Vestifarm Kembangkan Bisnis Hewan Kurban Lewat Platform Digital

Bandung - Melaksanakan kurban di era digital, makin praktis saja nih TemanBaik. Inovasi ini juga ditunjukkan Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) yang berkolaborasi dengan startup Vestifarm.

Jebolan The NextDev Telkomsel ini menjadi startup bidang pertanian dan peternakan yang melakukan pengadaan hewan kurban melalui sistem online. Sementara pembayarannya bisa memilih digital payment LinkAja. Canggih ya TemanBaik.

Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini mengatakan, pengadaan hewan kurban melalui digital ini juga bisa dilakukan masyarakat luas khususnya pengguna LinkAja. Mereka dapat menyalurkan hewan kurban melalui fitur LinkAja Berbagi yang ada pada aplikasi digital.

Hewan kurban yang ditawarkan saat ini berupa Sapi dengan harga yang tertera pada aplikasi sudah termasuk penyaluran, pemotongan, dan pelaporan hewan kurban.

Baca Ini Juga Yuk: Ini 4 Produk Teknologi Keren Karya Anak Bangsa

"Kolaborasi antara Telkomsel, Vestifarm dan LinkAja merupakan sinergi terbaru untuk memudahkan transaksi kurban digital buat umat muslim pada Iduladha tahun ini. Penyaluran ini juga lebih efektif menyasar masyarakat yang membutuhkan," ujar Emma, Sabtu (10/8/2019).

Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel sebagai digital telco company dalam mendorong inklusi teknologi di Indonesia. Vestifarm sendiri merupakan sebuah startup yang punya sistem mutakhir dalam hal bagi hasil antara petani atau peternak dengan investor.

"Berkat gagasan serta dampak sosial yang dihasilkan, Vestifarm memperoleh gelar The NextDev Evangelist 2017. Hingga saat ini, startup tersebut masih terus didukung oleh Telkomsel agar mampu memberikan dampak sosial yang lebih luas di Indonesia," ungkapnya.

Pada Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah Tahun 2019, operator ini tercatat memberikan bantuan hewan kurban sejumlah 751 ekor, yang terdiri dari 120 ekor sapi dan 631 ekor kambing. Melalui kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility), pihaknya bakal menyebar daging kurban pada 43 ribu penerima manfaat di 505 titik di wilayah Indonesia.


Foto: dokumentasi Tsel

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler