Keren! Mahasiswa ITB Bikin Stop Kontak Pintar

Ada kabar baik dari ITB nih, TemanBaik. Baru-baru ini, tiga mahasiswa Teknik Elektro ITB angkatan 2015 membuat alat bernama Smart Power Socket (SPOS) berupa stop kontak pintar yang dibuat untuk mencegah trip MCB atau "miniature circuit breaker" pemutus sirkuit miniatur akibat akumulasi inrush current (arus masuk) pada perangkat listrik saat tidak ada penghuni di rumah.

MCB merupakan sebuah perangkat yang menghubungkan antara saluran transmisi listrik dengan perangkat elektronik rumah tangga dan umumnya bercabang, dibagi per ruangan seperti ruang utama, dapur, dan kamar tidur.

Dengan sistem jaringan bercabang tersebut, sering terjadi pada beberapa kasus seperti akumulasi inrush current pada MCB yang dapat menyebabkan fenomena arus mati mendadak akibat banyaknya perangkat yang menyala secara bersamaan, seperti yang biasa ditemukan setelah pemadaman listrik oleh PLN.

Berlatar belakang dari kasus di atas, rasanya diperlukan sebuah alat yang dapat menunda waktu menyala suatu perangkat elektronik saat alat mulai dialiri arus. Maka dari itu, lahirlah ide untuk membuat SPOS yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan tersebut.

SPOS merupakan tugas akhir dari Sayyid Irsyadul Ibad, Frits Elwildo, dan Dany Hadyan Rusman yang turut dipamerkan dalam acara Electrical Engineering Days (EE Days) 2019 di Aula Timur ITB pada 5-7 Agustus 2019. Sebanyak 28 karya tugas akhir mahasiswa dipamerkan dalam acara tersebut.

Menurut Sayyid, inovasi SPOS sebagai perangkat yang menggunakan metode delay dalam menyalakan perangkat elektronik, merupakan yang pertama di Indonesia.

Agar dapat berfungsi, SPOS dipasang pada stop kontak perangkat elektronik dengan beberapa variasi waktu tunda dengan interval 2 detik, mulai dari 0 hingga 12 detik. Fitur utama dari SPOS yakni untuk mendeteksi kondisi listrik padam di rumah dan dapat mengatur waktu nyala beberapa perangkat elektronik di rumah.

"Di samping fungsi utama tersebut, SPOS juga dilengkapi dengan sejumlah fitur lainnnya, yaitu lampu indikator yang menunjukkan perangkat yang dipilih, lampu indikator yang menunjukkan proses yang sedang terjadi, waktu tunda yang dapat dinonaktifkan maupun diaktifkan serta memiliki dua mode operasi yang dapat dipilih," papar Sayyid.

Dalam penelitian ini, prototype SPOS dibuat dalam tiga macam dimensi, dengan dimensi terbesar yaitu 8x6x13 cm dan massa (berat) maksimum 300 gram. Dari segi kelistrikan, SPOS memiliki kapasitas daya maksimum beban sebesar 6 A, 1320 V.

Cara menggunakan SPOS ternyata cukup mudah. Pertama, menghubungkan SPOS dengan stop kontak yang biasa ditemukan di dinding rumah, kemudian set alat ke mode pengaturan. Dalam hal ini, pengaturan meliputi pengaturan waktu tunda yang dapat dilakukan dalam tiga versi, yaitu manual, wifi, dan versi internet of things (IoT).

Pada versi manual, pengaturan dilakukan langsung pada alat SPOS. Untuk versi wifi dan IoT, pengguna memerlukan perangkat gawai yang terhubung dengan koneksi wifi dan pengaturan dilakukan melalui aplikasi SPOS pada perangkat berbasis android, baik versi lite (wifi) maupun digital (IoT). Selanjutnya, pilih perangkat elektronik yang akan disambungkan dengan SPOS, set alat ke mode standby.

Langkah terakhir adalah hubungkan perangkat elektronik dengan SPOS, dan operasikan perangkat seperti biasa. Sayyid menjelaskan bahwa aplikasi SPOS dikembangkan sendiri oleh tim. Sebelum dapat menggunakan aplikasi, pengguna harus melakukan registrasi. Khusus untuk versi IoT, terdapat fitur tambahan berupa timer dan pengaturan on/off dari jarak jauh.

Aplikasi SPOS dapat menyimpan database berupa profil pengguna, status SPOS yang menunjukkan waktu delay, waktu timer, status power, status registrasi, dan perangkat terhubung, serta jenis perangkat elektronik yang dapat dipilih oleh pengguna seperti kulkas, mesin cuci, rice cooker, hingga pompa air.

Terkait rencana kedepan, Sayyid mengatakan bahwa timnya ingin mengembangkan SPOS ke dalam versi terminal yang lebih praktis dan fleksibel. Selain itu, rasanya perlu dilakukan penyempurnaan terhadap aplikasi mobile yang digunakan untuk mengoperasikan SPOS versi IoT.

"Harapannya kalau sudah dikembangkan, SPOS nanti dapat bermanfaat dan diterima dengan baik oleh masyarakat," pungkas Sayyid.






Foto : itb.ac.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler