Jarang Orang Tahu, Ini 4 Fakta Hujan Buatan

Bandung - TemanBaik sudah tahu kan dengan hujan buatan? Umumnya yang terbayang dalam benak publik rata-rata adalah menaburkan garam khusus di atas awan. Tak lama berselang, hujan pun turun. Ya, memang seperti itu prosesnya.

Tapi, ada fakta yang mayoritas orang belum tahu. Hujan buatan enggak sembarangan dibuat loh. Kenapa ya? Yuk, simak ulasannya!

1. Syarat hujan buatan
Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan syarat utamanya dibikinnya hujan buatan adalah harus ada awan. Sehingga, jika tidak ada awan di lokasi yang akan dibuat hujan buatan, hujan buatan tak bisa dilakukan.

"Hujan buatan ini memiliki syarat, yaitu harus ada awan atau potensi uap air yang sudah berkumpul," kata Tony di Kantor BMKG Bandung, Rabu (7/8/2019).

Saat sudah ada awan, petugas baru bisa menaburkan garam khusus di atasnya. Setelah itu, hujan akan turun. Tapi, skala hujan buatan ini bersifat lokal alias hanya turun di sekitar wilayah yang awannya sudah ditaburi garam.

2. Pembuat hujan buatan
Hujan buatan sendiri tidak dibuat oleh BMKG loh. Untuk membuat hujan buatan, BMKG hanya bertugas menginformasikan di mana saja terdapat awan yang ideal untuk membuat hujan buatan.

"Tugas kami hanya memberi informasi bahwa awannya ada di mana, setelah itu silakan dibuat hujan buatan oleh pihak terkait," ungkap Tony.

Baca Ini Juga Yuk: Bandung Punya Gerakan Memanen Hujan, Seperti Apa Ya?

Pihak yang melaksanakan hujan buatan biasanya adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerag (BPBD).

3. Solusi terakhir
Fakta lainnya, hujan buatan adalah solusi terakhir untuk mengatasi kekeringan di suatu daerah. Solusi pertama yang dilakukan pemerintah biasanya adalah menyalurkan air bersih dengan beragam cara. Salah satunya mengirim mobil tanki ke daerah yang mengalami kekeringan atau kesulitan air bersih.

Solusi kedua, pemerintah daerah biasanya mencari sumber air baru. Sumber air baru itu akan dimanfaatkan setelah sumber air lama sudah kering. "Kalau dua hal itu belum maksimal setelah dilaksanakan, baru dilaksanakan hujan buatan," jelas Tony.

4. Lokasi hujan buatan
Lokasi hujan buatan juga enggak sembarang dipilih. Biasanya, hujan buatan dilakukan di dekat sumber air, misalnya waduk atau bendungan. Dengan begitu, sumber air akan terisi kembali. Sehingga, air bisa dengan mudah disalurkan ke masyarakat.


Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler