3 Aplikasi yang Sedang Dikembangkan Peneliti LIPI, Apa Saja Ya?

Bandung - Ilmu pengetahuan terus berkembang di berbagai belahan dunia. Indonesia pun enggak mau kalah loh, TemanBaik! Ada banyak penelitian dan inovasi yang diciptakan. Bahkan, saat ini para peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang mengembangkan beberapa teknologi.

Dari sekian banyak penelitian dan teknologi yang diciptakan, ada tiga yang cukup menarik untuk diulas. Mau tahu apa saja?

1. LEAFO
Aplikasi ciptaan para peneliti LIPI bersama Pusat Penelitian Teh dan Kina serta PT Riset Perkebunan Nusantara ini diberi nama LEAFO. LEAFO adalah singkatan dari Aplikasi Identifikasi Fitopatologi Otomatis. Intinya LEAFO adalah aplikasi untuk mengidentifikasi penyakit tanaman dengan mudah.

Saat ini, LEAFO sudah mampu mengenali 20 penyakit dari lima jenis tanaman, masing-masing jagung, kentang, tomat, apel, dan teh. Cukup dengan memotretnya melalui telepon genggam yang sudah dibekali aplikasi LEAFO, akan bisa diketahui penyakit apa yang diderita tanaman.

Aplikasi itu diharapkan akan meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas perkebunan. Sebab, dengan mudahnya mengenali jenis penyakit tanaman, petani akan dengan mudah mengambil langkah pengobatan terhadap tanamannya.

Suatu saat, aplikasi ini mungkin saja bisa dipakai masyarakat umum, terutama petani. Tapi, sabar dulu ya, para penelitinya masih terus melakukan berbagai pengembangan.

"Saat ini aplikasi ini belum bisa diakses secara umum dan belum kami launching juga. Kami masih mengerjakan ini dalam skala lab (laboratorium)," ujar Hilman F. Pardede, peneliti dari Kelompok Peneliti Machine Learning Pusat Penelitian Informatika LIPI.

2. Aplikasi Pelindung Gambar Digital
Secara singkat, aplikasi ini menanamkan digital watermarking pada objek gambar atau foto. Diciptakannya aplikasi ini adalah karena maraknya penyebaran foto atau video oleh masyarakat, khususnya melalui media sosial. Dikhawatirkan foto atau video itu justru disalahgunakan pihak tertentu, apalagi untuk melakukan tindak kejahatan.

"Tidak semua orang itu baik, mungkin ada yang ingin memanipulasi, atau mungkin ada juga yang ingin berbuat kriminal (dengan memanfaatkan foto atau video orang lain)," kata Didi Rosiadi, peneliti Kelompok Penelitian Data Security Pusat Penelitian Informatika LIPI.

Selain menanamkan watermark, aplikasi ini berfungsi untuk menelusuri penyalahgunaan materi grafis foto atau video. Manipulasi data dan tindakan penyalahgunaan lainnya juga bisa diungkap dengan aplikasi ini.

Penelitian untuk pembuatan aplikasi ini berjalan sejak Februari 2019. Pengembangan pun terus dilakukan. "Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi (100 persen) untuk aplikasinya," harap Didi.

3. Aplikasi Kognitif Media
Aplikasi ini dikembangkan untuk mempermudah melakukan analisis terhadap sentimen di media sosial. Contohnya adalah menganalisa apa saja yang sedang jadi tren pembahasan di media sosial, bahkan media berita online.

Hasil analisis itu akan memudahkan suatu perusahaan, lembaga, organisasi, politisi, bahkan publik figur untuk bahan menentukan suatu strategi, baik strategi bisnis, promosi, mengimbangi suatu isu, serta beragam strategi lainnya.

Tapi, karena masih perlu dikembangkan, saat ini aplikasi tersebut hanya bisa diakses para penelitinya saja. Ke depan, rencananya aplikasi ini memang difokuskan untuk segmen-segmen di atas.

TemanBaik sudah tahu kan bahwa ternyata para peneliti kita enggak kalah pintar dan inovatif dari peneliti asing? Ini jadi salah satu alasan kenapa kamu harus bangga menjadi orang Indonesia.




Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler