang berbeda satu sama lain. Saat merasa sulit, ia melihat fakta di luar sana banyak yang hidupnya lebih sulit.

Bahkan, ia memandang pandemi ini tak sesulit seperti di zaman perang. Sehingga, ada banyak hal yang baginya harus disyukuri ketimbang mengeluh. Sebaliknya, di tengah kesulitan ia berusaha melakukan aksi baik.

"Kalau saya sih usaha turun, tapi, masya Allah, alhamdulillah kita masih bisa jalan, ya sudah itu syukurin. Banyak banget nikmat Allah, yang di pandemi ini kan kita cuma dikasih pandemi, enggak dikasih perang dan lain sebagainya," jelasnya.

"Jadi, kan memang harus banyak bersyukur gitu ya, ya sudah waktunya berbagi, di saat sempit itu memang saatnya kita yang bergerak," ucap Rini.

TemanBaik, yuk terus berusaha berbuat baik!


Foto: Dokumentasi pribadi


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler