Ngobrolin Medali PON hingga Kebakaran Bareng Putri Desiyanti

Bandung - Kenalin nih, TemanBaik kita kali ini, namanya Putri Desiyanti Azahra. Ia bekerja di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung dan dijuluki 'Mojang Diskar PB'.

Selain itu, ia merupakan atlet tarung derajat. Tak tanggun-tanggung, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 lalu, dia meraih dua medali, yakni emas dan perunggu pada dua nomor cabang olahraga (cabor) tarung derajat.

Kita bertemu dengan Putri di sela kegiatan dinasnya sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) di Diskar PB. Sehari-hari, Putri bertugas pada bidang program. Perbincangan kami di salah satu area Kantor Diskar PB pun berlangsung seru. Ia banyak membagi cerita menarik.

Salah satu yang membuat kami tertarik adalah kiprahnya sebagai atlet tarung derajat. Prestasi yang diraihnya saat ini justru berawal dari ketidaksengajaan, loh!

Sejak 2008 atau tepatnya saat duduk di bangku SMP, Putri sudah mulai belajar bela diri tarung derajat. Ia mendalami bagian seni gerak pada kegiatan bela diri tersebut.

"Awalnya karena nganter sepupu, eh, jadi diajakin latihan bareng," kenang perempuan kelahiran 1995 ini.

Putri remaja yang memiliki postur gemuk dan tidak terlalu tinggi, mengaku ketertarikannya ikut olahraga tak lebih untuk mendapatkan postur tubuh ideal versi dirinya, tinggi dan langsing. Sambil tertawa, ia mengenang masa remajanya saat dijuluki 'si Kapsul' oleh teman sebayanya.

Tiga tahun kemudian, Putri ikutan kejuaraan antar Satlat (Satuan Latihan). Ia masuk ke dalam kategori seni gerak. Tanpa diduga, ia dan grupnya menjadi juara satu.

"Dengan pola latihan yang alakadarnya, enggak nyangka bisa juara satu," katanya.

Tahun 2012, ia mengikuti Walikota Cup dan jadi juara pertama. Lagi lagi, Putri enggak menyangka akan hal tersebut.

Kamu jagoan juga ya diam-diam, Put..
Alhamdulillah. Hahaha. Tapi aku tuh enggak nyangka aja, yang awalnya cuma pengen kurus dan tinggi, eh ternyata ada potensi dalam diri aku untuk berkembang lebih jauh.

Oke, abis itu gimana Put? Cerita lagi dong...
Tahun 2013, aku ikutan Kejurnas deh. Waktu itu aku sekolah di SMK Negeri 3, yang di (Jalan) Buahbatu (Kota Bandung) itu.

Ada yang kamu ingat dari proses latihan selama masa SMA?
Karena latihannya malam, biasanya aku tidur kalau kelas pagi di sekolah. Hehehe.. Ya, karena ngantuk banget!

Mantap! Nah terus cerita lagi soal Kejurnas tadi dong...
Ya, itu single event di cabang Tarung Derajat. Yang awalnya dari Bandung aja nih, terus kita ketemu sama atlet-atlet yang lebih berpengalaman lagi. Kaget juga sih, kita notabene masih ingusan lah, ini tanding sama yang udah pada jago. Tapi kita enggak nyangka karena rupanya kita jadi juara satu lagi.

Kamu dan regumu ini kayaknya underdog ya?
Hahaha.. Iya mungkin.

Sebagai informasi, Putri tergabung dalam regu seni gerak. Ia menjelaskan dalam tarung derajat ada dua pembagian secara garis besar, yaitu tarung dan seni gerak. Kedua bagian ini punya beberapa formasi regu untuk ditampilkan, antara lain: Gerak Tarung Campuran (dua putra dan dua putri), Rangkaian Gerak Putri (tiga putri), Gerak Tarung Putra (dua putra), Garang Putra (tiga putra). Nah, sejak awal bertanding, Putri fokus menekuni Rangkaian Gerak Putri.

Usai tiga kali juara, Putri mengikuti kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) pada 2014. Sayangnya, pencapaian ia dan kelompoknya hanya menjadi finalis alias peringkat kedua. Untuk pertama kalinya, Putri dan kawan-kawan merasakan kekalahan.

"Emang rezekinya aja, sih. Tapi enggak nyangka lagi karena justru juara kedua ini yang dipilih untuk tampil di Porda," ungkapnya.

Jadi Atlet PON
Jalan panjang menjadi atlet tarung derajat terus berlanjut ke panggung olahraga terbesar skala nasional, PON 2016 Jawa Barat. Ajang ini diikutinya setelah ia menjuarai Porda 2014. Ia mengaku proses latihan dalam ajang ini relatif ringan karena dijalani saat ia masih dalam proses mengerjakan skripsi.

"Masih ringan banget karena bebannya 'hanya' skripsian aja. Belum kerja kayak sekarang," katanya.

Prestasi hebat diraihnya saat mengikuti PON 2016. Ia menjadi juara dalam cabang olahraga tarung derajat. Menariknya, saat itu sebetulnya Putri sudah hendak memutuskan turun panggung dari bidang olahraga yang membesarkan namanya.

Faktor lain yang jadi penyebab dirinya hendak turun panggung adalah prestasi di kejuaraan pasca PON 2016 yang dibilang menurun. Ya, di Kualifikasi Porda dan acara Porda 2018, Putri hanya menempati peringkat kedua.

Bagi dirinya dan regu yang biasa menjadi juara satu, tentu hal ini dirasa sebagai penurunan. Selain itu, Putri juga harus berpisah dengan salah satu anggota regu pada Rangkaian Gerak Putri.

Namun siapa sangka, pada gelaran PON 2020, ia kembali dipanggil mewakili Kontingen Jawa Barat. Latihan ekstra pun langsung dilakukan begitu mendapat panggilan. Pasalnya, Putri mengikuti dua kategori pada PON 2020, Gerak Tarung Campuran dan Rangkaian Gerak Putri.

Dari kedua kategori tersebut, pada Rangkaian Gerak Putri ia mendapat medali emas, sedangkan pada kategori Gerak Tarung Campuran, ia meraih medali perunggu. Keren!
*FOTO3
Gimana rasanya pas sampai Papua?
Di luar ekspektasi! Hahaha, baik baik banget orang-orang di sana. Dan aku jadi tau keindahan Indonesia.

Berapa lama sih di sana?
12 hari. Dari mulai aklimatisasi, sampai tanding. Nah, pas aklimatisasi itu kan aku jalan tuh dari camp ke venue, kita atlet-atlet dari luar dapat sapaan hangat dari saudara-saudara di Papua. Keren sih!

Dan latihannya juga jadi ekstra banget ya?
Banget! Pulang kerja-latihan-terus kerja lagi. Capek, tapi seru!

Dukungan dari kantor buat karir kamu sebagai atlet gimana?
Gede banget. Kantorku itu ngasih support besar buat karyawannya yang punya potensi di luar kemampuan kerjaan ya.

Baca Ini Juga Yuk: Jejak Panjang dan Menarik sang Travel Writer Agustinus Wibowo

Tak Lupakan Pendidikan dan Pekerjaan
Di tengah kesibukannya menjadi atlet tarung derajat, Putri tetap melanjutkan kuliah di STMIK AMIK Bandung Ia mengambil jurusan Teknik Informatika karena mengaku punya passion pada bidang komputer.

Saat mengambil kuliah S1, Putri mendapat beasiswa unggulan. Awalnya, ia mengaku tak kepikiran melanjutkan pendidikan ke level yang lebih tinggi karena kondisi keuangannya yang belum memungkinkan. Namun, di tengah jalan mencari kerja, ia malah mendapat informasi tersebut.

"Waktu kuliah S1 itu kayaknya saya cuma asal kuliah aja, sih. Jadi, memang saya enggak begitu menikmati," katanya.

Jenjang tersebut dilewatinya hanya dalam kurun tiga tahun saja. Ia mengikuti kelas akselerasi. Jadi, saat mahasiswa punya libur tiga bulan jelang berganti tahun ajaran, ia tetap kuliah. Sehingga, jenjang pendidikannya selesai dengan cepat.

Usai lulus, ia bergabung sebagai Pekerja Harian Lepas di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung. Di sana, ia diperbantukan pada bidang program.

Suka terjun ke lokasi kebakaran enggak Put?
Jarang. Karena aku emang anak program, kan. Kalaupun ikutan tuh biasanya aku ditempatin di bagian logistik atau pas pendinginan api gitu.

Momen yang paling kamu ingat saat evakuasi kebakaran?
Pernah ada satu kebakaran besar tuh di deket Hotel Papadayan. Itu kayaknya tahun 2018, deh. Aku ikutan ke sana pas memang di kantor lagi agak landai situasinya. Pas sampe sana tuh, waduh, berat banget, ya. Aku kayak shock aja. Kaget, bingung harus ngapain. Aku ngeliat wajah-wajah korban itu nangis, tapi aku sendiri bingung gimana cara menenangkan mereka.

Pelajaran apa yang kamu dapat saat itu?
Ya itu, gimana mendampingi orang yang kena musibah, itu perlu trik dan pendekatan psikologis yang enggak gampang. Tapi sekarang tim kami udah pernah dapat pelatihan.

Setahun setelah bergabung di Dinas Pemadam Kebakaran, Putri melanjutkan pendidikan S2 pada bidang yang lebih senapas dengan dirinya, yaitu olahraga. Ia mengambil konsentrasi Manajemen Olahraga di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Saat ini, wanita berhijab tersebut sedang mengerjakan tugas akhir alias tesisnya yang sempat tertunda karena kesibukan PON 2020.

Selama kerja di Diskar, ilmu baru apa yang kamu dapat?
Banyak banget. Saya anak teknik, masuk ke pemerintahan. Wah itu kayak gimana ya? Hahaha.. Pusing banget.

Gimana cara kamu beradaptasi?
Terus belajar aja, dan mengamati tentunya. Belakangan saya jadi sadar ini pekerjaan yang seru.

Kenapa bisa bilang begitu?
Saya ditempatkan di bagian program. Dan program itu jantungnya pemerintahan lah. Jadi, saya belajar banyak banget gimana caranya menyusun A sampai Z perintilan, untuk diaplikasikan jadi program yang bisa berjalan. Makanya sering banget sibuk. Hahaha.

Baca Ini Juga Yuk: Samsul Bahri, Anak Punk yang Berjuang Populerkan Angklung

Kuliah, Kerja, Latihan
Saat ini, Putri menjalani tiga kegiatan sekaligus: bekerja, kuliah, sembari tetap berlatih dan juga menjadi pelatih di Satuan Latihan Tarung Derajatnya. Setahun belakangan, ia juga melakoni peran baru sebagai istri. Putri menikah pada 2020 dengan sesama atlet Tarung Derajat.

"Saat ini sih biar semuanya bisa jalan, kita mesti punya skala prioritas. Kadang bentrok itu terjadi dan harus ada yang dikorbanin. Itu kita sendiri yang tau kebutuhannya. Dan intinya sih, kita harus profesional di tempat kita berada," terang Putri.

Saat proses kuliah S2, ia sampai membawa dua buah laptop untuk mengerjakan pekerjaan dan mengerjakan tugas kuliah secara bersama. Tesisnya fokus mengkaji penilaian elektronik di pertandingan Tarung Derajat.

Dukungan dari orang terdekat terutama suami menjadi hal berharga yang dimilikinya. Terlebih sang suami adalah mantan atlet Tarung Derajat juga, sehingga sedikit banyaknya paham pola latihan dan rutinitas Putri.

Put, kalau cewek tuh harus bisa bela diri enggak sih?
Penting sih (perempuan bisa beladiri). Seenggaknya di satu sisi, aku ngeliat sifat bawaan cewek yang lemah lembut itu, kayaknya perlu didampingi kemampuan beladiri juga buat melindungi dirinya.

Kalau dalam disiplin ilmu tarung derajat nih, hal paling sederhana saat kita bertahan dari serangan, khususnya buat cewek nih, apa?
Ada istilahnya bela diri praktis. Jadi, dari mulai jabat tangan aja, kita bisa bikin lawan KO deh. Dan kalau aku sih, duh, susah kalau dijelasin ya. Hahaha.. Jadi intinya kan kalau beradu kekuatan sama laki-laki, mungkin kita (perempuan) bisa kalah, ya. Jadi tipsnya sih biarkan laki-laki itu jatuh dengan sendirinya. Pas dia lengah, kasih satu pukulan yang bikin KO, lalu kita kabur. Lebih ke situ.

Maksudnya gimana tuh?
Ya, jadi kalau diganggu nih misalkan kita, kasih aja, misalkan dia minta leher kita, ikutin aja. Otomatis si laki-laki, atau siapapun lah ini ya, akan jatuh dengan sendirinya. Momen lengah itu yang kita manfaatin buat bela diri.

Keren, Put! Dan sekarang, harapan terbesar kamu apa sih?
Aku pengen kerja makin nyaman, makin sayang sama keluarga, dan segera mendapatkan keturunan.

Sebagai penutup, Putri juga punya pesan buat TemanBaik yang sekarang masih sama-sama merintis karier di bidang apapun. Menurut Putri, pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan kesukaanmu. Kendati tak menjadi pekerjaan utamanya, setidaknya pekerjaan utama Putri masih beririsan dengan kegemarannya di bidang komputer.

Soal kariernya di dunia tarung derajat, Putri berharap dirinya bisa terus berkontribusi positif, khususnya dalam membina atlet tarung derajat untuk generasi berikutnya. Ia berharap, potensi-potensi besar di bidang ini terus tumbuh dan menghasilkan banyak prestasi.


Foto: Dokumentasi pribadi Putri Desiyanti
Layout: Agam Rachmawan/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler